Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten terletak pada salah satu daerah Sulawesi Utara yang secara historis geografis adalah bekas danau, serta merupakan daerah subur penghasil utama tambang dan hasil bumi lainnya.
Untuk meningkatkankan perekonomian masyarakat, Pemkab Bolmong menyadari pentingnya peningkatan infrastruktur. Salah satu keinginan masyarakat Bolmong adalah memiliki bandar udara (bandara) sendiri. Keinginan tersebut nampaknya akan segera terealisasi. Soalnya, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Penentuan Lokasi dan Masterplan Bandara di Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow. Awalnya, pemerintah pusat mengkaji dua daerah, antara Bolmong atau Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Dengan ditandatanganinya lokasi pembangunan bandara ini, sudah pasti lokasi pembangunan bandara ada di Lolak Kabupaten Bolmong. Namun jika Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow tidak dapat menyerahkan lahan atau hibah sertifikat lahan kepada Menteri Perhubungan, maka hal ini akan ditinjau kembali. Kemenhub memberi tenggang waktu penyerahan.atau hibah lahan yang dimaksud paling lambat pada akhir Juli 2015.
Untuk mewujudkan bandara tersebut, Pemkab Bolmong harus bekerja keras agar ketersediaan lahan dan jaminan sertifikatnya dapat diserahkan kepada Kemenhub tepat waktu. Jika kemudian memenuhi syarat dan perundang-undangaan tidak tertutup kemungkinan 15-20 tahun ke depan, Lolak bisa dikembangkan menjadi bandara komersil. Jika itu terjadi tentu akan berdampak kepada peningkatan perekonomian masyarakat, karena aksesnya lebih mudah.
Jika melihat kinerja Pemkab Bolmong yang saat ini dipimpin Bupati Hi Salihi Mokodongan, masyarakat bisa banyak berharap. Soalnya Bupati Hi Salihi dikenal punya komitmen yang kuat. Dia tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Sejak dia pimpin Bolmong berkembang menjadi kabupaten yang memiliki tata kelola yang baik. Salah satu buktinya, kinerja keuangan Bolmong mendapat predikat WDP (wajar dengan pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.
Penyerahan laporan tersebut diserahkan oleh ketua BPK Perwakilan Sulut Andi Kangkung Lologau kepada Bupati Hi Salihi Mokodongan dan kepada Ketua DPRD Welty Komaling SE MM. Dengan opini ini diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan komitmen atas keuangan daerah. secara akuntable dan transparan. Komitmen tersebut akan tercapai dengan kebersamaan antara Pemda dan DPRD. Ketua DPRD Welty mengatakan, hasil penilaian ini adalah sesuatu yang sangat menggembirakan dan akan segera ditindaklanjuti bersama jajaran pemerintah daerah. Lewat opini WDP ini akan memotivasi langkah ke depan bagi pemerintah dan DPRD. Bupati Hi Salihi mengatakan akan terus berupaya agar ke depan akan lebih meningkatkan lagi tata kelola keuangan agar bisa sejajar dengan daerah lain untuk mencapai predikat WTP. Bupati dengan opini WDP saat ini merupakan cambuk atau motivasi untuk membawa Bolmong ke arah yang lebih baik lagi. Potensi Pariwisata Di sisi lain, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemkab Bolmong terus menggali potensi yang ada. Misalnya pengembangan potensi pariwisata di Pantai Bunguin Indah dan Pulau Molosing. Dua objek wisata ini merupakan objek wisata alam, karena objeknya adalah pantai dan pulau. Pantai Bungin indah dikatakan salah satu objek wisata karena dalam empat tahun terakhir masyarakat dan pemerintah desa telah mengembangkannya serta pulau Molosing yang keunikan dilihat dari pemandangan dan panorama pantai serta pasir putih dan keindahan karang yang berwarna-warni yang terdapat pada kawasan pantai pulau Molosing.
Karakteristik dari pantai Bungin Indah antara lain keindahan pantai, terdapat pepohonan di pingir pantai, serta keindahan pasir dan air laut yang bisa untuk membuat para wisatawan melakukan kegiatan seperti berenang serta rekreasi dengan keluarga.
Sedangkan Pulau Molosing memiliki keindahan pasir putih dan terumbuh karang yang berwarna-warni serta keadaan pulau masih alami yang bisa dijadikan untuk tempat berkemping juga wisata outbond. Selain itu, kawasan wisata Pantai Bungin Indah juga bisa menjadi tempat untuk memancing karena memiliki titik-titik spot pancingan bagi para pemancing.
Adapun fasilitas-fasilitas yang ada di kawasan objek wisata Pantai Bungin Indah dan pulau Molosing sudah ada kios-kios makanan dan minuman yang digunakan para warga untuk menyediakan makanan bagi para wisatawan yang datang.
Sementara untuk Pulau Molosing masyarakat setempat menyedikan perahu-perahu kecil dan berukuran sedang untuk mengitari kawasan pantai dan Pulau Molosing.
Jika terus dikembangkan secara terpadu, kedua objek wisata ini dapat menarik semakin banyak wisatawan untuk berkunjung. Ini artinya perekonomian masyarakat juga akan terdongkrak. Semua potensi yang ada di Bolaang Mongondow ini bisa menjadi daya tarik para investor menanamkan investasinya di daerah ini.(Amr/bbs)

YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih