Interesting China,
Zhouzhuang, The Venice of The East
Traveler’s Story
Setelah liburan panjang Natal dan Tahun Baru, tibalah Imlek atau tahun baru menurut perhitungan kalender Cina. Waktu-waktu libur ini dipergunakan orang Tiongkok dan keturunannya untuk mengunjungi orang tua dan sanak saudara sambil membawa anak cucu. Suasana rumah yang dikunjungi pun menjadi ramai dan ceria.
Kalaupun waktu ini dipergunakan untuk berwisata, baiknya bepergian ke negara lain selain Cina, Hong Kong, Taiwan karena toko-toko dan rumah makan, tempat-tempat wisata dan tempat belanja banyak yang tutup. Tentunya ini disebabkan mereka sedang berkumpul bersama keluarga. Bahkan, kantor, pabrik sekolah, dan ruang publik lain pun resmi libur panjang sepekan atau lebih.
Jika ingin berwisata ke negeri Cina ini, tidak cukup hanya dengan kunjungan pendek. Sebab, negara ini begitu luas, serta banyak variasi antarkota besar, seperti Beijing yang penuh dengan tempat-tempat bersejarah bangsa Cina, atau Shanghai yang masih banyak memiliki peninggalan bangunan-bangunan kuno zaman penjajahan Inggris. Tidak hanya itu, ada pula kota perdagangan, seperti Guangzhou, Shenzhen. Namun, biasanya, wisatawan memilih langsung singgah ke Macao dan Hong Kong karena hanya berjarak satu sampai dua jam saja. Selain itu, pilihan wisata lain juga terdapat di kota-kota wisata alam seperti Guilin; kota es saat musim dingin seperti Haerpin; tempat-tempat tradisional budaya Cina kuno seperti Tibet, Mongol. Tentunya, yang cukup menarik adalah kehidupan tradisi kuno yang masih tetap dijalankan di Zhouzhuang yang dikenal dengan “kota di atas air”. Kota ini adalah kota di atas air yang tertua di Cina, yang biasanya dikunjungi wisatawan saat mereka bersinggah ke Shanghai.
Yang menarik dari berwisata ke kota di atas air ini, kita tidak hanya sekadar menjadi pengamat dan penikmat pemandangan kota, tetapi juga berada di dalam kota itu dan menyelami kehidupan tradisional orang-orang lokal yang benar-benar tinggal di sana. Kita dapat memasak dari air, mencuci baju, mencuci piring dan semua keperluan rumah tangga yang menyangkut air diambil langsung dari air yang mengalir di kota ini. Jadi, tempat ini tidak sekadar tempat wisata pajangan atau buatan untuk menarik perhatian turis. Bahkan, jika kita makan di restoran yang ada di sana pun, ikan yang disajikan adalah yang ditangkap langsung dari air kota ini. Hmm … kota yang menarik bukan?
Barang-barang yang dijual di kota ini pun adalah barang-barang kuno yang dapat kita temukan di film-film lama, seperti lukisan, puisi, dengan kemampuan kaligrafi yang tinggi, kipas, tenunan yang sudah pasti handmade, yang ditenun dengan bahan dari kapas langsung bisa dilihat di depan toko atau rumah lokal.
Rumah makan dan toko-toko pun bentuknya sama seperti rumah zaman peradaban Cina kuno, lengkap dengan perabotan yang kuno, lentera, jendela kotak dengan ditutupi kertas, pintu kayu, gerbang kayu, jalanan yang kasar apa adanya tanpa dipoles, maupun tangga jalan yang tidak rata naik dan turunnya. Semuanya dibiarkan apa adanya untuk benar-benar mengajak kita ke dalam kehidupan masa silam yang tradisional dan sederhana.
Jika bermain ke sini, tentu jangan sampai lupa untuk mencicipi makanan khas kota ini yang tentunya berbau klasik, seperti “chouw toufu” atau tahu bau yang mempunyai bau khas dan telur phitan. Sambil menikmati kuliner, kita juga dapat berfoto di jembatan kembar dan jembatan setengah lingkaran melengkung yang memiliki refleksi pantulan sempurna di danau bawah jembatan yang indah sehingga membentuk lingkaran sangat indah untuk diabadikan.
Kita juga bisa melihat, mencoba, atau bahkan membeli alat musik tradisional, mainan anak desa, serta melihat-lihat penduduk lokal yang tengah minum teh di pinggir jalan atau membuka meja lipat pendek dan bermain catur kuno. Selain itu, kita juga dapat menaiki perahu sambil mendengarkan si pendayung menyanyikan lagu Cina kuno, tentunya dengan sedikit memberikan uang tip kepadanya. Suaranya yang indah dan khas akan terasa menggema saat melewati beberapa kali di bawah jembatan. Moment yang sangat indah.
Saat kami mengunjungi tempat ini, kami beserta keluarga dan teman penduduk lokal Shanghai berkeliling di Zhouzhuang hampir seharian. Karena itu, kami lebih meresapi kehidupan lokal di sana dan mendapat penjelasan tentang pernak-pernik kuno yang tersebar di sepanjang toko-toko di dalam kota di atas air ini.
Setelah banyak mengunjungi kota-kota besar dan modern di berbagai belahan dunia, mengunjungi tempat-tempat budaya atau tempat-tempat kuno asli seperti ini dapat membawa kita kepada dunia lain dan meresapi kehidupan kampung maupun budaya lokal. Ini tentu akan menambah wawasan dan memperdalam pandangan kita tentang luasnya kehidupan. Kenangan yang tidak mungkin bisa didapat oleh mereka yang hanya berdiam di kota besar.
Selamat Tahun Baru Imlek bagi yang merayakan, kiranya sukses selalu dan Happy Voyage!!
YHN
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih