YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada lima menteri yang dinilai berkomitmen tinggi membangun negeri dalam bidang yang ditanganinya.
MEGAH dan mewah, itulah kata yang pas disematkan kepada Perhelatan YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 di Hotel Grand Mercure,Kamayoran, Jakarta Pusat, pada 22 Mei lalu. Bagaimana tidak, ajang penganugerahan penghargaan kepada para pejabat negara ini tidak hanya memanggil puluhan nama-nama para kepala daerah, gubernur, bupati dan walikota yang menerima penghargaan. Namun, YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 inijuga memanggil sejumlah nama-nama menteri yang menerima penghargaan.
Kemegahan acara semakin meriah lantaran YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 dipandu oleh pembawa acara ternama Choky Sitohang. Dengan gayanya yang khas, Choky tampil meyakinkanmemanggil nama menteri yang menerima penghargaan.“Menteri Desa Tertinggal dan TransmigrasiEkoPutroSanjoyo layak menerima penghargaan YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017,” seru Choky disertai tepuk tangan meriah ratusan para tamu udangan.
Demi reputasi,Chokyoleh panitia memang sengaja ditunjuk sebagai pembawa acara.Maklum, ini adalah ajang penghargaan bertaraf nasional pertama kali digagas oleh YOKATTA News.
Dengan meyakinkan, dari panggung gemerlap dan disaksikan puluhan wartawan serta segenap para tamu undangan, Choky lebih dulu membacakan nama-nama menteri yang menerima penghargaan dari YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017. Selain Eko, Menteri Desa Tertinggal dan Transmigrasi yangdianugerahi YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 sebagai Tokoh Pembaruan Kemajuan Desa, ada pula Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly yang oleh Tim Penilai YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 dianugerahi sebagai Tokoh Pembaruan Lembaga Pemasyarakatan.
Lalu ada pula srikandi dari Papua, Ibu YohannaYambise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang menerima penghargaan YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 sebagai Tokoh Pembaruan Perlindungan Anak dan Perempuan.
Yang tak kalah meriahnya adalah Menteri Pariwisata AriefYahya. Mantan Dirut Telkom ini dinilai layakmenerima YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 sebagai Tokoh Pembaruan Promosi Pariwisata Indonesia.
Menanggapi penghargaan yang dia terima, MenparAriefYahyamemberikan apresiasi kepada YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017. Di beberapa media daring, Arief bahkan salut kepada Majalah YOKATTA News yang telah diam-diam mengamati perkembangan promosi pariwisata.“Terima kasih YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017yang luar biasa dalam mengamati perkembangan signifikan dari promosi kepariwisataan Indonesia,” ujar Menteri Arief.
AriefYahya memang membangun kebanggaan baru dalam mengembangkan pariwisata di Tanah Air. Dia selalu menekankan bahwa, agar menjadi global player, Indonesia harus menggunakan global standard. Karena itu, dia selalu berkaca pada standar yang sudah diakui dan berlaku di dunia. Misalnya dalam indeks daya saing pariwisata, dia menggunakan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF).
Hampir semua kebijakan penting Kemenpar yang diputuskan MenparAriefYahya selalu menggunakan cermin global standard.Arief juga menggunakan benchmarking dan apa yang sudah dilakukan di negara lain dan sukses Dia berkeyakinan, jika indeks kriteria “baik” itu sudah diyakini secara internasional, secara nasional pun sudah pasti akan baik.
Berikutnya ada nama RiamizardRyacudu, Menteri Pertahanan yang dinilai berhasil menyukseskan program bela negara sehingga pria kelahiran Palembang ini layak dianugerahi Tokoh Pembaruan Bela Negara oleh YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017.
Selain dihadiri para pejabat kepala daerah, YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 juga dihadiri Bapak Jaya Suprana,pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Di acara itu pula, Jaya Suprana memberikan penghargaan MURI kepada Majalah YOKATTA News sebagai majalah terlama menampilkan sampul depan menteri.
Profesional dan Objektif
Pimpinan Umum Majalah YOKATTA NEWS Mr. YoKengHoat mengatakan, pemberian penghargaan ini bertujuan untuk memotivasi para penyelenggara negara agar terus berjuang merealisasikan program kerja yang bermuara pada kesejahteraan rakyat. “Kesungguhan dan kerja keras pejabat negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program pembangunan di bidang tertentu sudah sewajarnya diberikan penghargaan dan pengakuan yang setinggi-tingginya,” ujar Yo.
Pemberian penghargaan dilakukan secara profesional dan objektif. Para nominator sudah melalui beberapa tahapan penilaian. Untuk menentukan nominasi, pihaknya membentuk panitia award yang terdiri dari puluhan wartawan dengan tugas utama, yakni memonitor kinerja pemerintah kabupaten/kota dan provinsi.
Panitia YOKATTA Awards 2017 dalam melakukan risetnya secara konsisten telah mendesain komponen penggalian data dalam tiga tahapan, yaitu wawancara mendalam, pemutakhiran data, dan konsultasi dengan tim penilai.
Terkait Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Yo mengatakan bahwa Kementerian ini terus membangun kemajuan desa melalui penyaluran Dana Desa. Alokasi Dana Desa naik dari Rp20,76 triliun pada 2015 menjadi Rp46,98 triliun pada 2016. Tahun ini, alokasinya menjadi Rp60 triliun dan direncanakan menjadi Rp120 triliun pada tahun depan. Hasilnya, sebagian besar desa telah maju dengan memiliki fasilitas umum dan memiliki badan usaha. Alasan itu sebutnya menjadi salah satu poin kenapa Menteri Desa Tertinggal dan Transmigrasi layak menerima penghargaan YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017.
Selanjutnya, Yo menjelaskan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly secara konsisten terus membenahi lembaga pemasyarakatan. Pembenahan dilakukan mulai dari peningkatan mutu petugas, manajemen pengelolaan, pelatihan, serta perbaikan sarana dan prasarana gedung lapas. “Citra lapas pun telah berubah menjadi tempat binaan. Lapas bukan lagi tempat hukuman bagi para warga binaan,” jelas Yo.
Sebagai Tokoh Pembaruan Perlindungan Anak dan Perempuan yang disematkan kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yo mengatakan YohannaYambise gencar mencanangkan Kampanye Berlian (Bersama Lindungi Anak). Berbagai kebijakan yang dinilai ramah terhadap perempuan dan anak telah dibuat, mulai dari pembinaan, pembatasan penggunaan gadget dan internet bagi anak-anak, penataan tempat-tempat bermain anak, fasilitas umum, sampai fasilitas sosial, seperti toilet dan parkir yang ramah perempuan.
Tokoh Pembaruan Promosi Pariwisata Indonesia dianugerahkan kepada AriefYahya. Yo menjelaskan, pada 2015, branding Wonderful Indonesia berada di peringkat 100-an dari seluruh negara di dunia. Namun, mulai 2016 naik ke peringkat ke-47. Promosi berkesinambungan dalam branding pariwisata Pesona Indonesia telah dilakukan secara massif. Tidak hanya oleh Pemerintah dan pelaku bisnis wisata, melainkan oleh masyarakat sendiri. “Karenanya, Menpar kami nominasikan dan dianugerahi YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 sebagai Tokoh Pembaruan Promosi Pariwisata,” pungkas Yo.
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih