KESEDERHANAANNYA, TELADAN BAGI BAWAHAN Sosok Walikota Bengkulu begitu sederhana

KESEDERHANAANNYA, TELADAN BAGI BAWAHAN

Sosok Walikota Bengkulu begitu sederhana. Keseharian mantan aktivis HMI ini, mencari inspirasi pembangunan dari mesjid ke mesjid.

 

Tak ada yang menyolok dari penampilan pria berumur 36 tahun ini. Baginya, kesederhanaan bukan hanya sekedar pilihan. Namun kesederhanaan harus menjadi contoh kepada bawahan. Bayangkan, ketika kepala daerah lain tampil gaya mengendarai mobil dinas Lexus, beliau ini justru  menggunakan  mobil dinas sederhana sekelas Kijang Innova. Kesederhaan itu sontak membuat bawahannya tidak berani berpoya-poya menghabiskan anggaran membeli mobil dinas mewah diatas harga Kijang Innova.

Jangan bertanya soal kemewahan yang dia miliki sebagai walikota Bengkulu. Sebab dia punya prinsip,  seorang kepala daerah tidak pantas hidup bermewah-mewah. Maka bertanyalah soal rutinitas dan kegiatan sosial dan keagamannya. Dia pasti akan bercerita  tentang kegiatan sholat berjamaahnya dari mesjid ke mesjid di Kota Bengkulu. Maklum, Pria bernama lengkap Helmi Hasan kelahiran Lampung  29 November 1979  kadung ditempa dari pendidikan pesatren.

Meski bukan putra kelahiran Kota Bengkulu, Helmi dekat dengan kaum ulama dan tokoh agama Kota Bengkulu. Penyebabnya yah itu tadi, kewajiban sholat yang dia lakukan berjamaah dari mesjid ke mesjid. Maka jangan heran, setiap minggu sejak jumat sampai hari minggu, dia berkeliling mengunjungi warga Bengkulu selepas sholat berjemaah di mesjid.

Adik kandung Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mungkin penganut paham sebagaimana kata pepatah “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Sehingga dia dipercaya rakyat Kota Bengkulu menduduki kursi Wali Kota Bengkulu periode 2012-2017. Sepintas memang terlihat simple baginya menjadi orang nomor satu di Kota Bengkulu. Padahal,  dia pertama kali menginjak Kota Bengkulu pada 1997, saat diterima sebagai mahasiswa di Universitas Bengkulu. Nah, boleh dikata dia anak perantau, tapi kok bisa menjabat Walikota Kota Bengkulu. Sudah pasti, itu merupakan satu hal yang tak mudah dan penuh perjuangan.

Jangankan bercita-cita,  bermimpi menjadi seorang walikota pun tak pernah terlintas dipikirannya saat menapaki bangku kuliah. Hanya saja, semasa kuliah, Helmi  termasuk yang getol menyuarakan aspirasi masyarakat kecil, dan menjadi aktivis di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu.

Alumni  SMA Negeri 100 Jakarta Timur ini memang hobby berorganisasi. Dia sempat memimpin organisasi HMI Komisariat Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu dan HMI Cabang Bengkulu. Selepas kuliah, anak bungsu dari enam bersaudara anak dari pasangan Hasan Harun (alm) dan Juariyah (alm) ini mulai masuk organisasi partai politik.

Partai Pilihannya adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Mengapa? Rupanya dia kepicut ketokohan sosok Amien Rais yang dikenal sebagai pembawa roh reformasi dan demokrasi dari kalangan mahasiswa. Maka jangan heran pula, jika karirnya di Partai PAN cukup cemerlang. Dia sempat menduduki Sekretaris Wilayah DPW PAN Provinsi Bengkulu periode 2005-2010. Lalu pada Tahun 2004-2009, dia terpilih menjadi Anggota DPRD Kota Bengkulu. Puncaknya  karir politik pun menapaki petinggi elit politik partai berlambang matahari terbit itu, ketika didapuk menjadi Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu 2010-2015. Saat itu juga, Helmi terpilih menjadi Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu untuk periode 2009-2014.

Helmi mungkin merasa, meski sebagai wakil ketua DPRD Propinsi, tidak banyak yang bisa diperbuat kepada rakyat Bengkulu. Perubahan Kota Bengkulu bisa dilakukan hanya dengan meraih kursi orang nomor satu di Bengkulu. Saat itu nawaitu-nya, ingin membuat perubahan yang lebih berarti bagi rakyat Kota Bengkulu. Maka dengan membaca bismillah, dia pun maju pada bursa pemilihan wali kota dan wakil wali kota bersama Patriana Sosialinda, kader militan Partai Golkar pada tahun 2013 silam.

Bengkulu Rumah Tinggal Bersama

Bagi Helmi, Kota Bengkulu adalah kota rumah bersama.  Pria berjenggot ala ustad ini menjadikan Bengkulu Rumah Bersama sebagai motto calon pasangannya pada Pilkada dan ketika menduduki jabatan Wali kota. Ibarat rumah, Bengkulu dalam pandangan Helmi bisa dijadikan tempat bersama bagi berbagai suku, agama dan latar belakang yang berbeda, namun memiliki cita-cita  bersama.

Kini, motto Bengkulu Rumah Bersama tidak lagi sekedar slogan. Perubahan yang ditawarkan untuk diwujudkan bersama warga Kota Bengkulu sudah dia realisasikan. Pengembangan usaha kecil menengah untuk merealisasikan lapangan kerja baru sebanyak 50.000 orang lewat “samisake” atau satu miliar satu kelurahan sudah berjalan dan menuai hasil. Dana stimulus bagi 67 kelurahan telah  digunakan untuk mengembangkan usaha kecil menengah dan telah mampu menggerakkan perekonomian Kota Bengkulu.

Begitu juga dengan penataan birokrasi, menurutnya hal yang paling penting untuk menjadikan PNS sebagai pelayan masyarakat sudah terealisasi. Pelayanan masyarakat di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan dan pelayanan satu atap telah ditingkatkan.

Program penataan kota saat ini bukan lagi sekedar rancangan. Namun kenyatannya, sudah dimulai dari perbaikan jalan lingkungan, drainase hingga jaringan listrik dan air bersih. Selain memperbaiki jalan lingkungan, perbaikan sistem pengelolaan sampah di Kota Bengkulu telah dikerjakan. Buktinya, dua tahun berturut-turut Bengkulu berhasil meraih predikat Kota Adipura. “Komitmen kami meraih kembali piala Adipura sudah kami buktikan,”tambahnya.  Begitu juga dengan perbaikan seluruh lampu jalan, sudah diperbaiki hingga ke jalan pelosok kota Bengkulu.

Kunci keberhasilan pembangunan yang dilakukan Helmi boleh jadi karna keuletannya mendatangi setiap sudut kota, melihat, menyaksikan, bertanya, berdiskusi dengan semua lapisan masyarakat Bengkulu. Nah, dari situ dia banyak terinspirasi  apa-apa saja kekurangan dan kelamahan kebijakan pembangunan. “Kunjungan saya ke berbagai sudut kota usai sholat subuh menjadi inspirasi dalam menyusun berbagai program pembangunan,”akunya.

Maka tak berlebihan, jika Helmi telah menatap Kota Bengkulu lima tahun mendatang. Sejauh matanya memandang, Bengkulu dalam benaknya harus menjadi kota yang makmur dan sejahtera bagi warganya. Dari segi fasilitas kota, Bengkulu harus lebih tertata dan lebih baik dari sektor infrastruktur. Sehingga, pelan tapi pasti,  sebagaimana dalam visi-misinya yang mengatakan; Terwujudnya Bengkulu yang Sejahtera dan Bermartabat”, APBD untuk rakyat. Dengan Empat Misi Kota Bengkulu yakni “mewujudkan Tata Kelola Pemerintah yang Baik atau Good Goverment / Clean Goverment, memujudkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Perkotaan, Mewujudkan Masyarakat Cerdas, Sehat, Berakhlak Mulia, dan Membangkitkan Ekonomi Kreatif, dan Iklim Usaha yang Kondusif, akan terwujud  diakhir  masajabatannya. Amin Yaa robbal alamin.

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *