Sentuhan Indonesia di Piala Oscar

Irma Hardjakusumah, sudah berkali-kali dipercaya menata ruang pesta Piala Oscar. Inilah buah hasil kerja keras.

Pesta besar dalam dunia film itu usai sudah. Beberapa orang terpilih sebagai pemenang. Imbalannya, mereka menerima piala Oscar. Aktor terbaik jatuh pada Leonardo DiCaprio melalui film The Revenant. Untuk artis terbaik jatuh pada Brie Larson dalam film Room. Sementara, untuk film terbaik diraih Spotlight.

Ajang penerimaan piala Oscar tahun ini berlangsung meriah. Ini tidak lepas dari penggarapan ruang pesta yang berkelas tinggi. Tata ruangnya menampilkan kemegahan dan kenyamanan bagi siapa saja yang hadir pada pesta itu. Para pemenang Oscar, peraih nominasi, pembawa acara dan para artis yang tampil di panggung Oscar beserta 1500 tamu undangan nampak bagai hidup di dunia dongeng.

            Membanggakan. Ruang megah bernama Governors Ball itu ternyata hasil karya anak Indonesia. Namanya Irma Hardjakusmah (40), seorang desainer interior, Alumnus Universitas Indonesia. Wanita berparas cantik dengan rambutnya yang terurai panjang ini juga pernah menimba ilmu di University of California dan Art Center College of Design, Amerika. Takjub, Irma ternyata sudah tiga kali berturut-turut mendesain Governors Ball.

Khusus pada ajang piala Oscar tahun ini konsep pesta tersebut lebih menonjolkan nuansa Hollywood zaman dulu.“Jadi ruangannya itu ada kesan old Hollywood, old glamor,” tutur Irma.

            Itulah buah hasilkerja keras nya. Irma melakukan riset di perpustakaan Margaret Herrick yang berlokasi di Beverly Hills bersama dengan produsernya, Cheryl Cecchetto. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan inspirasi dalam rancangannya. Mulai foto-foto di belakang layar, foto-foto publikasi atau istilahnya photo set, desainer kostum, pokoknya dunia perfilman dari awal abad ini.

            Berbeda dengan tahun lalu, pada pesta Oscar kali ini, Irma diminta untuk menyulap ruang pesta seperti Hollywood tempo dulu, digabungkan dengan seni karikatur ke dalam desain ruangannya. Ide awal ini datang dari ketua penyelenggara pesta Governors Ball, Jeffrey Kurland yang juga adalah anggota dari Academy of Motion Picture of Sciences. Ide ini menghadirkan suasana yang serupa dengan restoran Sardi’s atau Brown Derby di Hollywood. Di dalamnya ditampilkan karikatur bintang-bintang film, tentang film atau movie culture secara keseluruhan.

            Irma mengakui tidak bekerja sendirian. Dia bekerja sama dengan puluhan tim lainnya yang ahli dalam berbagai bidang, ada lighting designer dan ada technical director yang berkaitan khusus. Ada orang-orang yang datangnya itu dari teater maupun dari costume design. Jeffrey Kurland itu adalah costume designer. Sementara, produser Irma, Cheryl Cecchetto, dulunya adalah seorang aktris dan performer. Jadi, ide-ide yang muncul selalu teatrikal.

            Untuk menghasilkan sebuh karya yang besar tentu harus melalui proses yang panjang. Proses perancangan ruang pesta Oscar sudah dimulai sejak bulan Oktober tahun lalu. Dimulai dari gagasan yang mentah, pembahasan seputar konsep hingga sketsa, sampai akhirnya pembangunan ruangan pun dimulai pada Desember

            Keberhasilan Irma menambah daftar orang yang berhasil membawa nama harum Indonesia di dunia internasional. Sebelumnya, ada nama Joey Alexander dan Didiet Maulana yang meramaikan perhelatan Grammy Awards beberapa waktu lalu. Semoga ini menjadi inspirasi bagi anak bangsa yang lain.

Check Also

Mendagri Minta Daerah Segera Bertindak, Jangan Tunggu Inflasi Makin Dalam

Mendagri Minta Daerah Segera Bertindak, Jangan Tunggu Inflasi Makin Dalam Jakarta – Menteri Dalam Negeri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *