Vivi Sumantri _ Anggota DPR RI Komisi VII
Masa Reses Serap Aspirasi Masyarakat
Masa reses merupakan waktu yang sangat penting. Dimana para wakil rakyat, menjumpai konstituen di daerah pemilihannya (Dapil) masing-masing.
Setiap anggota DPR melakukan kegiatan reses akan berinterkasi dengan konstituennnya. Semua persoalan itu dapat dikeluhkan oleh rakyat kepada para wakilnya. Maka masa reses menjadi momentum yang tepat bagi konstituen mendapatkan informasi di Senayan.
Masa reses, bukan saja seremonial atau silaturahmi biasa antara rakyat dan wakilnya. Namun lebih daripada itu, masa reses kali dimanfaatkan, benar-benar menjadi ujian bagi rakyat untuk mengawal dan menilai kinerjanya. “Saya sebagai anggota dewan, ini adalah proses mendengar dan mempertanggungjawabkan simbol representatifnya sebagai wakil atau penyambung lidah rakyat,” kata Vivi Sumantri Anggota DPR RI Komisi VII dari Partai Demokrat kepada majalah Yokatta News, belum lama ini.
Vivi Sumantri mengatakan, dia selalu mengoptimalkan masa reses, menjadi masa reses berkualitas. Sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat dan merupakan wakil rakyat di parlemen harus menyuarakan aspirasi rakyat. Oleh karena itu, kesempatan reses harus dijadikan momen mendengar curhatan dan jeritan rakyat.
Menjadi anggota DPR , Vivi Sumantri yang berasal dari daerah pemilihan Lebak Provinsi Banten yang dipilih oleh masyarakat. Ia selalu turun ke lapangan (“blusukan”) jemput bola. Diakuinya, seringnya turun ketengah-tengang masyarakat, pastinya mengetahui betul permasalahan dan solusi yang ditawarkan oleh masyarakat, sebaliknya, saya juga menyampaikan apa saja program-program pemerintah yang bisa diakses atau kadang-kadang ia menginformasikan kepada masyarakat tentang Undang-Undang yang sudah disahkan oleh DPR RI.
Sepanjang Tahun 2014-2015 ini baru kira-kira 30% kecamatan yang sudah dikunjungi, jadi masih ada 70% lagi yang sudah saya rencakan untuk saya kunjungi. Kata Vivi, mengapa baru 30% kecamatan yang dikunjungi karena Kabupaten Lebak itu sangat luas, yaitu 304.472 ha dengan jumlah penduduk 1.204.095. Secara adminsitratif, Kabupaten Lebak terdiri dari 28 kecamatan, 340 desa, dan 5 kelurahan. Sebagai informasi, kabupaten Lebak adalah salah satu kabupaten tertinggal di Propinsi Banten, dengan ketertinggalan ini tentu saja berdampak pada kemiskinan disektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
Menurut Vivi, masalah kemiskinan, jangan dilihat hanya sekedar jumlah persentase penduduk miskin tetapi kita harus memperhatikan tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan tersebut. Setiap kunjungan semasa reses saya selalu berusaha berdialog dengan masyarakat untuk melihat seberapa parah kemiskinan yang dialami oleh masyarakat. Diakuinya, beberapa tahun terakhir ini banyak peningkatan dan kemajuan yang dialami oleh masyarakat baik di sektor pendidikan, pertanian dan kesehatan. Khusus untuk sektor pertanian. Ia melihat akses petani terhadap tehnologi pertanian masih rendah, ketersediaan bibit dan pupuk di desa masih kurang, jumlah penyuluh di desa masih terbatas, hal ini berdampak pada produktivitas pertanian di Kabupaten Lebak masih rendah.
Vivi melihat, bidang Kesehatan dan Pendidikan menjadi perhatian dari Bupati Lebak periode 2014-2019, setelah terpilih beliau meluncurkan Kartu Lebak Sehat dan Kartu Lebak Pintar, kedua kartu ini ditujukan untuk masyarakat kurang mampu, sampai saat ini lebih kurang 61,5% dari total penduduk Lebak memiliki jaminan kesehatan hanya saja fasilitas kesehatan seperti Puskesmas belum memadai, bahkan tenaga medis seperti dokter atau perawat masih kurang. untuk menanggulangi kekurangan tenaga dokter Pemda Lebak memberikan beasiswa kepada siswa kurang mampu yang berhasil masuk Fakultas Kedokteran di Universitas Negeri.
Kab. Lebak Menuju Daerah Maju, Religius dan Berbasis Perdesaan
Sebagai wakil rakyat dari Kabupaten Lebak. Kata Vivi panggilannya. Saat ini, yang menjadi skala perioritas dalam pembangunan Kabupaten Lebak. Dijelaskannya, sesuai arah pembangunan Kabupaten Lebak sudah dituangkan dalam Peraturan Daerah (PERDA) No. 5 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2014-2019, dengan demikian tentu saja prioritas pembangunan harus mengacu pada RPJMD tersebut. Dalam RPJMD tersebut memuat visi Kabupaten, yaitu LEBAK MEJADI DAERAH YANG MAJU DAN RELIGIUS BERBASIS PERDESAAN, dengan memperhatikan visi ini maka prioritas utama pembangunan ekonomi di Kab. Lebak seharusnya adalah membangun sektor pertanian di perdesaan.
Sebagai gambaran berdasarkan data Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kab. Lebak tahun 2012 sektor Pertanian menyumbang kontribusi sebesar 36.91%. Dengan melihat kontribusi sektor pertanian yang cukup besar maka sebagai anggota DPR RI yang duduk di Komisi IV (dengan yang mitra kerja Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BULOG dan PT Pertani) saya selalu a mendorong dan menyampaikan aspirasi dari masyarakat kabupaten Lebak dan Pandeglang supaya membuka akses untuk peningkatan sektor pertanian, kelautan dan kehutanan yang tentunya berdampak pada kesejahteraan masyarakat di kemudian hari. ,
Vivi menambahkan, untuk membangun Kab. Lebak tentunya diperlukan sinergi yang kuat dan kokoh antara elemen-elemen yang ada di masyarakat. Disamping turun ke masyarakat, Dia juga selalu berdiskusi dan mendengar masukan-masukan dari Dinas-Dinas terkait terutama yang berhubungan langsung dengan mitra kerja saya di DPR RI , misalnya Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan dll, untuk mengetahui arah pembangunan dan strategi untuk membangun Kab. Lebak.
Saat ini masih fokus pada bagaimana meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di masyarakat terutama untuk petani dan nelayan karena ini penting untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Sepanjang tahun 2014-2015 bekerjasama dengan Dinas Pertanian kab. Lebak sudah berhasil menyalurkan bantuan alat-alat pertanian, misalnya lebih dari 200 unit handtraktor Roda 2, 4 unit handtraktor Roda 4, lebih dari 80 unit pompa air pertanian, dan mesin perontok padi.
Terjun ke Politik Ingin membangun Kabupaten Lebak
Sebagai keluarga yang banyak terjun di dunia politik, bisa dijelaskan kesan terjun di dunia politik praktis saat ini, apakah ada kendala. Lanjut Vivi, sebagai anggota keluarga yang banyak berkiprah di bidang politik mau tidak mau dari remaja saya sudah tertarik bidang politik, makanya ketika kuliah S1 saya ambil Ilmu Politik. Di bidang politik saya banyak menimba pengalaman dengan anggota keluarga kami yang lain baik dari Partai Politik yang sama maupun dari Partai Politik yang berbeda, walaupun berbeda Partai tetapi kami semua bertujuan yang sama yaitu ingin membangun Kabupaten Lebak.
Tidak mudah menjadi Wakil Rakyat
Masuk ke ranah politik tentu saja tidak dengan mulus begitu saja, saya bersusah payah membangun basis-basis suara dengan mengunjungi masyarakat sampai ke pelosok Lebak, tidak jarang saya harus bermalam di rumah penduduk karena tidak ada akses penginapan/hotel. Menjelang Pemilihan Legislatif saya dan tim pemenangan lebih intensif lagi melakukan ‘Road Show” selama lebih dari sebulan, selama itu saya kadang hanya beberapa jam saja bertemu dengan anak saya yang baru berumur kurang dari setahun, kalau diingat betapa berat perjuangan saya pada waktu itu tetapi berkat dukungan semua anggota keluarga saya bisa terpilih menjadi angoota DPR RI.
Peranan perempuan
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, partisipasi dan peranan perempuan di berbagai bidang pembangunan di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan begitu juga di Kabupaten Lebak. Namun bila dibandingkan dengan laki-laki masih banyak yang perlu dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan gender di bidang pembangunan.
Kalau berbicara peranan perempuan dalam politik kami wajib berbangga karena baru sekarang perempuan berhasil menjabat Bupati di Kabupaten Lebak, dan hal yang membanggakan juga 50% anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten 1 yang meliputi Kab. Pandeglang dan Kab. Lebak adalah perempuan serta 14% anggota DPRD Kab. Lebak diwakili oleh perempuan.
Dengan masuknya perempuan dalam badan legislatif artinya perempuan mempunyai akses politik terhadap pembuat kebijakan dengan demikian pembangunan pemberdayaan perempuan dapat diarahkan pada peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan, kesejahteraan, dan perlindungan perempuan di berbagai bidang pembangunan; penurunan jumlah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), eksploitasi, dan diskriminasi terhadap perempuan; serta penguatan kelembagaan dan jaringan pengarusutamaan gender di tingkat nasional dan daerah, termasuk ketersediaan data dan statistik gender. Samsul
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih