Sebelum ke Amerika, RI 1 Kampanye Infrastruktur

Sebelum ke Amerika, RI 1 Kampanye Infrastruktur

Sehari sebelum ke negeri Paman Sam, Presiden Jokowi sengaja mengundang media televisi Bloomberg. Dalam wawancara dengan TV asing itu, Jokowi memaparkan pembangunan infrastruktur yang dia geber selama dua tahun ini.

 

Entah kenapa, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Lampung, Kamis lalu, tidak menyertakan wartawan lokal dari Jakarta. Sebagaimana biasanya, Presiden Jokowi kerap mengikutsertakan wartawan Istana. Namun, kali ini, tak satu jurnalis pun turut dalam rombongan.

Setelah Presiden Jokowi menaiki pesawat, yang terlihat menaiki tangga pesawat adalah empat orang kru wartawan dari Bloomberg, sebuah media massa dari Amerika Serikat.

Begitu Tiba di Lampung, Mantan Wali Kota Solo ini mengajak jurnalis dan tiga orang kru media asing itu blusukan ke gudang lelang penjualan ikan. Kemanapun Jokowi dalam kunjungan itu, seorang wanita jurnalis dan kru asing yang berpakaian batik itu terus saja membuntuti Presiden.

Seusai blusukan, para jurnalis asing dalam rangkaian rombongan Presiden menuju Tol Trans-Sumatera ruas Sabah Balau, Lampung Selatan. Di proyek tersebut, Presiden mendapat pemaparan tentang pembangunan jalan tol.

Belakangan diketahui, Kedatangan wartawan Bloomberg ke Lampung ternyata sudah dirancang jauh-jauh hari. Pasalnya, di lokasi pembangunan jalan tol itu, ada satu tempat khusus yang disediakan untuk wawancara eksklusif dengan media Bloomberg. Targetnya, wawancara ekslusif ini akan ditayangkan di TV Paman Sam itu sehari sebelum Presiden Jokowi melakukan lawatan ke Amerika Serikat.

Wawancara digelar di simpang susun Tol Trans-Sumatera ruas Sabah Balau. Sebuah panggung kecil berukuran 3×2 meter dengan tinggi sekitar 20 sentimeter disulap menjadi studio luar ruangan. Tiga kamera dipasang di berbagai sisi untuk merekam wawancara itu. Selama 25 menit, Presiden yang siang itu mengenakan baju putih menjawab pertanyaan presenter Bloomberg, Haslinda Amin, yang mengenakan pakaian merah.

“Saya ingin tunjukkan pembangunan infrastruktur yang kita kerjakan ke negara-negara asing. Mereka harus tahu ada pembangunan Tol Trans-Sumatera, kereta cepat, tol laut, pembangunan jalur kereta di Sulawesi, pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt, dan lainnya,” katanya.

Tujuannya agar negara asing percaya infrastruktur berjalan. “Kalau kepercayaan itu muncul, akan ada arus investasi masuk,” kata Jokowi lagi.

Chris Brummitt, jurnalis Bloomberg mengaku simpatik dengan kepemimpinan Jokowi. Pasalnya, Jokowi dianggap berhasil memimpin Indonesia di tengah melemahnya perekonomian dunia dan Indonesia.

Pemerintahan Jokowi-JK memang tak main-main mengumbar janji dalam kampanyenya semasa mencalonkan presiden,yakni menggeber pembangunan infrastruktur dalam kurun waktu 5 tahun. Saat ini, setahun lebih sudah kabinet kerja pemerintahan Jokowi-JK memimpin Indonesia. Banyak target dicanangkan selama setahun ini. Salah satunya, pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.

Rencana pembangunan itu meliputi ruas jalan tol, bendungan, dan jembatan. Ada beberapa ruas jalan tol yang dibangun pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat.

Untuk jalan tol, pemerintah menargetkan bisa membangun total lebih dari 3.000 kilometer selama periode 2015−2025. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR mencatat akan ada 3.733 kilometer jalan tol baru dibangun di seluruh wilayah Indonesia selama periode tersebut.

Sepanjang tahun ini pemerintah sudah melakukan pembangunan beberapa ruas jalan tol. Adapun jalan tol yang dibangun itu meliputi Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi II, Jalan Tol Manado-Bitung, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Jalan Tol Trans-Sumatera, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja), Jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono, dan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Selama 2015, berikut perkembangan pembangunan jalan tol.

 

Tol Cinere-Jagorawi (Cijago)

Pembangunan Jalan Tol Cijago sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak 2011. Namun, pembangunan yang dilangsungkan hingga November 2011 itu hanya meliputi seksi I dari Jalan Raya Bogor ke Jagorawi. Tol Cijago seksi I sepanjang 3,7 kilometer pun sudah bisa digunakan per Januari 2012.

Selama 2015 ini Kementerian PUPR kembali mulai membangun Tol Cijago seksi II. Tol ini menghubungkan Jalan Raya Bogor-Kukusan sepanjang 5,5 kilometer. Hingga Oktober silam, pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Cijago seksi II hanya tinggal menyisakan 2,5 hektare dari total 53 hektare yang dibutuhkan.

Pencapaian itu membuat Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, optimistis Tol Cijago seksi II bisa beroperasi pada pertengahan 2016. Sementara itu, untuk seksi III yang menghubungkan ruas Kukusan-Cinere juga masih dalam tahap pembebasan lahan.

Adapun Tol Cijago merupakan bagian dari jaringan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II. Tol ini melingkar dari Bandara hingga Tanjung Priok. Jaringan JORR II merupakan lingkaran kedua dari jaringan Tol JORR.

 

Tol Manado-Bitung

Jalan Tol Manado-Bitung memiliki panjang total 39,9 kilometer dan dibangun dalam dua seksi. Pembangunan seksi I sepanjang 14,9 kilometer merupakan dukungan pemerintah dan seksi II sepanjang 25 kilometer bakal menjadi tanggung jawab Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Bersama-sama dengan pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda, pemerintah menjadikan Tol Manado-Bitung sebagai prioritas proyek pembangunan tol di luar Jawa. Jalan Tol Manado-Bitung sendiri diyakini memiliki prospek cerah karena dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

Kontraktor pelaksana Jalan Tol Manado-Bitung adalah China Hebei Road dan Bridge Group Co. Ltd. yang bekerja sama dengan PT Hutama Karya (Persero) Tbk. Konstruksi sendiri direncanakan selesai pada Juni 2018.

 

Tol Cimanggis-Cibitung

Pada mulanya, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung direncanakan dibangun sepanjang 25,39 kilometer yang terdiri dari empat seksi. Seksi I menghubungkan Cimanggis-Transyogi sepanjang 5,27 kilometer, seksi II dengan ruas Transyogi-Narogong sepanjang 3,48 kilometer, seksi III Narogong-Setu sepanjang 8,83 kilometer dan seksi IV antara Setu-Cibitung Junction sepanjang 7,63 kilometer.

Saat ini, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung akan dibangun sepanjang 26,3 kilometer dan hanya terdiri dari dua seksi pekerjaan, yakni seksi I dengan ruas Cimanggis-Transyogi sepanjang 3,5 kilometer dan seksi II dari Transyogi-Cibitung sepanjang 22,8 kilometer.

PT Waskita Toll Road, investor utama proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, mengalokasikan dana sebesar Rp7 triliun untuk pembangunan tol tersebut. Jumlah itu sudah termasuk biaya konstruksi jalan tol. Pembebasan lahan secara total ditargetkan selesai pada 2016 dan konstruksi akan rampung pada 2017 sehingga tol bisa benar-benar digunakan pada awal 2018.

 

Jalan Tol Trans-Sumatera

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera meliputi 24 ruas yang membentang dari Lampung hingga Aceh. Saat ini pemerintah sedang mempercepat proses pembangunan Tol Trans Sumatera dengan rencana membangun delapan ruas terlebih dahulu.

Ruas tol yang akan dibangun lebih dulu itu adalah Medan-Binjai (17 km), Palembang-Simpang Indralaya (22 km), Pekanbaru-Dumai (126 km), Bakauheni-Terbanggi Besar (140 km), Terbanggi Besar-Pematang Panggang (100 km), Pematang Panggang-Kayu Agung (85 km), Palembang-Tanjung Api-api (100 km), dan Kisaran-Tebing Tinggi (60 km).

Pada 2015 ini ada beberapa ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang sedang tahap pembangunan, di antaranya ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan Tol Palembang-Simpang Indralaya. Proses peletakkan batu pertama kedua ruas itu bahkan dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada April 2015 lalu.

Hingga September kemarin, pembebasan lahan Palembang-Simpang Indralaya sudah terbayar 7 kilometer. Adapun untuk rute Bakauheni-Terbanggi Besar, lahan yang sudah siap dibayarkan mencapai 8.5 kilometer. Saat ini pengerjaan ruas tersebut baru mencapai satu kilometer dari total 140 kilometer yang akan dibangun

Sementara itu, Jalan Tol Palembang-Simpang Indralaya membentang sepanjang 22 kilometer dan pengerjaannya dibagi menjadi tiga seksi. Seksi pertama adalah Palembang-Pemulutan sepanjang 7,1 kilometer, seksi kedua mulai Pemulutan hingga Kota Terpadu Mandiri (KTM) sepanjang 4,9 kilometer, dan seksi ketiga dari KTM sampai Indralaya sepanjang 9,9 kilometer.

Seksi pertama ditargetkan rampung pada akhir 2016, sedangkan Tol Palembang-Simpang Indralaya dijadwalkan beroperasi pada semester pertama 2017. Sementara itu, ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dijadwalkan rampung pada 2018.

Pengerjaan 24 ruas Jalan Tol Trans Sumatera nantinya diserahkan kepada PT Hutama Karya (persero). Untuk pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Bakauheni, Lampung, PT Hutama Karya (Persero) membutuhkan dana investasi sebesar Rp16,795 triliun. Sementara untuk pembangunan ruas Tol Palembang-Simpang Indralaya, PT Hutama Karya (persero) membutuhkan dana sebesar Rp3,3 triliun.

  1. Parlindungan Hasibuan

 

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *