Potensi Investasi di Bumi Laskar Pelangi
Jumlah investasi di Bangka Belitung dari tahun ke tahun terus meningkat. Tidak hanya sektor pariwisata, investor juga ditawarkan investasi di bidang energi dan perkebunan.
Keindahan Bumi Laskar Pelangi, sebutan lain Bangka Belitung (Babel), rupanya telah memikat hati para investor. Decak kagum para investor terletak pada pesona wisata baharinya yang menawan hati. Provinsi yang merupakan gabungan dari dua buah kepulauan, yakni Bangka dan Belitung, memiliki banyak pantai dengan karakteristik bebatuan granit yang khas dan permukaan pantai yang landai. Selain pantainya yang indah, terdapat 470 pulau yang menarik untuk dikunjungi di kawasan kepualauan ini, misalnya Pulau Lengkuas dan Pulau Memperak di Belitung.
Babel adalah kawasan kepulauan dengan 470 buah pulau, hanya 50 pulau yang telah berpenghuni. Inilah sebabnya betapa potensi wisata bahari yang ada di sana mampu menyuguhkan pengalaman wisata bahari yang berkesan, seperti snorkeling, memancing, hingga berlayar. Keindahan wisata bahari di Kabupaten Belitung dapat dinikmati baik di atas air maupun di bawah air. Di atas permukaan air, pengunjung dapat menikmati wahana speedboat maupun banana boat. Sementara, dari dalam air pengunjung dapat memanjakan diri dengan keindahan terumbu karang yang masih asli bahkan lebih itu di dalam laut pengunjung dapat menikmati pengalaman menemukan kapal-kapal kuno yang tenggelam sejak zaman jalur sutera dengan snorkeling maupun diving.
Mungkin itu pula sebabnya, dalam rangka pengembangan infrastruktur perkotaan dan fasilitas perkotaan, Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi saat ini sedang getol-getolnya merayu Investor. Maklum, Provinsi ini memiliki modal 100 pulau yang masih perawan.
Rustam pun berani memberikan kemudahan dan keuntungan kepada investor yang ingin menanamkan modal di Kabupaten Belitung. Diantaranya adalah pemerintah daerah lanjutnya akan memberikan kemudahan dalam perizinan usaha, kemudahan pembebasan lahan, jaminan keamanan dalam berinvestasi yang didukung oleh letak geografis dan kondisi keamanan yang kondusif.
Rustam menambahkan, dalam rangka mendukung pengembangan potensi wisata bahari di Bangka Belitung, selain akses ke bandara, dibutuhkan juga akses dermaga. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Belitung telah membangun dermaga khusus kapal pesiar atau marina. “Marina itu rencananya akan dibangun di Tanjung Kelayang dalam rangka mendongkrak potensi wisata Belitung,” jelas Sahani.
Pembangunan marina, lanjut Rustam, dilaksanakan oleh Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung hanya akan menyiapkan masterplan pembangunan. “Ini program Kemenko Maritim, Kami ingin yacht (kapal pesiar) dunia yang ikut sail Indonesia, bisa mengunjungi Tanjung Kelayang,” tambahnya. Untuk membangun sebuah marina, Kementerian Koordinator Maritim telah menyiapkan anggaran sekitar Rp6 miliar.
Sebagai destinasi wisata, Belitung diharapkan bisa menggenjot pendapatan daerah di sektor pariwisata. Saat ini, wisata Belitung mayoritas masih dikunjungi masyarakat dalam negeri sebanyak 70% wisatawan lokal. Sisanya, dari luar dengan jumlah wisatawan rata-rata mencapai 200 ribu wisatawan per tahun.
Memiliki 100 pulau di daerahnya, Rustam cukup getol mengajak investor dalam maupun luar negeri untuk mengembangkan pariwisata yang ada di Kabupaten Belitung. Sebab, Kabupaten Belitung juga sedang melakukan pengembangan objek wisata darat seperti kawasan Geopark, dengan mengandalkan situs bebatuan yang unik dan besar yang berada di daerah Belitung. Objek wisata itu dikemas dengan hutan lindung yang alami dan wisata agropolitan untuk dijadikan destinasi pariwisata di Belitung.
Potensi investasi di bidang pariwisata yang ditawarkan Kabupaten Belitung kepada para investor adalah bidang perhotelan dan pelabuhan marina. Dalam hal ini, pemerintah daerah membuka beberapa titik yang telah ditentukan untuk dikembangkan menjadi pelabuhan marina (kapal-kapal yacht).
Rustam berharap dengan adanya pengembangan pariwisata di Kabupaten Belitung melalui para investor yang menanamkan modalnya di Belitung, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah yang memberikan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.
Dengan target 20 juta orang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga 2019, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi, telah menyiapkan program pariwisata untuk mencapainya.
Gubernur Rustam Effendi mengatakan bahwa pihaknya mengoptimalkan kunjungan wisman didaerah ini melalui berbagai program, promosi, dan anggaran dengan berbagai kegiatan kepariwisataan.
Rustam sampaikan bahwa saat ini di kepulauan Bangka Belitung didatangi duta besar dari negara-negara di kawasan Amerika Serikat, investor asal Afrika Selatan, Kribia, Jepang dan negara lain guna melihat langsung potensi pariwisata di Bangka Belitung.
Promosi gencar pada potensi pariwisata bahari, seni budaya, sejarah, dan pariwisata buatan ke berbagai mancanegara. Disamping itu, pemerintah provinsi juga telah menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk menyediakan informasi-informasi potensi pariwisata secara lengkap kepada tamu-tamu dari berbagai negara tersebut.
Yang menjadi fokus dari pembangunan sektor pariwisata ini adalah meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang juga tidak kalah indahnya dengan wisata provinsi lain seperti Bali, Lombok, dan lainnya.
Investasi Terkendala Listrik
Saat ini ada 17 izin pendirian hotel di Pulau Belitung yang tertunda akibat ketersediaan listrik yang terbatas. Jelas-jelas inilah yang menjadi penyebab penghambat percepatan investasi sektor pariwisata.
Rustam memastikan, ketersediaan listrik yang terbatas ini cukup menyulitkan pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Saat ini persoalan kelistrikan masih belum tuntas sehingga menghambat pembangunan di daerah ini,” katanya.
Rustam Berharap PLN segera mencarikan solusi keterbatasan energi listrik, agar investor mau berinvestasi mengembangkan potensi sumber daya alam, kepariwisataan, jasa dan lainnya di daerah tersebut. “Kita siap membantu memfasilitasi PLN menyelesaikan persoalan energi listrik ini segera selesai,” ujarnya.
Jika PLN tidak peduli, Rustam mempertanyakan monopoli PLT terhadap pengelolaan dan sumber daya listrik di negeri ini. “Saya orang yang paling kritis, menggugat monopoli PLN dalam hal pengadaan sumber daya listrik,” pungkasnya. JP Hasibuan-YOKATTAnews
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih