Sejarah Kelam Etnis Tionghoa di Indonesia

Menyambut perayaan imlek 2023, DPP PKB mengadakan acara diskusi publik dengan tema “IMLEK DAN SEJARAH KELAM DISKRIMINASI DI INDONESIA.” Acara tersebut mengudang beberapa tokoh dan juga pembicara seperti: HASAN KARMAN,ESTER JUSUF,AZMI ABUBAKAR, MIKHAEL SINAGA dengan host Ardy susanto.

Seperti yang kita ketahui mengenai perjalanan kelam perayaan imlek, serta adanya isu sara baik di masa penjajahan belanda, jepang, masa orde lama, orde baru, berikut kerusuhan di tahun 1998 ditanah air, dan dimasa reformasi juga pada saat kepemimpinan presiden “ABDURAHAN WAHID” hingga dia di juluki (bapak tionghoa) yang memberi kebebasan perayaan imlek hingga terus berjalan saat ini.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengadakan diskusi publik ‘Imlek dan Sejarah Kelam Diskriminasi di Indonesia’ di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat, 20 Januari 2023. PKB mengungkapkan bahwa masyarakat etnis Tionghoa dikatakan sudah mulai banyak yang berani masuk terlibat di dunia politik. Hal itu tak lepas dari kebebasan yang mereka terima pasca terjadinya Reformasi.

Diskriminasi yang sama juga dialami Wali Kota Singkawang yang terdahulu, Hasan Karman. Hasan mengaku sempat takut saat hendak mencalonkan diri sebagai wali kota. Hasan bersyukur dirinya dibantu oleh Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) selama masa kepemimpinannya. Dia mengatakan pengurusan perpindahan surat kewarganegaraan dapat selesai dengan hadirnya IKI.

Namun, mengingat kekuatan bangsa kita adalah keragaman bangsa yang besar dengan berbagai suku agama dan budaya, tentulah kita semua harus menjaga rasa toleransi umat beragama dan menghindari isu politik sara demi kemajuan bangsa dan negara republik indonesia yang kita cintai ini.

Check Also

Kata Sandiaga Uno, Moto GP 2023 Berdampak Ekonomi hingga Rp 3,5 Triliun

Kata Sandiaga Uno, MotoGP 2023 Berdampak Ekonomi hingga Rp3,5 TriliunIndonesia kembali menyiapkan event MotoGP di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *