Erick Thohir Sebut Dividen BUMN Capai Rp80,2 Triliun
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut perusahaan pelat merah menyetor dividen ke negara senilai Rp42,1 triliun. Total dividen perseroan tahun ini sebesar Rp80,2 triliun. Kontribusi Rp42,1 triliun ke negara berasal dari BUMN di sektor perbankan, direalisasikan sepanjang semester I/2023. Jumlah itu tumbuh 19,4% dibanding periode sama tahun 2022 di posisi Rp35,5 triliun.
“Kita bisa memberi dividen sampai Rp80,2 triliun, terbesar sepanjang sejarah, bahkan dana Rp42,1 triliun itu sudah masuk di pemerintah,” kata Erick, dikutip Selasa (18/7/2023).
Erick memastikan kontribusi BUMN berupa dividen, pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi program kerakyatan. Seperti, bantuan sosial masyarakat kurang mampu. “Tentu, adanya kontribusi dari BUMN atau dari pendapatan negara dari pajak macam-macam akhirnya kita bisa melakukan program-program yang pro rakyat,” tuturnya.
“Contoh, saat tadi bicara inflasi Indonesia ini sudah 3 bulan, Pak Jokowi menginstruksikan bahwa pembagian beras 10 kilo kepada masyarakat yang tidak mampu yang jumlahnya hampir 20 juta lebih,” tukasnya.
Setoran dividen BUMN 2023 berasal dari perusahaan dengan status terbuka (Tbk.) dan tertutup (Persero). Nominal dividen BUMN yang sudah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 50,20 triliun. Sementara, dividen perseroan yang belum melantai di pasar modal sebesar Rp29,97 triliun.
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih