“Tingkatkan Mutu Pendidikan yang Berkualitas”

Prof. Dr. E.S. Margianti, SE, MM,  Rektor Universitas Gunadharma:

 

“Tingkatkan Mutu Pendidikan yang Berkualitas”

Universitas Gunadarma mempunyai komitmen untuk taat asas dan menerapkan prinsip tata kelola yang baik, termasuk keluwesan dalam menghadapi berbagai dinamika dari era globalisasi saat ini.

 

Memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), berbagai perguruan tinggi di  ASEAN termasuk Indonesia, mau tidak mau akan masuk dalam dinamika dunia melalui bidang budaya, politik, dan keamanan yang termasuk lingkup ekonomi global. Pendidikan sangat penting bagi setiap negara sebagai pencetak sumber daya manusia yang baik sehingga memiliki daya saing. Peran perguruan tinggi sangat vital dalam mengemban tugas belajar mengajar agar dapat mencetak lulusan yang berkualitas. Dalam hal ini ialah lulusan yang bisa diandalkan dalam dunia lapangan kerja dan tidak kalah saing dengan lulusan institusi pendidikan negara Asean lainnya. Perguruan tinggi, dalam pendidikan formal maupun nonformal, harus menyediakan berbagai fasilitas pendidikan, termasuk kesejahteraan para tenaga pendidik sehingga dapat meningkatkan spirit tenaga pendidik maupun anak didik.

Berikut wawancara YOKATTA News dengan Prof. Dr. E. S. Margianti, SE, MM, Rektor Universitas Gunadharma.

 

Berlakunya Era MEA 2016 tentu berdampak pada Perguruan Tinggi Nasional. Secara kelembagaan harus siap bersaing dengan Perguruan Tinggi di ASEAN (8 negara) termasuk Indonesia. Upaya apa yang ditempuh oleh Universitas Gunadarma dalam meningkatkan kualitas lulusannya?

Universitas Gunadarma secara tersirat sudah merespons pelbagai perubahan lingkungan eksternal, termasuk regulasi atau konvensi di tingkat internasional. Misalnya, pemberlakuan MEA, pada saat proses perumusan profil lulusan di semua program studi sesuai jenjang pendidikannya. Kemampuan lulusan dalam menghadapi perubahan dan dinamika dunia kerja dan dunia industri merupakan salah satu capaian pembelajaran dari profil lulusan tersebut. Upaya peningkatan keterserapan lulusan tersebut sudah mempertimbangkan aspek persaingan di tingkat internasional, yang secara formal disajikan pada peta strategi pada rencana strategis institusi yang salah satu aspeknya adalah memperkuat jejaring internasional.

Contoh program strategis yang berhubungan dengan keterserapan lulusan, yaitu bekerja sama dengan asosiasi profesi yang dapat menangkap sinyal pasar sesuai perkembangan terkini. Termasuk, peluang atau tantangan dalam kerangka pemberlakukan MEA di beberapa sektor yang relevan dengan bidang keilmuan yang dikembangkan di 30 program studi di Universitas Gunadarma. Berbagai asosiasi profesi sudah menjalin kerja sama dalam rangka memperkuat kompetensi lulusan, terutama dalam pengembangan kurikulum yang adaptif terharap perubahan kebutuhan masyarakat dan industri. Program lainnya, yaitu pengembangan jejaring internasional melalui program magang di industri bagi mahasiswa, baik dalam konteks penelitian maupun dalam penguasaan teknologi terkini yang diterapkan di industri. Contoh program magang yang sudah diterapkan pada program internasional, yaitu di Prancis, Tiongkok, dan Swedia.

 

Bagaimana pula Universitas Gunadarma meningkatan kualitas dosen, apakah ada kriteria khusus dalam perekrutan dosen?

Kualitas dosen merupakan satu dari tiga core competency dalam strategic map di tingkat institusi. Dua kompetensi utama lainnya, yaitu good universite governance dan infrastuktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Program peningkatan kualitas dosen terdiri dari beberapa kegiatan, di antaranya studi lanjut, peningkatan riset dan publikasi ilmiah, serta peningkatan jenjang kepangkatan dan sertifikasi profesi. Sampai saat ini, arah pengembangannya relatif on the track jika dilihat dari pencapaian indikator utamanya.

Jumlah dosen tetap di Universitas Gunadarma sampai akhir tahun 2015, tercatat sebanyak 1053 dosen tetap yang sudah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Jumlah dosen yang sudah memiliki pendidikan minimal S2 tercatat sebanyak 944 orang, sisanya sedang dalam tahap penyelelasaian program S2, dan sekitar 200 orang di antaranya sudah memiliki gelar Doktor. Dosen yang sudah memiliki sertifikat pendidik (sertifikasi dosen) hampir mencapai 600 orang. Pencapaian indikator tersebut didukung oleh kebijakan pemberian tunjangan penelitian; status Universitas Gunadarma sebagai pengguruan tinggi utama dalam program desentralisasi penelitian dari Kemenristekdikti; serta pemberian insentif publikasi ilmiah di tingkat nasional dan internasional.

Pencapaian indikator di bidang pengembangan dosen tersebut tidak terlepas dari proses rekrutmen yang diintegrasikan dalam proses manajemen SDM, yang dimulai dari analisis kebutuhan SDM sesuai dengan proyeksi pengembangan keilmuan pada setiap program studi serta strategi pengembangan institusi, termasuk rencana pengembangan program studi baru di Universitas Gunadarma.

Proses rekrutmen dosen diutamakan kepada individu yang mempunyai komitmen kuat untuk meniti karier sebagai pendidik yang disertai profil atau kompetensi keilmuan yang dibutuhkan. Pengembangan karier sebagai pendidik tersebut didukung dengan sistem merit yang memberikan apresiasi berbasis prestasi. Selain pemberian skema insentif, Universitas Gunadarma juga sudah memberikan program pensiun kepada dosen—yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Semua program pengembangan dosen tersebut tertuang dalam rencana strategis di tingkat fungsional, yaitu rencana pengembangan dosen.

 

Seperti apa persiapan Universitas Gunadarma dalam penguatan kelembangan dan peningkatan mutu pendidikan?

Seperti sudah disampaikan tadi, tata kelola universitas yang baik menjadi salah satu core competency dalam rencana pengembangan institusi. Komitmen tersebut sudah tertuang dalam dokumen Kebijakan dan Pedoman Umum Tata Kelola Universitas yang baik yang sudah disyahkan oleh Rektor. Dokumen tersebut menuangkan berbagai praktik yang baik (best practises) dan sistem nilai yang perlu diterapkan oleh setiap satuan akademik dan satuan kerja di lingkungan Universitas Gunadarma. Sebagai contoh, di bidang organisasi, Universitas Gunadarma menerapkan organisasi matriks yang bertumpu pada kohesifitas antarunit atau kerja sama lintas disiplin ilmu serta prinsip resource sharing untuk optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana.

Dari aspek perencanaan strategis, semua satuan akademik dan satuan kerja juga harus mempunyai program atau kegiatan khusus untuk bidang tata kelola yang merujuk ke rencana strategisnya masing-masing. Salah satu indikator utama untuk bidang tersebut adalah akreditasi dari BAN-PT. Saat ini, Universitas Gunadarma menjadi satu dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia yang memperoleh akreditasi institusi dengan nilai A, atau hanya 6 PTS di Indonesia. Dari 30 program studi yang diselenggarakan, 20 program studi terakreditasi A dan 10 Program Studi terakreditasi B.

Upaya peningkatan mutu akademik diarahkan pada penguatan delapan standar nasional pendidikan yang tertuang dalam Permenristek Dikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Salah satu ciri khusus atau kekuatan inti institusi, Universitas Gunadarma mempunyai standar tersendiri untuk tata kelola TIK yang tertuang dalam Cetak Biru Pengembangan TIK. Salah satu prestasinya, yaitu nominasi satu-satunya dari Indonesia untuk kategori Blended Learning Innovation dan kategori Best Teaching Delivery pada acara STARS Reimagine Education 2014 di Philadelphia Amerika Serikat; serta temasuk Top National Winner untuk ajang Telkom Smart Campus yang diselenggarakan oleh PT Telkom bekerja sama dengan Kementerian.

 

Pengembangan SDM di perguruan tinggi sangat penting. Seperti apa upaya yang dilakukan Universitas Gunadharma saat ini?

Dokumen Rencana Pengembangan Dosen yang sudah ditetapkan Rektor memerinci semua fungsi-fungsi manajemen SDM mulai dari analisis kebutuhan SDM sampai tahap pensiun. Proyeksi pengembangan SDM tersebut dilengkap dengan human resources information system sebagai salah satu fasilitas untuk menganalisis profil SDM saat ini. Seperti sudah disampaikan sebelumnya, analisis kebutuhan dan proyeksi pengembangan SDM diarahkan pada studi lanjut, program sertifikasi atau kompetensi, serta  peningkaan jenjang kepangkatan akademik. Keterlibatan SDM dalam tata kelola juga menjadi aspek penting karena SDM menjadi elemen kunci dalam kepempinan yang bersifat kolegial dan partisipatif yang menyeimbangkan pendekatan top-down dan bottom-up.

 

Apakah saat ini Universitas Gunadarma sudah memadai dalam hal tenaga kependidikan dan infrastruktur lain, seperti teknologi informasi, laboratorium, perpustakaan, dan sarana lainnya?

Universitas Gunadarma terus meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kependidikan. Penambahan dosen baru secara rutin dilakukan setiap saat sesuai dengan hasil analisis kebutuhan dan proyeksi pengembangan dengan tetap taat terhadap peraturan perundangan. Misalnya, standar rasio dosen-mahasiswa, serta rencana penambahan program studi baru. Peningkatan SDM tersebut diiringi dengan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendukungnya, termasuk gedung perkuliahan dan perkantoran.

Universitas Gunadarma saat ini memiliki 22 lokasi kampus yang tersebar di 4 wilayah yaitu (a) Depok dan sekitarnya mencakup 10 lokasi (21 gedung), (b) Jakarta, sebanyak 2 lokasi (2 gedung); (c) Bekasi, mencakup 5 lokasi (7 gedung); (d) Tangerang, mencakup 2 lokasi (4 gedung). Pemakaian lahan dan bangunan tersebut sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) atau peraturan terkait, termasuk rasio penggunaan terhadap dosen dan mahasiswa. Beberapa fasilitas modern yang sudah tersedia, di antaranya gedung perpustakaan pusat yang dilengkap dengan digital library management system serta langganan e-journal yaitu Springer dan ACM. Universitas Gunadarma juga sudah berlangganan Scopus dan mengelola jurnal online. Selain itu, Universitas Gunadarma juga mempunyai integrated laboratory yang memungkinkan penerapan self-learning.

Salah satu sumber daya yang dipergunakan secara bersama adalah sistem informasi dengan tetap menunjukkan tingkatan kewenangan dalam pengelolaan informasi mulai dari tingkat institusi sampai program studi dan satuan kerja di bawahnya. Prinsip sentralisasi sistem informasi tersebut memudahkan agregasi data untuk keperluan analisis internal dan pelaporan ke pihak eksternal. Konfigurasi dan topologi sistem informasi tersebut sudah dituangkan dalam Cetak Biru Pengembangan TIK (UG-ICT Blueprint) yang menjadi backbone untuk implementasi berbagai sistem informasi, dengan menerapkan kebijakan single sign-on. Sistem informasi manajemen akademik diintegrasikan pada beberapa layanan berbasis internet dan intranet, seperti paper deposit system di perpustakaan, career center system, virtual class, digital locker, portal ebook, e-journal, dan lain-lain.

 

Apakah ada kendala saat ini menghadapi MEA 2016?

Saya punya pandangan bahwa setiap kendala bisa dilihat dari perspektif lain, yaitu sebagai tantangan yang harus disikapi dan ditindaklanjuti dengan baik. Upaya merespons berbagai perubahan tersebut sudah menjadi misi universitas agar terus berkembang di tengah dinamika lingkungan eksternal. Universitas yang terus tumbuh selama 35 tahun sampai sekarang tidak terlepas dari komitmen dan kerja keras untuk dapat menghadapi berbagai kendala tersebut. Universitas Gunadarma mempunyai komitmen untuk taat asas dan menerapkan prinsip tata kelola yang baik, termasuk keluwesan dalam menghadapi berbagai dinamika dari era globalisasi saat ini. Jadi, implementasi MEA sudah menjadi keniscayaan yang tidak perlu disikapi secara pesimis. Saya meyakini bahwa perguruan tinggi di Indonesia mampu menghasilkan lulusan yang dapat menghadapi tantangan MEA ini, termasuk Universitas Gunadarma.

 

Apa harapan Ibu ke pemerintah agar Kampus Universitas Gunadarma siap bersaing dengan kampus negara lain?

Sedari awal, Universitas Gunadarma tidak secara harfiah memandang perguruan tinggi lain, termasuk dari negara lain, sebagai pesaing. Setiap perguruan tinggi mempunyai keunggulan atau kekhasasan dalam penyelengaraan pendidikannya. Prinsip kesetaraan serta kepentingan dan jati diri nasional menjadi sistem nilai dari Universitas Gunadarma untuk mencapai visi insitusi dalam meningkatkan jejaring dan reputasi di tingkat Internasional. Pespektif dan prinsip tersebut dapat diwujudkan oleh Universitas Gunadarma ketika menjalin kerja sama dengan lebih dari 30 perguruan tingggi dan lembaga di tingkat internasional. Kemitraan tersebut menjadi salah satu upaya Universitas Gunadarma untuk mengubah perspektif “pesaing” menjadi mitra yang saling memahami keunggulan masing-masing sehingga dapat saling berbagi atau alih IPTEKS di antara perguruan tinggi sesuai dengan kepentingan nasionalya masing-masing.

 

Apa pandangan Ibu terhadap pemberlakukan sertifikat kompetensi bagi setiap lulusan sarjana?

Saat ini Universitas Gunadarma sudah menjalin kerja sama dengan berbagai asosiasi profesi atau vendor teknologi untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang dilengkapi dengan sertifikasi profesi atau keahlian penguasaaan teknologi di tingkat nasional dan internasional. Universitas Gunadarma juga sudah membuat kelompok kerja yang terus melakukan pengembangan kurikulum yang dapat memenuhi berbagai tuntutan kompetensi di industri. Beberapa asosiasi yang sudah bekerja sama tersebut di antaranya Oracle, Sisco, SAP, Asosiasi di industri keuangan, serta lembaga konsultan di sektor properti, sipil, dan elektro. Jadi, pemberlakuan sertifikat kompetensi seharusnya dipandang bukan sebagai permintaan dari industri atau tuntutan regulasi saja, tetapi harus menjadi kebutuhan dari masing-masing perguruan tinggi dalam upaya memperkuat kompetensi lulusannya.

 

Samsul Bakhri

 

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *