Menteri Siti Nurbaya: Transisi Energi Perkuat Target Penurunan Emisi GRK
Pemerintah bekerja keras untuk menurunkan emisi GRK (gas rumah kaca) nasional. Sektor energi jadi salah satu sektor yang didorong berkontribusi besar bersama secara simultan dengan penurunan emisi di sektor kehutanan dan lahan (FoLU), industri dan limbah.
Transisi energi menjadi salah satu langkah yang saat ini sangat penting dan cukup krusial untuk menurunkan emisi dari sektor energi, meski saat jni situasi berbagai peristiwa global menyangkut interaksi dan konfigurasi sumber daya energi yang dirasakan tak mudah dan cukup kompleks.
“Sektor energi sedang memacu keras penurunan emisi GRK dengan strategi mencapai NZE, yaitu elektrifikasi, moratorium PLTU, membangun sumber energi baru dan EBT, serta penerapan efisiensi energi,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya, saat membuka Energy Transition Conference and Exhibiton 2023, di Jakarta, belum lama ini, dikutip Senin (23/10/2023).
Ia mengungkap dalam target pengurangan emisi nasional jadi 31,89% dengan kapasitas nasional, dan mencapai 43,2% dengan dukungan kerja sama luar negeri, diproyeksikan penurunan emisi karbon dalam Enhance Nationally Determined Contribution (ENDC) diperoleh dari sektor kehutanan (17,4-25,4%) dan sektor energi (12,5-15,5%).
Menteri Siti mengungkapkan jika Indonesia di tahun 2020 berhasil menurunkan emisi GRK dari sektor FoLU, yakni menjadi 182 juta ton CO2 eq emisi, dari semula lebih dari 900 juta ton CO2 eq emisi di tahun 2019. Walau demikian, pada sektor energi Indonesia, disebutnya masih merasakan tidak mudah menurunkan emisi GRK, dengan emisi tahun 2020 masih di angka 580 juta ton CO2 eq.
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih