Gempa Besar di Jepang: Perwakilan RI di Tokyo-Osaka Beri Bantuan ke WNI
Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Semenanjung Noto di Prefektur Ishikawa, Jepang, di hari pertama di 2024 pukul 16.10 waktu setempat. Peringatan tsunami telah disampaikan otoritas Jepang ke seluruh sisi pantai barat negara itu. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan potensi gelombang setinggi 5 meter, yang merupakan peringatan tingkat siaga tertinggi.
Ini mendorong masyarakat di wilayah prefektur Ishikawa, Niigata, Toyama dan Yamagata, mengevakuasi dan meninggalkan daerah pesisir. Laporan Japan Times menyebut gelombang setinggi lebih dari 1,2 meter mencapai Pelabuhan Wajima Semenanjung Noto di Ishikawa sekitar pukul 16:21 waktu setempat. “Orang yang terkena tsunami lebih dari 1 meter dianggap sangat mungkin tidak mampu berdiri, dengan potensi kematian,” kata Badan Meteorologi dikutip The Japan Times, Senin (1/12/2023).
Gempa juga dirasakan di wilayah Prefektur Niigata, Toyama, dan Fukui, Nagano, Gifu, Tokyo, Yamagata, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Shizuoka, Aichi, Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, Tottori, Iwate, Miyagi, dan Akita. Gempa menyebabkan gelombang tsunami di beberapa wilayah.
Saat ini, Kementerian Luar Negeri RI sedang berkoordinasi dengan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka untuk mengetahui dampak gempa dan tsunami. KBRI dan KJRI tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan simpul masyarakat Indonesia. Sistem lapor diri KBRI Tokyo mencatat terdapat 1.315 WNI yang menetap di Prefektur Ishikawa.
KBRI Tokyo dan KJRI Osaka mengeluarkan imbauan agar masyarakat WNI waspada atas gempa susulan dan tsunami. Serta selalu memantau informasi dan arahan otoritas setempat. Peringatan tsunami di sepanjang pesisir barat Jepang masih belum dicabut hingga kini waktu Jepang. KBRI Tokyo dan KJRI Osaka telah mengaktifkan nomor hotline untuk situasi darurat sebagai berikut:KBRI Tokyo:+818035068612 dan KJRI Osaka: +818031131003.
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih