Setahun Fondasi Menuju Bermartabat

Edy-Ijeck telah memberikan warna baru dalam menata dan membina mental spiritual aparatur sipil negara (ASN). ASN yang beragama Islam diwajibkan melakukan salat zuhur dan asar secara berjemaah.

TEGAS, garang, tetapi santun. Tiga kata inilah yang pantas disematkan kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Bagaimana tidak, gaya memimpin seperti inilah yang cocok di Sumut. Harap maklum, karakter masyarakat Sumut yang akrab dengan budaya keras memang memerlukan sosok pemimpin yang tegas dan berwibawa.

Setahun bertugas memimpin Sumut, Edy dan Ijeck telah meletakkan fondasi pembinaan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Salah satunya adalah dalam hal pembinaan mental dan disiplin kerja ASN. Hampir setiap bulan, Edy dan Ijeck menggelar tatap muka dengan seluruh ASN. Hal itu dilakukan dalam rangka berdialog dan membina hubungan kerja yang baik dengan para jajaran dan bawahannya.

Sudah begitu, Edy selalu memberikan motivasi agar ASN bekerja dengan baik dalam melayani masyarakat. Dia tak bosan-bosan mengingatkan bahwa hasil adalah ukuran pekerjaan, bukan presensi kehadiran setiap hari kerja.

Yang paling terlihat kasatmata, mantan Pangkostrad ini telah mewajibkan kepada para ASN yang beragama Islam agar selalu menunaikan salat berjamaah ketika berada di kantor, terutama waktu zuhur dan asar di masjid kantor Pemprov Sumut. Begitu pula dengan yang beragama Nasrani, Edy dan Ijeck menyerukan agar selalu mengikuti kebaktian di setiap hari Minggu di rumah ibadah gereja masing-masing.

Edy juga mewajibkan ASN beragama Islam agar menyisihkan pendapatan untuk zakat. Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, Edy-Ijeck mengharamkan korupsi. Keduanya juga menegaskan jabatan tidak bisa dibeli. Ini pertama kali dalam sejarah Pemprov Sumut, seluruh eselon III dan IV wajib mengikuti asesmen atau penilaian. Demikian juga dalam penentuan jabatan eselon II, diterapkan lelang jabatan terbuka.

Inilah salah satu gebrakan pemimpin yang ditunggu-tunggu masyarakat Sumatera Utara. Apalagi selama ini, kepanjangan Sumut sering dipelesetkan dengan semua urusan mesti uang tunai. “Haram hukumnya, jika ada ASN yang memeras masyarakat, kita semua ini adalah pelayan masyarakat,” tegas Edy dalam sebuah kesempatan ketika melakukan tatap muka dengan para ASN Pemprov Sumut.

 Sejak dilantik tepatnya 5 September 2018 tahun lalu, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah telah menanamkan fondasi dimulainya hari perubahan Sumut menuju provinsi yang lebih maju, aman, dan bermartabat.

Dalam setahun bertugas memimpin Sumut, Edy Rahmayadi Bersama Musa Rajekshah telah membangun fondasi dengan jalan yang sudah sesuai jalur. Langkah awal yang dilakukan Edy Rahmayadi adalah efisiensi dan efektivitas anggaran maupun sumber daya, menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, dan bebas KKN. Walhasil, dari efisiensi anggaran, Edy-Ijeck mampu melunasi utang warisan dana bagi hasil Pemprov Sumut ke kabupaten/kota sebesar Rp1,4 triliun. Bukan hanya itu, efisiensi anggaran juga menjadi pilihan untuk menaikkan gaji guru honorer dari Rp40 ribu per jam menjadi Rp90 ribu per jam.

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *