Artha Graha Peduli

Pedulinya Artha Graha Peduli

Artha Graha Peduli kerap menggelar pasar murah sembako dan daging. Tujuannya, sebagai bukti kepedulian Artha Graha Group kepada kaum kurang mampu.

Aktivitas di salah satu ruangan di lantai lima, Gedung Artha Graha di bilangan SCBD, Jakarta sejak  Juli 2013 hampir tak pernah berhenti baik dihari kerja, maupun dihari libur. Kesibukan  bahkan terus berlangsung sejak pagi, siang, bahkan sampai lewat tengah malam, jika kegiatan sosialnya sednag berlangsung di seantero negeri. Tengok saja, di sisi kiri pintu masuknya,  terpampang jelas lembaran kertas putih ukuran 4 x 4 meter berisi matriks, titik lokasi dan kegiatan pasar murah,  penjualan daging murah di berbagai penjuru negeri dari tanah rencong hingga ke tanah mutiara hitam.

Pada bagian tengah, puluhan staf tampak sibuk menghadap komputer dan hiruk pikuk suara percakapan telepon. Ratusan titik aktivitas pasar paket sembako dan daging murah yang harus mereka layani dan setiap detil tidak boleh terlewatkan.  Ruangan tersebut, sehari-hari merupakan salah satu bagian kantor pusat  PT Bank Artha Graha Internasional Tbk, disulap sedemikian rupa menjadi ‘pusat komando pengendalian’ kegiatan Artha Graha Indomilk Peduli. “Kami mengerahkan jajaran direksi dan karyawan dari berbagai perusahaan di Artha Graha Network serta mitra-mitra lainnya untuk menangani setiap kegiatan AGP,”kata Anas Latief, Ketua Pelaksana Pasar Sembako Murah.

Menurutnya, karena kegiatan dilakukan secara massif menjelang Hari Raya Idul Fitri, diperlukan persiapan matang, termasuk pelaporan harian yang ketat supaya benar-benar efektif menjangkau masyarakat yang dituju dan tidak salah sasaran. Puluhan ribu paket sembako murah harus dikemas setiap harinya. Target yang ingin dicapai AG Peduli adalah menjangkau lebih dari 600.000 kepala keluarga yang tidak atau kurang mampu diberbagai penjuru Tanah Air.

Selain pasar murah, AG Peduli  juga menjual daging sapi halal, sehat dengan harga murah khusus untuk wilayah Jabodetabek. Maksudnya, agar supaya menstabilkan harga daging yang naik begitu tinggi menjelang Lebaran. Kegiatan penjualan daging murah Jabodetabek, dikomandoi dari ruangan lain yang dipimpin oleh Eryck Wowor. Sekitar 20 unit mobil berpendingin mendukung operasi penjualan daging murah setiap harinya.“Target kami langsung menjangkau pembeli akhir, dagingnya sudah disiapkan dalam bentuk potongan satu kilogram”.

Menurut Anas, tidak hanya di Jabodetabek, kegiatan pasar murah serupa serentak dilakukan diseluruh wilayah kerja Artha Graha Network dan Mitra, antara lain di kota-kota dan kabupaten mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT termasuk Rote, Ambon bahkan Tual di Maluku Tenggara, dan beberapa kota/kabupaten di Papua.

Dijelaskan Anas,  dalam kegiatan pasar  murah, Artha Graha menggandeng sejumlah korporasi lain sebagai mitra. Beberapa diantaranya adalah Indomilk, Sinarmas dan Putera Sampoerna Foundation. Sedangkan untuk pelaksanaan penjualan daging murah di wilayah Jabodetabek, berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Bulog dan PD Pasar Jaya.Operasi pasar daging dilakukan menyusul kenaikan harga yang tak masuk akal memasuki Ramadan dan Lebaran.

Pendiri AG Peduli Tommy Winata,  kehadiran Artha Graha Peduli dalam menyediakan paket sembako dan daging murah merupakan sebuah kepedulian sebagai komponen bangsa. “Saya bukan pedagang daging, namun berniat membantu masyarakat dan pemerintah menstimulasi harga daging ketingkat yang dianggap wajar bagi semua pihak.”

Menurutnya, andaikata dihitung dengan nilai rupiah Rp11.000/US$, maka harga daging tidak akanmelebihi Rp65.000 perkilogram, sehingga kalau semua pihak mau mengurangi keuntungan sedikit, niscaya harga daging akan lebih terjangkau masyarakat.

Seperti diketahui harga daging sapi mengalami lonjakan harga yang tidak masuk akal menyusul aksi spekulasi karena ketidakpastian kebijakan impor. Harga di pasar Indonesia hingga menembus Rp120.000, lebih duakali lipat dari harga di pasaran internasional.

Oleh karena itu  pemerintah bertindak cepat dengan membuka keran impor daging sapi, maupun bakalan sapi untuk meredam gejolak harga. Dalam jangka pendek, operasi pasar juga terlihat dilakukan oleh Perum Bulog, selain didukung oleh pihak swasta seperti yang dilakukan oleh AG Peduli.

Tomy Winata menyampaikan keyakinannya bahwa harga daging secara bertahap bisa turun ketingkat harga yang dianggap wajar oleh semua pihak, yaitu harga wajar bagi peternak sapi lokal, pedagang dan masyarakat. “Sejak operasi pasar oleh pemerintah, harga daging sudah terlihat mulai menyesuaikan”.

Hingga saat5 ini, setiap tahunnya, pasar paket sembako murah telah menjangkau 642 titik operasi yang tersebar dari Aceh sampai Merauke, termasuk menjangkau 73 kota/kabupaten, dengan jumlah yang berhasil dijual mencapai lebih dari 620.000 paket. Adapun penjualan daging murah di Jabodetabek berhasil digelar di 111 titik operasi.

Pada hari ke 12 dan 13 pelaksanaan, misalnya, penjualan paket sembako murah di Jabodetabek menjangkau seputaran Kantor PWI, Wisma Bisnis Indonesia di Karet Tengsin, Cikeas, Duta Merlin, Puspom TNI, Kawasan Industri Pulogadung, Kawasan Ancol-Pademangan,Kelapa Gading, Cilangkap, Kawasan Pondok Cabe dan Gunung Sahari, Kampung Bandan. Pada hari yang sama, aksi serupa serentak terjadi antara lain di Tual-Maluku Tenggara, Lampung Barat, Banten, Bombana, Medan, Bangka, Kendari, Morowali, Pontianak, Ambon, Makasar, Watampone, Menado, Cimahi, Kudus, Surabaya dan Bali .

Ditanya mengenai apa yang melatarbelakangi langkah ini, Tomy Winata secara lugas dan tegas mengatakan bahwa, “Saya lahir dan dibesarkan di Bumi Pertiwi Indonesia, mencari nafkah dan berkarya di Bumi Pertiwi Indonesia bersama dengan mitra-mitra Artha Graha di seluruh Indonesia. Sudah sepantasnya pada saat negeri ini sedang menghadapi berbagai kondisi yang perlu diatasi bersama, otomatis saya beserta jajaran Artha Graha, diminta atau tanpa diminta pemerintah wajib membantu”.

Tomy menambahkan hal tersebut adalah salah satu cara membayar kembali kepada Bumi Pertiwi Indonesia yang telah melahirkan dan membesarkannya. “Spirit ini saya tanam dan tekankan pada seluruh jajaran AG Peduli dan AG Network.”

Sebagaimana diketahui AG Peduli yang didirikan Tomy Winata aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan dan kemasyarakatan terutama kebencanaanserta lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.

Tomy Winata menyampaikan, langkah Artha Graha Peduli kali ini, tidak lain untuk mendukung program pemerintah dan membantu masyarakat dalam penyediaan daging halal, sehat dengan harga terjangkau. “Hal ini sejalan dengan salah satu misi kami turut berperan dalam ketahanan pangan khususnya melalui daging halal, sehat yang dijual dengan harga terjangkau serta paket sembako murah.”

Yokatta-Tim

Foto; Pasar Sembako Murah Artha Graha Peduli

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *