Kementerian ESDM: Emisi GRK Turun 118 Juta Ton Sepanjang 2022
Pemerintah komitmen menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai kesepakatan global di dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) untuk mengurangi emisi GRK sebanyak 32% atau 358 juta ton CO2 dengan usaha sendiri. Lalu, sebesar 41% atau 446 juta ton CO2 dengan bantuan dunia internasional tahun 2030.
Kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian EDSM Yudo Dwinanda Priaadi, di 2022, realisasi penurunan GRK mencapai 118,2 juta ton CO2. Angka itu melebihi target pada penurunan emisi tahun 2023 sebesar 116 juta ton CO2. “Kita sekarang sudah bonus sekitar 2 juta ton CO2. Kalau bisa, ke depan bonus ini bisa kita perdagangkan di pasar karbon,” jelas Yudo di Jakarta, Selasa (24/10/2023).
Dari penurunan emisi tahun 2022, sektor energi berkontribusi sebesar 91,5 juta ton CO2. Ini berkat usaha-usaha melalui aksi efisiensi energi, pemanfaatan energi baru dan terbarukan, penggunaan bahan bakar rendah karbon, dan penggunaan teknologi pembangkit yang lebih bersih.
Adapun, realisasi penurunan emisi GRK sektor energi, dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan, yaitu pada 2019 realisasi penurunan emisi 54,8 juta ton CO2 dari target 51 juta ton CO2. Lalu, di 2020, dari target 58 juta ton CO2, realisasi 64,4 juta ton CO2. Tahun 2021, target 67 juta ton CO2 sementara realisasi 70 juta ton CO2. Terakhir, tahun 2022, target penurunan emisi 91 juta ton CO2 dengan realisasi 91,5 juta ton CO2.
Yudo menyebutkan bahwa sejalan dengan komitmen dalam menurunkan GRK, Indonesia menargetkan untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih