New Zealand (South Islands)
Wonder of Nature & Stunning Landscape
New Zealand memiliki keindahan alam yang luar biasa indahnya. Tanah dan gunung terbentang sangat luas. Alam bebas dapat membebaskan pikiran kita saat berada di sana. Jalanannya sangat lebar dan bersih. Pemandangannya pun bebas tanpa tertutup gedung-gedung tinggi. Juga, warna-warna alam yang terbentang menghiasi tanah sungguh dapat meredakan ketegangan hati. Sejuknya lklim bersalju juga dapat menyejukkan hati kita dari panasnya hawa stres atau amarah. Di sinilah kita sekiranya dapat menikmati indahnya ciptaan Tuhan serta melebarkan senyum di wajah kita sebagai simbol kebahagiaan.
South Island
New Zealand terbentang luas dari ujung utara ke selatan, yaitu North Island hingga South Island. Butuh waktu berjam-jam untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Karena itu, jika kita benar-benar ingin berwisata ke seluruh New Zealand, harus diprioritaskan terlebih dahulu apakah kita ingin menjelajahi North Island atau South Island. Bagi saya, keduanya merupakan destinasi yang wajib dikunjungi. Wilayah selatan beriklim lebih dingin, tetapi sangat indah dan butuh banyak waktu untuk menjelajahinya. Sementara, daerah utara beriklim lebih hangat dan lebih dekat ke Australia. Karena itu, kebanyakan wisatawan yang mengunjungi New Zealand bagian utara juga bersinggah di Australia.
Banyak sekali pilihan rute untuk menjelajahi semua destinasi favorit. Pertimbangannya tentu bergantung pada kondisi cuaca, jumlah rombongan, berapa lama waktu kunjungan yang dimiliki, juga budget dana yang disiapkan. Untuk melihat gletser seperti Fox Glacier dan Frans Jose Glacier, atau gunung salju perjalanan bisa ditempuh dengan bus tour, sewa mobil, atau helikopter. Jika ingin menggunakan jasa helikopter, tentu hanya bisa dilakukan jika cuaca dan biaya mendukung. Keunggulannya, tentu saja bisa menghemat waktu karena perjalanan yang berjam-jam lewat jalur darat dapat ditempuh dalam jangka waktu kurang dari sejam saja.
Kami memulai perjalanan kami di New Zealand bagian selatan, dengan bersinggah semalam di kota Christchurch, kota yang masih dalam proses pembangunan setelah mengalami kerusakan karena gempa bumi pada 2012. Namun, kota ini tetap menjadi tempat persinggahan turis untuk menyambung rute perjalanan mereka ke tempat-tempat berikutnya.
Tentu sangat disayangkan jika melewatkan kesempatan untuk naik Tranz Alpine Train scenic coach ke Greymouth dan menikmati pemandangan memukau melewati landscape yang luas berselimutkan salju dan bukit gletser. Karena itu, kami berangkat pagi-pagi buta supaya tidak melewatkan pemandangan dengan langit cerah, dengan matahari terbit menerangi semua tanah luas, gunung, dan bukit.
Berikutnya, kami bersinggah dua malam di kota Queenstown. Udaranya sangat bersih dan segar. Pemandangan gunung salju dan kota kecilnya sangat indah. Kami melihat-lihat pertokoan di kota Queenstown. Hal itu membuat kami merasakan kehidupan kota kecil sejenak, setelah merasakan kehidupan alam yang segar dan natural. Banyak toko souvenir serta toko yang menjual produk-produk lokal. Kami juga makan di beberapa restoran yang tersebar di kota ini. Di restoran-restoran inilah kami mencoba madu asli lokal New Zealand serta minum susu sapi segar New Zealand. Makanan-makanan ini membuat badan kami tetap fit walau berjalan seharian di cuaca dingin.
Tidak hanya di situ, kami juga sempat singgah selama dua malam di Lake Wanaka dengan suasana danau indah yang tak terlupakan. Dengan rileks, kami berjalan-jalan melihat pemandangan danau dan berfoto ria. Sambil menanti cuaca cerah untuk dapat naik helikopter melintasi gletser, kami melakukan tur singkat ke daerah peternakan domba dengan mobil khusus lintas alam. Jalanan yang harus dilalui cukup berbahaya karena banyak jalan di ujung bukit yang tidak bisa dilewati oleh mobil biasa. Dengan tur singkat ini, kami melintasi lembah dan naik kembali ke arah puncak menuju peternakan yang luas dengan beraneka binatang seperti sapi dan kuda.
Kami berhenti sekitar setengah jam di tempat pemotongan bulu domba sambil menikmati makanan ringan dan kopi. Selain itu, kami juga mendapatkan banyak pengetahuan mengenai lanolin minyak domba yang diambil dari bulu domba, di mana bulu tersebut dipilah untuk mengetahui kualitas yang baik (bagus) dan yang kurang baik (kotor). Pemotong bulu domba terlihat sangat berpengalaman dalam melakukan pekerjaan mereka sehingga hanya memerlukan kurang dari semenit untuk mencukur habis seluruh bulu dari seekor domba. Yang lebih hebat lagi, pekerjaan pemangkasan bulu domba-domba yang jumlahnya banyak itu hanya dilakukan oleh dua orang saja. menakjubkan!
Setelah menunggu kabar selama dua hari di Lake Wanaka, akhirnya pagi-pagi sekali kami menerima kabar gembira bahwa kami bisa berangkat dengan helikopter scenic flights melintasi gletser. Dari helikopter ini, kami dapat melihat dengan jelas pemandangan bukit gunung salju dan gletser karena kami melintas tepat di atasnya. Sebenarnya, kami bisa juga mendarat tepat di atas gletser itu selama beberapa menit, tetapi kami lebih memilih untuk melintasinya saja karena berbagai pertimbangan, di antaranya karena kami membawa beberapa famili dan anak-anak. Karena itu pulalah kami lebih memilih untuk naik helikopter daripada perjalanan darat yang memakan waktu lima jam. Hal ini dapat mempersingkat waktu perjalanan kami untuk mengunjungi Milford Sound dengan scenic cruise. Tentunya, perjalanan singkat dalam helikopter ini tidak akan pernah terlupakan.
Beranjak dari Lake Wanaka, kami naik kapal menikmati keindahan Milford Sound dengan scenic coach and cruise. Pemandangan yang kami lewati dengan kapal pesiar sungguh indah. Beningnya laut, tingginya gunung dan bukit, serta megahnya air terjun membuat kami merasa ada di dunia yang lain. Kapal yang besar dengan kaca yang bening membuat kami dapat melihat seluruh pemandangan itu dengan jelas, baik di dalam kapal yang lebih hangat maupun berdiri di deck kapal dengan panorama yang lebih jelas. Cipratan air terjun yang langsung mengena di wajah serta terpaan angin segar nan sejuk memberikan pengalaman lebih dekat dengan alam.
Menjelang sore kami melanjutkan perjalanan ke Mount Cook. Sepanjang jalan, kami menikmati pemandangan sekitar jalanan yang lebar dan bersalju dengan latar belakang gunung salju yang kian lama kian terlihat jelas. Beberapa kali kami berhenti di pinggir jalan untuk berfoto dan menikmati pemandangan sekeliling. Hingga akhirnya sampailah kami di kaki gunung dan bermalam di sana. Jika saja jadwal perjalanan kami bisa diperpanjang, kami ingin menambah semalam atau dua malam lagi di Mount Cook. Akan tetapi, kami masih harus melanjutkan perjalanan kami ke destinasi berikutnya. Mungkin untuk lain kali… Happy Voyage!!
New Zealand memiliki keindahan alam yang luar biasa indahnya. Tanah dan gunung terbentang sangat luas. Alam bebas dapat membebaskan pikiran kita saat berada di sana. Jalanannya sangat lebar dan bersih. Pemandangannya pun bebas tanpa tertutup gedung-gedung tinggi. Juga, warna-warna alam yang terbentang menghiasi tanah sungguh dapat meredakan ketegangan hati. Sejuknya lklim bersalju juga dapat menyejukkan hati kita dari panasnya hawa stres atau amarah. Di sinilah kita sekiranya dapat menikmati indahnya ciptaan Tuhan serta melebarkan senyum di wajah kita sebagai simbol kebahagiaan.
South Island
New Zealand terbentang luas dari ujung utara ke selatan, yaitu North Island hingga South Island. Butuh waktu berjam-jam untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Karena itu, jika kita benar-benar ingin berwisata ke seluruh New Zealand, harus diprioritaskan terlebih dahulu apakah kita ingin menjelajahi North Island atau South Island. Bagi saya, keduanya merupakan destinasi yang wajib dikunjungi. Wilayah selatan beriklim lebih dingin, tetapi sangat indah dan butuh banyak waktu untuk menjelajahinya. Sementara, daerah utara beriklim lebih hangat dan lebih dekat ke Australia. Karena itu, kebanyakan wisatawan yang mengunjungi New Zealand bagian utara juga bersinggah di Australia.
Banyak sekali pilihan rute untuk menjelajahi semua destinasi favorit. Pertimbangannya tentu bergantung pada kondisi cuaca, jumlah rombongan, berapa lama waktu kunjungan yang dimiliki, juga budget dana yang disiapkan. Untuk melihat gletser seperti Fox Glacier dan Frans Jose Glacier, atau gunung salju perjalanan bisa ditempuh dengan bus tour, sewa mobil, atau helikopter. Jika ingin menggunakan jasa helikopter, tentu hanya bisa dilakukan jika cuaca dan biaya mendukung. Keunggulannya, tentu saja bisa menghemat waktu karena perjalanan yang berjam-jam lewat jalur darat dapat ditempuh dalam jangka waktu kurang dari sejam saja.
Kami memulai perjalanan kami di New Zealand bagian selatan, dengan bersinggah semalam di kota Christchurch, kota yang masih dalam proses pembangunan setelah mengalami kerusakan karena gempa bumi pada 2012. Namun, kota ini tetap menjadi tempat persinggahan turis untuk menyambung rute perjalanan mereka ke tempat-tempat berikutnya.
Tentu sangat disayangkan jika melewatkan kesempatan untuk naik Tranz Alpine Train scenic coach ke Greymouth dan menikmati pemandangan memukau melewati landscape yang luas berselimutkan salju dan bukit gletser. Karena itu, kami berangkat pagi-pagi buta supaya tidak melewatkan pemandangan dengan langit cerah, dengan matahari terbit menerangi semua tanah luas, gunung, dan bukit.
Berikutnya, kami bersinggah dua malam di kota Queenstown. Udaranya sangat bersih dan segar. Pemandangan gunung salju dan kota kecilnya sangat indah. Kami melihat-lihat pertokoan di kota Queenstown. Hal itu membuat kami merasakan kehidupan kota kecil sejenak, setelah merasakan kehidupan alam yang segar dan natural. Banyak toko souvenir serta toko yang menjual produk-produk lokal. Kami juga makan di beberapa restoran yang tersebar di kota ini. Di restoran-restoran inilah kami mencoba madu asli lokal New Zealand serta minum susu sapi segar New Zealand. Makanan-makanan ini membuat badan kami tetap fit walau berjalan seharian di cuaca dingin.
Tidak hanya di situ, kami juga sempat singgah selama dua malam di Lake Wanaka dengan suasana danau indah yang tak terlupakan. Dengan rileks, kami berjalan-jalan melihat pemandangan danau dan berfoto ria. Sambil menanti cuaca cerah untuk dapat naik helikopter melintasi gletser, kami melakukan tur singkat ke daerah peternakan domba dengan mobil khusus lintas alam. Jalanan yang harus dilalui cukup berbahaya karena banyak jalan di ujung bukit yang tidak bisa dilewati oleh mobil biasa. Dengan tur singkat ini, kami melintasi lembah dan naik kembali ke arah puncak menuju peternakan yang luas dengan beraneka binatang seperti sapi dan kuda.
Kami berhenti sekitar setengah jam di tempat pemotongan bulu domba sambil menikmati makanan ringan dan kopi. Selain itu, kami juga mendapatkan banyak pengetahuan mengenai lanolin minyak domba yang diambil dari bulu domba, di mana bulu tersebut dipilah untuk mengetahui kualitas yang baik (bagus) dan yang kurang baik (kotor). Pemotong bulu domba terlihat sangat berpengalaman dalam melakukan pekerjaan mereka sehingga hanya memerlukan kurang dari semenit untuk mencukur habis seluruh bulu dari seekor domba. Yang lebih hebat lagi, pekerjaan pemangkasan bulu domba-domba yang jumlahnya banyak itu hanya dilakukan oleh dua orang saja. menakjubkan!
Setelah menunggu kabar selama dua hari di Lake Wanaka, akhirnya pagi-pagi sekali kami menerima kabar gembira bahwa kami bisa berangkat dengan helikopter scenic flights melintasi gletser. Dari helikopter ini, kami dapat melihat dengan jelas pemandangan bukit gunung salju dan gletser karena kami melintas tepat di atasnya. Sebenarnya, kami bisa juga mendarat tepat di atas gletser itu selama beberapa menit, tetapi kami lebih memilih untuk melintasinya saja karena berbagai pertimbangan, di antaranya karena kami membawa beberapa famili dan anak-anak. Karena itu pulalah kami lebih memilih untuk naik helikopter daripada perjalanan darat yang memakan waktu lima jam. Hal ini dapat mempersingkat waktu perjalanan kami untuk mengunjungi Milford Sound dengan scenic cruise. Tentunya, perjalanan singkat dalam helikopter ini tidak akan pernah terlupakan.
Beranjak dari Lake Wanaka, kami naik kapal menikmati keindahan Milford Sound dengan scenic coach and cruise. Pemandangan yang kami lewati dengan kapal pesiar sungguh indah. Beningnya laut, tingginya gunung dan bukit, serta megahnya air terjun membuat kami merasa ada di dunia yang lain. Kapal yang besar dengan kaca yang bening membuat kami dapat melihat seluruh pemandangan itu dengan jelas, baik di dalam kapal yang lebih hangat maupun berdiri di deck kapal dengan panorama yang lebih jelas. Cipratan air terjun yang langsung mengena di wajah serta terpaan angin segar nan sejuk memberikan pengalaman lebih dekat dengan alam.
Menjelang sore kami melanjutkan perjalanan ke Mount Cook. Sepanjang jalan, kami menikmati pemandangan sekitar jalanan yang lebar dan bersalju dengan latar belakang gunung salju yang kian lama kian terlihat jelas. Beberapa kali kami berhenti di pinggir jalan untuk berfoto dan menikmati pemandangan sekeliling. Hingga akhirnya sampailah kami di kaki gunung dan bermalam di sana. Jika saja jadwal perjalanan kami bisa diperpanjang, kami ingin menambah semalam atau dua malam lagi di Mount Cook. Akan tetapi, kami masih harus melanjutkan perjalanan kami ke destinasi berikutnya. Mungkin untuk lain kali… Happy Voyage!!
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih