Setelah terus merugi, PT Perikanan Nusantara (Perinus) kini berkembang menjadi perusahaan yang meraih keuntungan secara signifikan. Bahkan Perinus kini tumbuh menjadi perusahaan yang sangat “sehat”.
Direktur Utama PT Perikanan Nusantara (PT Perinus), Abdussalam Konstituanto merasa bersyukur atas apa yang telah dicapai perusahaan yang kini dia pimpin. kini Perinus berkembang menjadi perusahaan yang tak hanya memberikan kontribusi kepada negara, tapi juga bisa membantu nelayan untuk meningkatkan pendapatannya. “Saya bersyukur kepada Allah SWT dengan kondisi sekarang ini. Jika melihat kondisi perusahaan sebelumnya, tentu pencapaian kinerja saat ini tetap cukup baik. Namun tentu saja kita akan terus berupaya meningkatkan kinerja perusahaan,” kata Abdussalam saat di sambangi YOKATTA News di ruang kerjanya. Abdussalam mengakui, dia merupakan pendatang baru di dunia perikanan. Namun kejeliannya melihat peluang membuat perusahaan yang pernah mati suri menjadi perusahaan yang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.Dia menjelaskan, potensi ekonomi kelautan dan perikanan Indonesia sangat besar. Pada penelitian terakhir yang dilakukan Global institute tahun 2014 disebutkan potensi ekonomi kelautan USD 1.2 bilion atau Rp. 14.000 triliun. (kurs Rp 12.000 per dolar USA). Sementara APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita sekitar Rp 2000 triliun. Artinya potensi sumber ekonomi kelautan dan perikanan kita 7 kali lipat dari APBN.
Di bawah tangan dingin Abdussalam, pendapatan Perinus mengalami peningkatan yang signifikan. Dari 2007 hingga 2014 jika di prosentasekan terjadi peningkatan pendapatan lebih dari 1.000 persen. Pada 2007, perseroan mendapat kucuran dana dari pemerintah melalui PMN (Penyertaan Modal Negara) sebesar Rp 100 miliar. Dari dana tersebut 60% digunakan untuk menyelesaikan hak normatif karyawan yang selama 3 tahun tidak menerima gaji. “Jadi kita hanya punya modal 40 persen (Rp 40 miliar) untuk memperbaiki alatalat produksi dan mengerakkan perusahaan,” tutur Abdussalam. Jika pada 2006 kondisi minus hingga Rp 98 miliar, di 2014 Perinus memiliki modal hingga Rp 335.718.617.000. Dari sisi produksi maupun pemasaran, keuangan, permodalan jika diprosentasikan terjadi peningkatan lebih dari 500 persen. Suatu pecapaian luar biasa, bahkan hingga 2014, equitas BUMN perikanan ini mencapai Rp 187 miliar lebih.
Abdussalam menjelaskan, efisien di dunia perikanan dimulai dari penangkapan. Karena itu Perinus mengembangkan teknologi remote sensing. “Dengan menggunakan metode remote sensing, kita tak lagi mencari ikan tetapi memanen ikan. Karena kita sudah tahu kemana tujuan kapal. Jenis ikan apa yang akan ditangkap, baik size maupun kuantitas yang diperlukan. Sangat efisien sekali. Artinya, jika program ini berhasil, maka dengan mudah dan murah kita bisa memaksimalkan seluruh potensi yang ada,” ujar mantan Bbranch Manager Bank BNI ini.
Sistem ini tentu saja memerlukan SDM yang handal. Kesiapan SDM Perinus untuk menjalankan sisitem ini sudah dipersiapkan. Sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan-pelatihan. Meningkatkan kemampuan SDM dilakukan secara terus menerus “Kita berusaha memaksimalkan segala alat-alat yang ada, yang sudah rusak kita perbaiki. Yang belum ada kita tambah, misalnya pabrik es, yang dulu tak ada, kita bangun,” kata Abdussalam. Sekarang ini tinggal bagaimana percepatannya. Untuk melakukan percepatan, Perinus harus menambah alat produksi, seperti kapal tangkap, ABF (Pembekuan), cold storage, unit processing, kemudian pabrik es juga ditambah. Selain itu ada lagi yang tak kalah penting, yakni mengembangkan kemiteraan dengan nelayan.

Bentuk kemitraannya misalnya, Perinus memasok kebutuhan operasional mereka seperti BBM, es, umpan, dan lain-lain. Sistem penyimpanan yang baik dengan standar internasional. Bahkan dengan sistem yang baik, ikan yang kita simpan bisa bertahan mutunya hingga 4 tahun. Hingga bisa diperdagangkan secara online (online trading). Untuk menjadi “pemain” global yang ditargetnya tahun 2019, Perinus telah mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Sehingga saat waktunya tiba Perinus benar-benar sudah siap menjadi perusahaan berdaya saing tinggi di dunia internasional.
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih