Indonesia akan menambah volume ekspor timah lagi ke Singapura. Harga timah diperkirakan membaik untuk semester II, 2016.
Selama beberapa tahun terakhir, Singapura masih menjadi tujuan utama ekspor timah dari Provinsi Bangka Belitung (Babel). Sejak 2013, Negeri Singa tersebut menduduki peringkat teratas sebagai negara tujuan ekspor timah nasional. Saat itu, jumlah ekspor timah ke Singapura mencapai US$41,7 juta atau 52,4%. Bahkan, pada Januari 2013, Indonesia mengekspor sebanyak 6.583,48 ton timah ke Singapura atau sekitar 72% dari total ekspor timah nasional sebanyak 9.154,71 ton
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Babel yang dilansir oleh www.ap3i.or.id, sebuah web Asosiasi Perusahaan Industri dan Pengolahan (AP3I), menyebutkan bahwa timah merupakan komoditas ekspor terbesar Babel, yaitu 81,51% dari total ekspor Januari−Mei 2016, sedangkan ekspor nontimah 18,49%.
Tujuan ekspor timah ini adalah ke Singapura yang mencapai 154,86 juta dolar Amerika Serikat atau 57,15% dari keseluruhan ekspor timah, Belanda 27,27 juta dolar AS (10,06%), India 24,04 juta dolar AS (8,87%), Taiwan 19,07 juta dolar AS (7,04%), dan USA 12,81 juta dolar AS (4,73%).
Akan tetapi, angka ini mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga Mei 2016, yaitu 40,81% atau menjadi 58,28 juta dolar AS dari sebelumnya, 98,46 juta dolar AS.
Ekspor timah ke berbagai negara memang sempat mengalami penurunan ketika memasuki triwulan pertama 2016. PT Timah sebagai perusahaan penyalur barang tambang ini melakukan pembatasan penjualan. Tujuannya, perusahaan menunggu tren positif yang bisa menaikkan harga timah.
Diketahui, pada triwulan pertama 2016, PT Timah masih melakukan pembatasan penjualan. Perseroan berharap langkah ini bisa menaikkan harga timah. Menurut Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Agung Nugroho, ada beberapa alasan pihaknya melakukan pembatasan penjualan. Pertimbangan pertama karena harga yang menurut perusahaan mulai mengalami tren positif.
“Kita membatasi karena memang harga yang sempat melemah. Tetapi kami melihat ada indikasi kenaikan pada 2016 ini,” kata Agung Nugroho, Jumat (4/3/2016).
Menurut analisa yang mereka lakukan, harga 13.000 USD/Mton adalah batas minimal untuk komoditi timah. Sejak jatuh pada titik terendah, saat ini harga timah sudah merangkak naik kembali.
Pada April lalu, Indonesian Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) atau bursa timah sedang mengupayakan agar gudang penyimpanan timah batangan dapat menjadi Pusat Logistik Berikat (PLB) ekspor khusus. Direktur Utama PT Tantra Karya Sejahtera, Pascalis Edwin Salim, mengatakan saat ini pihaknya sedang mengurus semua persyaratan untuk menjadi anggota PLB. Dari 13 persyaratan yang ditetapkan, hanya satu syarat Autorize Economic Operator yang masih dalam proses.
“Persyaratan utama seperti kapasitas gudang, sistem, keamanan, sumber daya manusia, dan kelengkapan dokumen sudah lengkap. Hanya syarat AEO yang dalam proses. Kita sudah mengajukan usulan via ICDX dan mengharapkan dapat disetujui,” kata dia.
Edwin menambahkan PLB timah di Bangka Belitung akan memberikan keuntungan yang besar bagi negara. Ini membuat biaya penampungan menjadi lebih murah dan pengusaha tidak lagi membayar biaya kapal.
“Selama ini pengusaha membayar cukup besar untuk biaya penyimpanan timah di Singapura. Kalau PLB disetujui, mereka hanya bayar Rp6000 per ton. Komoditas yang disimpan pun bisa sampai tiga tahun. Belum lagi keuntungan bagi daerah dengan terbukanya lapangan pekerjaan dan menambah pendapatan daerah,” ujar dia.
Pada 2015, mantan Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel, sempat mengeluarkan revisi peraturan tentang ekspor timah. Peraturan itu mengatur sejumlah perubahan menyangkut jenis perdagangan di bursa dan tata niaga timah.
Perubahan peraturan dalam Permendag baru, di antaranya mengatur jenis timah. Dalam peraturan lama, jenis timah yang dapat diekspor dikelompokkan dalam empat jenis, yakni timah murni batangan, timah murni bukan batangan, timah solder, dan timah bukan solder.
Dalam peraturan baru, jenis timah dikelompokkan jadi tiga, yaitu timah murni batangan, timah solder, dan barang lainnya dari timah. “Selain tiga jenis timah tersebut, dilarang untuk diekspor,” ujar Gobel.
Terbesar di Dunia
Dua rauts tahun lalu menjadi tonggak sejarah berawalnya pertambangan timah di Indonesia. PT Timah sebagai pewaris terus menggali sumber daya mineral yang tersebar di daratan dan perairan sekitar pulau-pulau Bangka, Belitung, Singkep, Karimun, dan Kundur.
Saat ini, PT Timah dikenal sebagai perusahaan penghasil logam timah terbesar di dunia dan sedang dalam proses mengembangkan usahanya di luar penambangan timah dengan tetap berpijak pada kompetensi yang dimiliki dan dikembangkan. Total ekspornya mencapai 95%.
Timah merupakan logam dasar terkecil yang diproduksi, yaitu kurang dari 300.000 ton per tahun, dibandingkan dengan produksi aluminium sebesar 20 juta ton per tahun. Timah diolah dengan berbagai cara di pabrik timah, solder, dan pabrik kimia. Hasil olahannya beragam, mulai dari baju anti api, sampai dengan pembuatan stabiliser pvc, pestisida, dan pengawet kayu.
Di pabrik timah digunakan kemasan untuk bersaing dengan aluminium. Namun, pasar kemasan cukup besar bagi keduanya dengan masing-masing keunggulannya. Kaleng lapis timah lebih kuat dari kaleng aluminium sehingga menjadi keunggulan bagi produk makanan kaleng.
Selain itu, tanpa kita sadari secara langsung, timah bisa dipakai dalam bentuk kombinasi atau perpaduan. Timah menjadi logam yang dikenal oleh manusia sejak lama. Pada awalnya, pemakaian timah dipadukan dengan tembaga yang membentuk perunggu. Pemakaian bahan ini digunakan untuk berbagai macam perlengkapan memasak sekitar 350 tahun yang lalu.
Peningkatan terbesar dalam permintaan timah baru-baru ini adalah karena tekanan lingkungan yang meminta pabrik solder memangkas kandungan lead pada solder sehingga membuat kandungan timah dalam solder meingkat dari 30% menjadi hampir 97%. Hal ini merupakan peningkatan konsumsi yang besar.
Timah tidak hanya berperan besar dalam beberapa jenis industri di dunia. Timah menjadi salah satu sumber daya alam yang membuat manusia bisa mendapatkan lapangan pekerjaan. Di daerah pertambangan timah akan membuat orang-orang di sekitarnya bisa mendapatkan pekerjaan dan harapan ekonomi yang lebih tinggi. Timah juga membuat masyarakat bisa meningkatkan penghasilan dan fasilitas dari kawasan pertambangan dan industri besar yang memakai produk dari timah.
Ali Ramadan
Photo : 1. Produksi Timah di Bangka Belitung
- Pengiriman timah ke singapura
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih