Meutya Viada Hafid Perempuan Tangguh dari Golkar yang Jadi Menkomdigi

Meutya Viada HafidPerempuan Tangguh dari Golkar yang Jadi Menkomdigi
Meutya Viada Hafid, politikus perempuan dari Partai Golkar, ditunjuk untuk memimpin Kementerian Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. 
Dalam menjalankan tugasnya, Meutya akan berkolaborasi dengan dua Wakil Menteri Nezar Patria dan Angga Raka Prabowo.  
Meutya menjelaskan bahwa penggantian nama dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital bertujuan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin mengutamakan digitalisasi. Ia pun memaparkan program prioritasnya untuk 100 hari pertama. 
Program pertama yang akan dijalankan adalah pemberantasan aktivitas judi online serta penindakan terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal. Ini sejalan dengan harapan masyarakat yang sering ia temui saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI di Komisi I. 
“Kita akan berantas judi online dan tindak tegas pinjol ilegal,” tegas Meutya. 
Selanjutnya, ia bersama dua wakilnya akan mewujudkan internet yang ramah anak guna melindungi anak-anak dari berbagai ancaman di dunia maya. 
“Karena saya seorang perempuan, saya ingin memastikan bahwa internet juga ramah anak. Anak-anak kita harus terlindungi dari human trafficking, pornografi anak, dan kekerasan anak. Ini akan menjadi fokus kami dalam upaya penataan ulang digital,” ujar Meutya. 
Selain itu, Menkomdigi berkomitmen memaksimalkan pemerataan akses internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 
Rencananya, ia akan langsung mengunjungi wilayah-wilayah tersebut. 
“Dalam waktu dekat, kami bersama para wakil menteri akan ke daerah-daerah 3T, terutama di wilayah timur Indonesia. Kami akan memastikan koneksi di sana berjalan baik dengan harapan untuk menciptakan basis digital yang merata dan cepat,” kata Meutya. 
Pembangunan akses jaringan internet di wilayah 3T telah menjadi salah satu program utama kementerian saat masih dipimpin oleh Budi Arie Setiadi.
Profil Meutya Viada Hafid 
Meutya Hafid lahir pada 3 Mei 1978 di Bandung, Jawa Barat. Ia adalah putri dari pasangan Anwar Hafid dan Metty Rumaety. Setelah menamatkan pendidikan dasar di Bandung, ia melanjutkan pendidikan menengah di Crescent Girls’ School, Singapura. Meutya kemudian melanjutkan kuliah di Universitas New South Wales dan menyelesaikan studi S2 di Universitas Indonesia pada 2018.
Kariernya dimulai sebagai jurnalis televisi di Metro TV, di mana namanya dikenal luas setelah insiden penculikan dan penyanderaan bersama rekannya, Budiyanto, di Irak pada 18 Februari 2005. Tiga hari kemudian, keduanya dibebaskan. 
Pengalamannya dituangkan dalam buku berjudul 168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak.Atas dedikasinya, Meutya meraih penghargaan jurnalistik Elizabeth O’Neill pada 2007. Namanya juga masuk dalam daftar lima Tokoh Pers Inspiratif Indonesia versi Mizan pada 2012, bersama tokoh-tokoh seperti Tirto Adhi Soerjo, Goenawan Mohamad, Rosihan Anwar, dan Andy F. Noya.Meutya kemudian terjun ke dunia politik dengan bergabung bersama Partai Golkar. Pada 2010, ia menjadi anggota DPR RI dan menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) serta Wakil Ketua Komisi I sejak 2016. 
Bersama Partai Golkar, ia memegang berbagai posisi penting hingga kini dipercaya menjadi Menteri Komunikasi dan Digital. Segenap manajemen YOKATTA News mengucapkan selamat bertugas untuk Menkomdigi.

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *