Menteri Ketenagakerjaan, Prof Yassierli: Pendekatan People Centric

Menteri Ketenagakerjaan, Prof Yassierli: Pendekatan People Centric
Presiden Prabowo Subianto melantik Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D, CHFP, sebagai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) di Istana Negara, Senin (21/10). 
Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjadi salah satu menteri yang memperkuat Kabinet Merah Putih, Prabowo-Gibran untuk periode 2024-2029. 
Seperti dikutip dari https://yassierli.com/, ahli yang masuk dalam kelompok keahlian (KK) ergonomi, rekayasa kerja, dan keselamatan kerja ini menggunakan pendekatan people-centrik, yang merupakan kerangka kerja holistik dengan menempatkan manusia sebagai faktor utama dalam proses perancangan, evaluasi dan pengambilan keputusan, baik dalam perancangan produk/jasa, pengembangan organisasi, maupun formulasi kebijakan pada level makro. 
Pendekatan ini mempertimbangkan kapasitas, kapabilitas dan keterbatasan manusia secara individu maupun dalam konteks sosial dan budaya yang lebih luas.
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan lingkungan eksternal yang semakin Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA), relevansi pendekatan people-centric semakin meningkat. Pendekatan ini dikembangkan dari human-centered design, yang menjadi filosofis dasar dalam ergonomi untuk perancangan produk/jasa.

Pada tingkat organisasi, pendekatan people-centric akan menghasilkan kebijakan dan struktur organisasi yang mampu secara aktif membangun lingkungan kerja yang mendorong partisipasi, inovasi, dan pemberdayaan individu.

Dalam konteks Manajemen Keselamatan Kerja (K3) secara khusus, pendekatan people-centric menjadi solusi seiring meningkatnya angka kecelakaan kerja dan budaya blaming (pendekatan human-organizational performance). Dalam skala makro, pendekatan ini menghasilkan kebijakan yang menyeleraskan teknologi dengan nilai-nilai dan karakter budaya masyarakat. Kebijakan makro yang dihasilkan responsif terhadap perubahan sosial dan ekonomi, serta  mendukung tujuan keberlanjutan jangka panjang.

Karena itu, people-centric approach membangun fondasi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang. Pendekatan people-centric berarti sebuah pendekatan yang mengarahkan sebuah organisasi atau perusahaan dengan mengutamakan kesejahteraan dan kebutuhan karyawannya.

Profil Prof YassierliProf. Yassierli merupakan akademisi di Indonesia yang fokus pada bidang ergonomi dan teknik industri. Saat ini, ia menjabat sebagai Guru Besar di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, dengan fokus pada Ergonomi, Rekayasa Kerja, dan Keselamatan Kerja.
Saat ini Yassierli juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI).
Yassierli lahir di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada 22 April 1976. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Industri di ITB pada tahun 1997 dan melanjutkan studi Magister di bidang Teknik dan Manajemen Industri di kampus yang sama, dan lulus pada tahun 2000.

Tidak hanya sampai di situ. Yassierli kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Ph.D., dalam bidang Industrial and Systems Engineering dari Virginia Polytechnic Institute and State University, Amerika Serikat, pada tahun 2005. Usai tamat, Yassierli mengajar di Virginia Tech pada tahun 2006.

Tak hanya aktif di dunia akademis, Yassierli juga aktif dalam bidang organisasi profesi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) dan sebagai President of SEANES (Southeast Asian Network of Ergonomics Society) untuk periode 2015-2017.

Selain itu, di ITB, ia juga memegang peran penting sebagai anggota Senat Akademik dan Komite Manajemen Risiko MWA ITB untuk tahun 2024.

Sepanjang kariernya, Yassierli telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya masuk dalam daftar 100 Tokoh K3 Indonesia tahun 2022; Memiliki sertifikasi sebagai Certified Human Factors Professional dari BCPE USA; Penghargaan dari International Ergonomics Association (IEA) dalam Triennial Award on Promotion of Ergonomics in Developing Countries 2021; dan IEOM Award on Outstanding Professor in Human Factors & Ergonomics 2021 dari Industrial Engineering and Operation Management Society. 
Manajemen YOKATTA News mengucapkan selamat bekerja untuk Pak Menteri Yassierli. *

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *