Dia terbilang sukses meniti karier di dalam dan luar negeri. Dinobatkan sebagai wanita paling berpengaruh ke-37, Sri Mulyani juga sukses membina rumah tangga walau terpisah tiga benua.
Enam tahun silam, wanita segudang pengalaman mentereng ini menduduki peringkat 23 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Dua tahun sebelumnya, ketika menduduki jabatan Menteri Keuangan, dia bahkan di nobatkan Emerging Markets sebagai menteri keuangan terbaik di Asia. Tahun lalu, dia malah menduduki peringkat ke-31 di daftar bergengsi wanita paling berpengaruh di jagad ekonomi dunia. Pasalnya, dia dinilai memiliki posisi penting sebagai wanita paling senior di Bank Dunia.
Nah, di 2016 ini, dia kembali menduduki peringkat ke-37 wanita paling berpengaruh versi majalah Forbes. Siapakah dia? Dia adalah Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yodhoyono.
Dalam 100 top chart wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes terbaru yang dirilis Senin, 6 Juni 2016 waktu setempat, Sri Mulyani, yang kini menjabat Managing Director Bank Dunia, bertengger di urutan ke-37 wanita paling berpengaruh.
Dari 100 wanita yang masuk dalam jajaran most powerful women 2016, tercatat hanya 17 tokoh yang berasal dari dunia keuangan. Sisanya berasal dari dunia politik, hingga sosial. Ketujuh belas tokoh di bidang keuangan itu berasal dari 11 negara berbeda, seperti Rusia, Arab Saudi, Singapura, hingga Indonesia yang diwakili Sri Mulyani.
Sri Mulyani yang juga pernah menjabat Menteri Perekonomian RI tersebut masuk ke daftar 100 wanita paling berpengaruh dunia berkat ide-ide yang diimplementasikannya di Bank Dunia yang menaungi 188 negara—demi mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan negara-negara anggotanya.
Dalam sebuah makalahnya baru-baru ini, Sri Mulyani menyoroti soal kesenjangan antargender. Mantan Menko Perekonomian ini menulis bahwa secara global, partisipasi perempuan dalam pekerjaan telah mengalami penurunan. Wanita 50% lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki pekerjaan penuh waktu.
Berdasarkan studi global, Sri Mulyani juga mencatat bahwa ketika perempuan masuk dalam kepemimpinan sebuah perusahaan, mereka cenderung akan terlibat dalam skandal atau penipuan.
Kanselir Jerman, Angela Merkel berada di peringkat pertama daftar terbaru 100 besar wanita paling berpengaruh di dunia versi Majalah Forbes. Peringkat kedua diduduki oleh Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, yang pernah menjabat Menteri Luar Negeri AS. Hillary disusul oleh sesama perempuan AS, Janet Yellen, yang memimpin Bank Sentral Amerika yang berkantor di Washington.
Sementara, jumlah perempuan Cina yang masuk daftar ini mencapai sembilan orang. Ada Lucy Peng (eksekutif senior perusahaan jual beli internet, Alibaba) dan Margaret Chan (Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia atau WHO) duduk di peringkat 35 dan 38. Kendati demikian, perempuan Amerika Serikat tetap mendominasi daftar tersebut dengan 51 tokoh.
Survei menampilkan 100 wanita dari 29 negara yang mewakili berbagai sektor, seperti politik, bisnis, teknologi, dan filantropi. Pihak Forbes mengatakan, para wanita di daftar ini menguasai US$1 triliun, dan mempengaruhi lebih 3,6 miliar orang di dunia.
Sekilas Tentang Ani
Tak banyak wanita Indonesia yang memiliki peranan langsung dalam penentu kebijakan roda perekonomian dunia. Wanita Indonesia yang sempat mengisi jabatan menteri,seperti Linda Gumelar, Mari Elka Pangestu, dan Siti Fadilah Supari. Beda dengan Sri Mulyani Indrawati, kenyang jabatan di dalam negeri, dia menjadi satu-satunya wanita ekonom asal Indonesia yang mendunia. Pada 2010, dia memilih mundur dari jabatan Menteri Keuangan RI untuk memulai kariernya di Bank Dunia.
Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Ia merupakan sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia tahun 1986. Setelah menamatkan pendidikan S1, Sri Mulyani melanjutkan pendidikannya di University of Illinois Urbana Champaign di Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Policy Economics pada tahun 1990. Dua tahun kemudian, dia berhasil mendapatkan gelar Ph.D of Economics di universitas yang sama.
Kiprah wanita yang akrab disapa mbak Ani ini semakin dikenal setelah ia memegang jabatan sebagai menteri perencanaan pembangunan nasional pada kabinet Indonesia bersatu jilid 1 pada periode 2004 hingga 2009. Pada 5 Desember 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merombak kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1 dan menempatkan Sri Mulyani pada posisi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menggantikan Dr. Budiono yang saat itu dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia. Selanjutnya, di bawah naungan kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, Sri Mulyani kembali memegang peran penting sebagai Menteri Keuangan terhitung sejak 22 Oktober 2009.
Sebagai seorang ekonom, Sri Mulyani tak hanya aktif di dunia perekonomian secara individu, tetapi juga aktif untuk mengisi beragam seminar dan talkshow untuk melakukan sharing ilmu perekonomian dengan masyarakat. Wanita yang pernah menjadi dosen di fakultas ekonomi Universitas Indonesia ini juga sempat aktif menjadi penasehat pemerintahan bersama ekonom lainnya dalam wadah Dewan Ekonomi Pemerintahan (DEN) di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Sosoknya dikenal sebagai ekonom wanita yang lugas, cermat, dan memiliki analisis yang kritis.
Sri Mulyani dikenal sebagai sosok wanita sukses yang anggun, tegas, jarang sekali berkeluh kesah, dan terkesan pelit membagi cerita mengenai kehidupan pribadinya. Ia tampak sangat profesional dan mencintai bidang ekonomi yang telah menjadi pilihannya sejak duduk di bangku kuliah. Sebagai pribadi yang sukses, Sri Mulyani tetap mengutamakan keluarga dan menjunjung tinggi adat ketimuran sebagai prinsip hidupnya.
Dari pernikahannya dengan Tony Sumartono, Sri Mulyani dikaruniai tiga orang anak yang bernama Dewinta Illiana, Adwin Haryo Indrawan, dan Luqman Indra Pambudi. Anak sulung Sri Mulyani memilih untuk melanjutkan studi di Australia. Sementara, anak kedua melanjutkan jejang pendidikan S1 di Universitas Indonesia. Si bungsu memilih untuk melanjutkan jejang SMA di Washington DC, Amerika Serikat, sembari menemani sang ibu yang harus menetap di sana.
Pilihan Sri Mulyani untuk menjabat sebagai Executive Director IMF senantiasa mendapat dukungan dari keluarga. Kekompakan Sri Mulyani dan sang suami membuahkan hasil yang manis sehingga hubungan dengan anak-anak yang terpisah tiga benua dapat berjalan lancar dan harmonis. Sungguh sebuah kesempurnaan dunia yang bisa dicapai sosok wanita sukses seperti Sri Mulyani. Ia dapat diteladani sebagai wanita yang sukses berkarier sekaligus sukses menjadi ibu rumah tangga. Be Inspired! @_JoshuaYo
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih