Berbenah Mengahadapi MEA
Pemkab Jayapura bersiap menghadapi MEA. Selain kebersihan lingkungan, Pemkab Jayapura juga akan menggenjot sektor pariwisata sebagai sektor unggulan untuk mendulang pendapatan asli daerah.
Menyambut masa berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA sektor pariwisata dianggap sebagai sektor relatif mudah dipersiapkan. Presiden Jokowipun sudah menginstruksikan kepada semua kepala daerah mempersiapkan pariwisatanya di masing-masing daerah. Sektor pariwisata memang dianggap paling seksi, sebab cukup dengan mempersiapkan infrastrukturnya, lalu mempromosikan keunikan satu daerah melalui media, sudah cukup untuk mengundang para wisatawan. Ceritanya akan lebih sulit, jika dibanding dengan mengundang investor ke satu daerah.
Mungkin karena itu, Instruksi presiden itu pun langsung dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura. Bupati Jayapura Mathius Awaitouw mengatakan,sektor pariwisata di Kabupaten Jayapura menjadi sektor prioritas pengembangan. Maklum, selain menjadi wilayah penyanggah bai Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dianggap memiliki insfrastruktur yang lebih memadai ketimbang kabupaten lainnya. Sebut saja Lapangan Udara Sentani dan hotel berbintang lainnya, semjua sudah tersedia di Kabupaten Jayapura.
Tak hanya itu, kebersihan kota dan tempat-tempat paqriwisata menjadi satu hal yang menjadi keharusan dalam hal mengundang wisatawan. Sebagai wujud dari bersih dan indahnya Kabupaten Jayapura, 23 November lalu, Pemkab Jayapura berhasil menerima penghargaan Adipura kecil. Oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Kabupaten Jayapura dianggap sebagai salah satu kabupaten yang telah mampu menciptakan kebersihan lingkungan.
Dalam wawancaranya dengan Yokatta News, Mathius pun optimistis industri pariwisata akan menjadi salah satu lokomotif ekonomi, yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, membuka lapangan kerja baru, dan menciptakan sentra industri kreatif di Kabupaten Jayapura.“Pengembangan pariwisata adalah kegiatan multidimensi dari rangkaian proses pembangunan daerah. Pembangunan sektor pariwisata erat kaitannya dengan aspek sosial, budaya, ekonomi dan politik. Jika ditangani serius akan tercipta efek berganda di berbagai bidang,” jelas Mathius.
Karena itu Mathius bilang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura kini gencar mengembangkan industri pariwisata melalui penyelenggaraan Festival Bahari Tanah Merah 2015. Menurut dia, kegiatan berskala nasional itu selain berdampak positif bagi penerimaan devisa negara, juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru di Kabupaten Jayapura, yang terdiri atas 19 distrik, lima kelurahan, dan 139 kampung.“Syukurlah, target kami tepat sasaran. Banyak wisatawan mancanegara dan domestik berkunjung ke Kabupaten Jayapura menyaksikan Festival Bahari Tanah Merah 2015 yang dihelat pada Tanggal 3 November lalu. Mereka tertarik berkunjung ke Danau Sentani, Tugu Jenderal Douglas McArthur di Ifar Gunung, Situs Megalitikum di Doyo, Kampung Wisata Tablanusu, Kali Biru, dan makam tentara Jepang,” jelas dia.
Selain itu, Mathiuspunya komitmenmenginstruksikan agar Pemkab Jayapura dan jajarannya terus mengembangkan industri kerajinan tangan berupa lukisan kulit kayu di Kampung Asei. Tradisi melukis kulit kayu yang dimulai sejak tahun 1600 banyak diminati wisatawan mancanegara (wisman) maupun domestik.
Menurut Mathius, kegiatan tahunan “Festival Bahari Tanah Merah”akan diselenggarakan Pemkab Jayapura setiap tahun, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kempora) dan Kementerian Pariwisata mampu menarik kunjungan wisman, dan domestik.“Perlu usaha lebih keras lagi agar Kabupaten Jayapura makin dikenal di manca negara dan daerah lainnya di Indonesia. Kami sangat serius mengembangkan pariwisata untuk menjadikan sebagai salah satu sumber pemasukan daerah. Ini tantangan yang harus dijawab melalui kerja keras,” kata Mathius.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura Alfius Demena mengatakan, Festival Bahari Tanah Merah 2015 selain menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk wisata olah raga (sport tourism), juga dapat memicu pertumbuhan ekonomi daerah.“Wisata olah raga terus dikembangkan seperti paralayang, balap sepeda, maraton hingga triatlon. Kami yakin wisata olah raga akan berdampak positif bagi pariwisata nasional karena akan membuka peluang investasi melalui kerja sama antara pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat,” jelas Alfius.
Kunjungan USAID
Bupati Jayapura Mathius Awaitouw, SE, M.Si, menerima kunjungan Minister Counsellor Bidang Kerjasama Pembangunan (USAID) dari Kedubes Australia Jean-Bernart beserta rombongan di VIP Room Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani Tanggal 5 Oktober 2015 lalu.
Tujuan kedatangan tim USAID (Australia) itu adalah untuk menginformasikan adanya kebijakan Pemerintah Australia yang memangkas bantuan-bantuan ke Indonesia termasuk bantuan yang dikelola USAID hingga 40%, sehingga perlu membicarakan dan mendesain kembali hal-hal yang menjadi prioritas Kabupaten Jayapura saat ini kaitannya dengan kerjasama yang telah dilakukan selama ini, dan diskusi prioritas-prioritas ke depannya.
Menurut Jean Bernard, bentuk kerjasama AIPD dengan Kabupaten Jayapura saat ini sudah akan berakhir pada bulan Juli 2016, tetapi tetap menjadi landasan untuk program baru yang namanya ‘KOMPAK’ yang difasilitasi mitra BHAKTI. “Kami mencoba untuk mendesain program peningkatan kualitas SDM aparatur,”Program Landasan adalah salah satu program yang dipakai untuk melahirkan program lainnya. Program landasan juga mendapat dukungan pembiayaan dari Pemkab Jayapura, dan ini menjadi perhatian kami,” tambah Jean-Bernard.
Mathius menjelaskan bahwa Pemkab Jayapura selama ini telah menjalin kerjasama dengan USAID. Kerjasama sudah tiga tahun berjalan. Karena itu, peningkatan kwalitas pun menjadi topik pembicaranaa. ”Kita sudah berjalan selama 3 tahun, sehingga kita perlu bicara tentang peningkatan kualitas. Program pendidikan dan kesehatan harus mendapat prioritas utama termasuk Kabupaten Jayapura Layak Anak, kita mulai dari Kampung Layak Anak. Dalam bidang kesehatan perhatian khusus pada Polindes dan Pustu untuk menjamin kesehatan Ibu dan Anak”.
Menurut Mathius, ada banyak tantangan di Kabupaten Jayapura. Namun yang menjadi masalah utama adalah SDM. 1000 hari pertama kehidupan, perlu mendapat perhatian serius. Untuk itu, tenaga-tenaga harus ada di tempat.
Kemudian kerjasama dalam bidang Reformasi Birokrasi lanjut Mathius, harus ada sinkronisasi SKPD dan Kampung. Distrik nantinya akan dijadikan sebagai Pusat Data dan Pusat Pemberdayaan. Kerjasama dengan BPK, BPKP dan Ombudsman dalam pengelolaan keuangan sangat membantu Pemkab Jayapura. Makanya, pada tanggal 2 oktober 2015, Pemkab Jayapura mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. “Kita mendapat penghargaan WTP murni,”katanya. YOKATTA Tim
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih