SRIKANDI DARI KOTA PAHLAWAN

Wanita berjilbab yang satu ini termasuk tangguh dalam segala hal. Murah senyum, pemurah hati dan pemerhati masalah  sosial  adalah  kepribadian nya. Nanamanya juga tak begitu asing di jagat perpolitikan   Indonesia. Karirnya, melejit di era pemerintahan Presiden Gusdur. Siapa lagi, kalau bukan Khofifah Indar Parawansa, mantan pejabat Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1999 hingga 2001, yang saat ini kembali menjabat Menteri Sosial RI.

Ibu empat  orang  anak  ini  menghabiskan hampir seluruh masa studinya di Surabaya, dari SD, SMP, SMA, hingga kuliah di Universitas Airlangga (1984-1991) dan S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Surabaya (1984-1989). Sampai kemudian, ia hijrah ke Jakarta untuk menempuh program Strata II di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1993-1997). Karir politik wanita asli Surabaya   kelahiran 19   Mei

1965  ini  sangat  panjang. Dari   menjabat   sebagai pimpinan  Fraksi  Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997) Pimpinan Komisi VIII DPR RI (19951997),  Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998),  hingga  Wakil  Ketua DPR RI (1999).

Khofifah Indar Parawansa juga pernah menjadi Sekretaris Fraksi Partai  Kebangkitan  Bangsa  MPR RI (1999),  Kepala  Badan  Koordinasi  Keluarga  Berencana  Nasional  (1999-2001), Ketua Komisi VII DPR  RI  (2004-2006),  Ketua  Fraksi Keba ngkitan Bangsa MPR RI (20042006), Anggota Komisi VII DPR RI (2006), dan kini kembali ke kabinet sebagai Menteri Sosial di Kabinet Kerja Jokowi-JK untuk periode 2014 sampai 2019.

Dari   segudang   pengalamannya itu, maka orang menilai, bahwa  penunjukan  Khofifah  Indar Parawansa  yang  didaulat  sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla, hampir  tidak  menuai  suara-suara  mi ring yang menyatakan reputasinya tidak pantas.   Sebab dalam perjalanannya, reputasinya justru banyak menuai penghargaan.

Salah   satunya   penghargaan yang cukup menakjubkan adalah, ketika Khofifah dinobatkan sebagai tokoh penggerak masyarakat yang pernah diperoleh dari Islamic fair of Indonesia tahun  2011/1433 H. Saat itu Khofifah memang aktif dalam layanannya lintas area.

Khofifah punya rekam jejak yang terbi­ lang aktif di bidang sosial. Ternyata, dia banyak menyadur ilmu hidup dari sosok guru agamanya.

Misalnya  Dia  pernah  menyelenggarakan  Training  of  Trainer bagi  tokoh  lintas  agama  dalam membangun perspektif multi kultur dan harmoni kehidupan antar umat beragama di berbagai propinsi. Antara lain di kota Makassar Sulawesi Selatan, Ternate – Maluku Utara dan Ambon – Maluku.