Rocky di Mata Warganya

Sosok bupati yang satu ini cukup terkenal di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Gebrakannya menjadikan Kabupaten Aceh Timur menjadi kawasan yang awalnya minus, kini sudah menggeliat.

Seorang ibu lansia hendak menemui Bupati Rocky. Beberapa lansia yang renta duduk di kursi ruang tamu bupati yang cukup luas. Para lansia pria dan perempuan itu setia menunggu sang Bupati yang belum datang di hari Jumat pagi itu. Para lansia itu ternyata ingin mengadukan permasalahan mereka langsung kepada Bupati.

Ada yang mengadukan anaknya mau bekerja kontrak di Kantor Bupati, ada pula yang mengadukan  rumah tinggalnya sudah reot dan meminta dibangun Pemda.  “Saya mau minta bantuan Pak Bupati untuk membangunnya lagi,” ujar Muhammad Dzafar (70). Dia datang sendiri tanpa ditemani kerabatnya. Ternyata, bukan hanya Dzafar, banyak tamu warga biasa lainya setiap hari yang datang menemui Bupati langsung. Tujuannya, mengeluhkan masalah-masalah kebutuhan, pelayanan publik, dan kemiskinanya.

Kabarnya, Bupati Rocky selalu menerima mereka langsung tanpa melalui protokoler bawahan. Mereka diajak berbicara dan diberi solusi jika pulang. Kebiasaan itulah yang membuat warga Aceh Timur dekat dengan bupatinya.

Dibidang Pertanian, Aceh Timur begitu luar biasa dalam memberikan kontribusi ketahanan pangan nasional. Kabupaten sebanyak 24 kecamatan ini pernah mendapatkan penghargaan pada tahun 2013 dari Bapak SBY dan tahun 2015 dari Kementan RI dalam hal keberhasilan mewujudkan produksi dan produktivitas padi. Bayangkan, luas lahan sawah 35.000 hektare dapat di tanam tanpa ada yang terbengkalai. Luasan tanam-panen seperti ini tidak ada di kabupaten lain di Aceh. Ini menunjukkan bahwa Aceh Timur di bawah kepemimpinan Bupati Rocky telah banyak membawa perubahan terutama di sekor pertanian. “Aceh Timur ingin tetap mempertahankan produksi dan produktivitas padi untuk ketahanan pangan nasional secara umum—Aceh dan Aceh Timur khususnya. “Oleh Karena itu, dukungan-dukungan baik dari pemerintah pusat maupun provinsi Aceh sangat kami harapkan, seperti bidang penyuluhan, transportasi, perbaikan jaringan irigasi, dan lain-lain,” begitu kata  Rocky.

            Di awal pemerintahannya, Gebrakan Rocky menjadikan Idi sebagai pusat pemerintahan membuat ekonomi Idi langsung menggeliat. Rocky dengan berbagai cara membangun kantor pemerintahan satu per satu. Pusat pemerintahan itu sangat luas, berada di atas bukit. Dimulai dari dinas-dinas, kini, sedang dibangun kantor bupati dan kantor DPRK. Seluruh dinas menempati satu bangunan yang arsitekturnya sama, megah. Sementara itu, bupati masih menempati kantor Sekda. ”Saya belajar dari gaya bangunan di Kota Putra Jaya, Malaysia. Modelnya bagus,” katanya ketika ditanya dari mana ide bangunan yang unik tersebut.

            Rocky juga intens mengembangkan kawasan pesisir Peureulak sampai sepuluh kecamatan menjadi pelabuhan yang kuat. Penghidupan sepuluh kecamatan di kawasan Aceh Timur tersebut masih bergantung pada perikanan.

            YOKATTA News sempat mendatangi pelabuhan dan TPI di Kuala Idi, Aceh Timur. Pelabuhan tersebut kini sangat ramai. Sepuluh kapal kecil penuh ikan sedang bersandar. Padahal, hari masih siang (pukul 12.30). Menurut para nelayan, masih banyak yang akan bersandar di pelabuhan tersebut. Menurut beberapa nelayan, sekitar 40 ton ikan setiap hari bisa dihasilkan di pelabuhan itu. Tampak ikan-ikan itu langsung di-packing dan dinaikkan ke atas truk. “Ikannya langsung dikirim ke Medan dan beberapa kota di Sumut lainnya. Tidak boleh tertunda karena ikan di sini tidak boleh diberi pengawet.

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *