Indonesia Unjuk Gigi di Guangzhou International Award
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mendorong partisipasi pemerintah provinsi, kabupaten dan kota (pemerintah daerah) untuk menyebarluaskan inovasi pelayanan publik di level internasional.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah daerah adalah berpartisipasi dalam the 6th Guangzhou International Award for Urban Innovation yang disponsori oleh United Cities and Local Governments (UCLG) dan World Association of the Major Metropolises (Metropolis).
“Kompetisi internasional seperti ini perlu diikuti untuk mengembangkan kemampuan, menambah keterampilan, serta sebagai motivasi diri yang dapat mengambil peluang dan tantangan guna meningkatkan jaringan dan wawasan global,” jelas Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kementerian PANRB Ajib Rakhmawanto dalam sosialisasi dan sharing knowledge the 6th Guangzhou International Award for Urban Innovation, Selasa (05/09). Sosialisasi dan sharing knowledge diikuti oleh para perwakilan pemerintah daerah melalui Zoom dan YouTube.
Guangzhou International Award for Urban Innovation ditujukan untuk pemerintah daerah yang memiliki inovasi pelayanan publik dan masih berlangsung sampai dengan saat ini. Tujuan dari penghargaan Guangzhou adalah mengakui manfaat inovasi dalam memperbaiki keberlanjutan sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata pemerintahan urban yang di kota dan daerah sehingga dapat memajukan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya. Penghargaan Guangzhou diharapkan menjadi sebuah wadah global antar kota untuk saling belajar, serta menjadi dokumentasi, diseminasi, dan analisis penerapan lokal agenda-agenda global, termasuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Agenda Baru Perkotaan (NUA).
Ajib menuturkan yang mewakili Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa turut menyampaikan bahwa indeks inovasi Indonesia telah mengalami peningkatan. Indonesia mendapatkan skor 27,90 dan menempati peringkat 75 dari 132 negara pada tahun 2022 berdasarkan Indeks Inovasi Global World Intellectual Property Organization (WIPO). Pada tahun 2021, Indonesia masih menduduki peringkat 87.
Finalis Guangzhou International Award for Urban Innovation 2021 yaitu Inovator Ojek Makanan Balita (Omaba) turut berbagi pengalamannya dalam Kegiatan sosialisasi dan sharing knowledge yang diselenggarakan Kementerian PANRB. Omaba adalah program swadaya masyarakat seperti ojek daring untuk mengantarkan makanan pada balita, tepatnya di Gedebage, Bandung, Jawa Barat. Sasaran program Omaba adalah balita-balita yang kurang gizi dan tidak mampu agar terhindar dari gizi buruk dan stunting.
Terpilihnya Omaba dalam ajang kompetisi tersebut didasarkan pada penilaian oleh para juri bahwa Omaba adalah inovasi yang inklusif dan penting bagi pembangunan berkelanjutan. Keberlanjutan inovasi dinilai berdasarkan implementasi program Omaba yang telah berjalan sejak tahun 2013 hingga kini. Kelebihan Omaba berikutnya adalah baik inovator Omaba dan pihak-pihak yang terlibat memiliki nilai dan konsensus yang disepakati bersama. Selain itu, Omaba tidak membutuhkan biaya mahal karena hanya menggunakan teknologi sederhana dan memberdayakan masyarakat sekitar yaitu Ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Pemerintah daerah dapat berpartisipasi dalam the 6th Guangzhou International Award for Urban Innovation dengan mendaftar secara mandiri melalui laman www.guangzhouaward.org.
Pendaftaran dibuka hingga Jumat, 8 September 2023 pukul 22.59 WIB. Para inovator dapat mengirimkan data dukung inovasi berupa artikel publikasi, foto, video, peta, atau materi lainnya yang dapat dikirim melalui surat elektronik info@guangzhouaward.org sebelum waktu penutupan pendaftaran.
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih