Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, ternyata menyimpan segudang keindahan. Salah satunya Pantai Dato. Kecantikannya menjadi kebanggaan tiada tara.
PASIR putih yang lembut berhiaskan nyiur melambai tertiup angin pesisir pantai dan deretan batu karang di sepanjang garis pantai seakan menyambut sapuan ombak berlatar laut nan biru. Sekilas gambaran betapa cantiknya Pantai Dato, salah satu pantai di Kabupaten Majene yang terletak di sebelah barat Sulawesi.
Selain sebagai daerah pesisir, Kabupaten Majene dikenal juga sebagai daerah pendidikan. Memang terdapat sejumlah objek wisata pantai yang padat pengunjung di sana. Pantai di Majene ramai oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Misalnya saja Pantai Dato, yang terletak di Dusun Pangale, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene. Pantai Dato merupakan satu dari banyak pantai yang menjadi kebanggaan masyarakat Majene.
Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, Pantai Dato menawarkan sejumlah panorama alam yang dijamin mampu memanjakan mata para pengunjungnya. Garis pantainya juga merupakan rumah bagi banyak kepiting dan kerang dalam berbagai ukuran.
Untuk menuju Pantai Dato juga cukup mudah. “Bisa menggunakan kendaraan umum yang biasa disebut pete-pete. Perjalanan menuju Pantai Dato berjarak sekitar tujuh kilometer dari pusat Majene. Hanya memakan waktu kurang lebih lima belas menit berkendara umum,” kata Fahmi kepada YOKATTA News belum lama ini.
Kemudahan akses menuju objek wisata yang satu ini dikatakan Fahmi menjadi nilai tambah bagi Pantai Dato. Pantai ini pun menjadi pilihan warga lokal dan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Majene.
Pantai Dato dengan lanskapnya sangat cocok sebagai tempat rekreasi bagi wisatawan. Beragam aktivitas dapat dilakukan di sana, seperti berenang di tepi pantai, menumpang perahu seraya menikmati indahnya Matahari terbenam, aktivitas memancing, diving, snorkeling, dan banyak lagi.
Salah satu keunikan yang dimiliki Pantai Dato antara lain sudut pantainya yang letaknya tersembunyi sehingga menyajikan nuansa khas dan berbeda. “Tidak hanya pasir dan laut biru yang menanti. Ketika menuju Pantai Dato, wisatawan juga akan menjumpai dan menikmati hamparan kebun yang indah dan peternakan sapi yang langsung dikelola masyarakat,” ujarnya.
Bagi penyuka aktivitas fotografi dan swafoto untuk konsumsi sosial media, kawasan Pantai Dato juga memiliki banyak titik foto menarik dengan latar batu-batu karang. Pesona keindahan pantai ini juga bisa dinikmati wisatawan dari atas tebing sambil duduk di bawah pohon kelapa.
Sebenarnya, diakui Fahmi, Pantai Dato Majene memiliki dua bagian. Satu pantai beralaskan pasir putih dan satu lagi pantai beralaskan karang. “Di pantai ini terdapat batu karang dengan ukuran cukup besar yang sudah dilengkapi tangga. Bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan dari atas batu karang, bisa dengan mudah menaikinya,” imbuhnya.
Di sekitar Pantai Dato terdapat beberapa fasilitas penginapan yang dapat menjadi pilihan para wisatawan yang ingin bermalam di kawasan pantai. Di sana wisatawan bisa bermalam sekaligus menikmati wisata kuliner khas Kabupaten Majene berupa ikan terbang dan ikan seribu. Kedua kuliner itu wajib dicoba ketika berkunjung ke sana. “Setiap tahun, pada Agustus hingga September, di Pantai Dato berlangsung acara Sandeq Race. Ajang balapan perahu Sandeq, merupakan perahu khas Suku Mandar,” kata lelaki kelahiran 17 Juni 1963 ini.
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih