Indonesia kembali dipercaya perusahaan kelas dunia bidang industri militer. Perusahaan pembuat pesawat tempur ‘Typhoon’, Eurofighter berencana melebarkan sayap produksi di luar Eropa dan Indonesia menjadi negara yang dipilih.
Dunia militer terkagum-kagum melihat produksi alat militer buatan Indonesia. Senjata Penembak Runduk 2 (SPR-2) bikinan PT Pindad ternyata bukan senjata biasa. SPR-2 mempunyai kemampuan yang luar biasa. Salah satu kelebihannya adalah mampun menembus tank baja.
Belum habis rasa terkejut dunia, Indonesia kembali bikin terperangah. Pasalnya perusahaan pembuat pesawat tempur canggih Typhoon, yakni Eurofighter memilih Indonesia untuk membangun basis produksi di luar Eropa.
Indonesia kembali dipercaya perusahaan kelas dunia bidang industri militer. Perusahaan pembuat pesawat tempur ‘Typhoon’, Eurofighter berencana melebarkan sayap produksi di luar Eropa dan Indonesia menjadi negara yang dipilih. Perusahaan yang terafiliasi dengan Airbus Group ini, berencana membuka fasilitas assembly line di Indonesia.
Bila rencana ini berjalan lancar, maka Indonesia akan menjadi negara satu-satunya negara di luar Eropa yang menjadi basis produksi jet tempur canggih yang sukses menjalankan misinya di Eropa. Selain Indonesia negara yang menjadi basis produksi Typhoon adalah Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol.
“Indonesia akan menjadi basis produksi yang kelima,” Kata Head of Industrial Offset Eurofighter Martin Elbourne di Jakarta, medio april lalu.
Pada tahap awal, basis produksi akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan jet tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kemudian, pabrik pesawat di Indonesia akan mengekspor jet tempur tersebut ke Negara lain seperti yang dilakukan pada program pesawat angkut baling-baling tipe CN 235 dan NC 212.
Martin menegaskan, rencana Eurofighter di Indonesia tidak akan mengganggu program pengembangan jet tempur antara Indonesia dan Korea Selatan yang bernama program jet tempur KFX/ IFX. Bahkan menurutnya dengan kerja sama ini, Eurofighter justru bisa membantu di dalam meningkatkan kemampuan para insinyur pesawat Indonesia untuk merancang hingga memproduksi jet tempur secara mandiri.
Selanjutnya, para insinyur atau mekanik pesawat asal Bandung, Jawa Barat, akan dilatih dan terlibat dalam proses pengembangan dan produksi jet tempur Typhoon di Spanyol. Di sana, mereka dilatih selama 2 hingga 3 tahun. “Kita ajak engineer PTDI untuk untuk ambil bagian di Eropa,” ujarnya.
Setelah itu para insinyur PTDI bersama ahli pesawat asal Spanyol bakal kembali ke Tanah Air untuk memulai proses produksi. Secara bertahap fasilitas produksi dan perakitan pesawat Typhoon di Spanyol bakal diboyong ke Indonesia atau tepatnya di Kota Bandung.
Indonesia sebelumnya juga mengejutkan dunia militer setelah PT Pindad memproduksi senapan penembak runduk (SPR) yang mempunyai kemampuan yang luar biasa. SPR 2 yang diproduksi perusahaan BUMN itu mampu menembus tank baja.
Sebelumnya, senapan penembak runduk (SPR) yang diproduksi PT Pindad: SPR 2 membuat geger dunia militer karena kemampuannya menembus tank baja.
SPR 2 ini bukan sembarang senjata. Pelurunya bisa menembus tank baja. Bahkan, ada peledak di balik amunisi tersebut yang bisa menghancurkan kendaraan tempur dalam sekejap. Lebih hebat lagi, SPR 2 juga memiliki jangkauan tembak hingga 2 kilometer (Km). Kemunculannya menggemparkan dunia sniper.
“Senjata yang mendunia, kalau kita fokus ke senjata, kita punya SS-1, SS-1 dan beberapa varian. Kita juga punya SPR-2 yang baru kita launching dan langsung dibeli oleh Kopassus,” kata Direktur PT Pindad Silmy Karim.
Mantan Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) itu menambahkan, senjata-senjata yang merupakan produk unggulan Pindad, kualitasnya sudah teruji. Siap digunakan di medan tempur dan lebih unggul dari pada produk impor. (Amri)
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih