YOKATTA mendapat Piagam Penghargaan Museum REKOR DUNIA yang diserahkan oleh Pak Jaya Suprana dari Rekor MURI

 

YOKATTA mendapat Piagam Penghargaan Museum REKOR DUNIA yang diserahkan oleh Pak Jaya Suprana dari Rekor MURI

Kesungguhan dan kerja keras pejabat negara sudah sewajarnya diberikan penghargaan dan pengakuan yang setinggi-tingginya. Dalam menyemangati kinerja para pejabat pemerintahan, ternyata mata dunia memperhatikan gerak gerik YOKATTA News dan membuahkan hasil kerja keras kami dengan Piagam Penghargaan Museum REKOR DUNIA yang diserahkan langsung oleh pak Jaya Suprana dari REKOR MURI atas rekor “Majalah yang Terbit Berkesinambungan Terlama dengan Cover Menteri”

Dimana setiap bulannya, majalah kami pasti berkesempatan mendapat wawancara eksklusif dengan Menteri Republik Indonesia yang secara satu persatu memperbolehkan kami mengenal mereka lebih dalam dan membuat Indonesia bahkan dunia belajar hal baru yang mungkin selama ini kita tidak tahu mengenai para Menteri yang membantu laju pemerintahan Republik Indonesia.

Malam itu kami juga memberikan beberapa penghargaan kepada Menteri dengan kinerja terbaik, yaitu MENTERI Desa Tertinggal dan TransmigrasiEkoPutroSanjoyo layak menerima penghargaan YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017. Demikian suara aktor dan pembawa acara televisi Choky Sitohang di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta 22 Mei 2017 lalu. Ya, Choky oleh panitia perhelatan bergengsi YOKATTA Golden Award didaulat sebagai pembawa acara. Ajang nasional yang digagas oleh Majalah YOKATTA News ini menganugerahkan penghargaan yang tinggi bagi kinerja Kementerian Kabinet Kerja dan beberapa kepala daerah.

Choky, di panggung kemilau dan disaksikan puluhan wartawan dan segenap tamu undangan itu,lantas membacakan peraih penghargaan lainnya. Menteri Desa Tertinggal dan Transmigrasi EkoPutroSanjoyo dianugerahi YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 sebagai Tokoh Pembaruan Kemajuan Desa. Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly dianugerahi YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 sebagai Tokoh Pembaruan Lembaga Pemasyarakatan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) YohannaYambise dianugerahi YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 sebagai Tokoh Pembaruan Perlindungan Anak dan Perempuan. Menteri Pariwisata AriefYahyajuga menerima YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 sebagai Tokoh Pembaruan Promosi Pariwisata Indonesia.

Acara yang berlangsung meriah dan dihadiri juga oleh Tokoh MURI Jaya Suprana ini pun juga menganugerahkan YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 kepada berbagai kepala daerah.

MenparAriefYahya dalam menerima penghargaan diwakilkan kepada Deputi Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia, AhmanSya. Piagam berwarna emas itu ditandatangani oleh YoKengHoat dan HamzahHaz.

Siang keesokan hari pasca-menerima YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017, MenparArief menghiasi ragam berita media daring, cetak, dan elektronik. Arief mengatakan “Terima kasih Golden YOKATTA yang luar biasa, mengamati perkembangan signifikan dari kepariwisataan Indonesia,” ujar Menteri Arief.

AriefYahya memang membangun kebanggaan baru dalam mengembangkan pariwisata di Tanah Air. Dia selalu menekankan bahwa agar menjadi global player, gunakan global standard. Karena itu, dia selalu berkaca pada standar yang sudah diakui dan berlaku di dunia. Seperti dalam indeks daya saing pariwisata, dia menggunakan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF).

Hampir semua kebijakan penting Kemenpar yang diputuskan MenparAriefYahya selalu menggunakan cermin global standard. Arief juga menggunakan benchmarking, misalnya apa saja yang sudah dilakukan di negara lain dan sukses. Dia berkeyakinan, jika indeks kriteria “baik” itu sudah diyakini secara internasional, secara nasional pun sudah pasti baik.

Sejak memimpin Kemenpar Oktober 2014 lalu, mantan Direktur Utama PT Telkom Indonesia periode 2012–2017 itu sudah berhasil memenangkan 46 penghargaan kelas dunia dari 22 negara. Dia sering menggunakan kata-kata saktinya, “Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran.” Peribahasa itu disampaikan Sun Tzu dalam buku The Art Of War. Buku filsafat militer yang diperkirakan ditulis pada abad ke-6 oleh Sun Tzu menjadi salah satu favoritArief dalam membangun spirit Pariwisata Indonesia.

 

Profesional dan Objektif.

YoKengHoat sebagai Pimpinan Umum Majalah YOKATTA News di atas panggung mengatakan, pemberian penghargaan bertujuan untuk memotivasi para penyelenggara negara agar terus berjuang merealisasikan program kerja yang bermuara pada kesejahteraan rakyat.

“Kesungguhan dan kerja keras pejabat negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program pembangunan di bidang tertentu sudah sewajarnya diberikan penghargaan dan pengakuan yang setinggi-tingginya,” ujar Yo.

Pemberian penghargaan dilakukan secara profesional dan objektif. Para nominator sudah melalui beberapa tahapan penilaian. Untuk menentukan nominasi, pihaknya membentuk panitia award yang terdiri dari puluhan wartawan dengan tugas utama, yakni memonitor kinerja pemerintah kabupaten/kota dan provinsi.

Panitia YOKATTA Awards 2017 dalam melakukan risetnya secara konsisten telah mendesain komponen penggalian data dalam tiga tahapan, yaitu wawancara mendalam, pemutakhiran data, dan konsultasi dengan tim penilai.

Terkait Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Yo mengatakan bahwa Kementerian ini terus membangun kemajuan desa melalui penyaluran Dana Desa. Alokasi Dana Desa naik dari Rp20,76 triliun pada 2015 menjadi Rp46,98 triliun pada 2016. Tahun ini, alokasinya menjadi Rp60 triliun dan direncanakan menjadi Rp120 triliun pada tahun depan. Hasilnya, sebagian besar desa telah maju dengan memiliki fasilitas umum dan memiliki badan usaha. Alasan itu sebutnya menjadi salah satu poin kenapa Menteri Desa Tertinggal dan Transmigrasi layak menerima penghargaan YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017.

Selanjutnya, Yo menjelaskan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly secara konsisten terus membenahi lembaga pemasyarakatan. Pembenahan dilakukan mulai dari peningkatan mutu petugas, manajemen pengelolaan, pelatihan, serta perbaikan sarana dan prasarana gedung lapas. “Citra lapas pun telah berubah menjadi tempat binaan. Lapas bukan lagi tempat hukuman bagi para warga binaan,” jelas Yo.

Sebagai Tokoh Pembaruan Perlindungan Anak dan Perempuan yang disematkan kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yo mengatakan YohannaYambise gencar mencanangkan Kampanye Berlian (Bersama Lindungi Anak). Berbagai kebijakan yang dinilai ramah terhadap perempuan dan anak telah dibuat, mulai dari pembinaan, pembatasan penggunaan gadget dan internet bagi anak-anak, penataan tempat-tempat bermain anak, fasilitas umum, sampai fasilitas sosial, seperti toilet dan parkir yang ramah perempuan.

 

Tokoh Pembaruan Promosi Pariwisata Indonesia dianugerahkan kepada AriefYahya. Yo menjelaskan, pada 2015, branding Wonderful Indonesia berada di peringkat 100-an dari seluruh negara di dunia. Namun, mulai 2016 naik ke peringkat ke-47. Promosi berkesinambungan dalam branding pariwisata Pesona Indonesia telah dilakukan secara massif. Tidak hanya oleh Pemerintah dan pelaku bisnis wisata, melainkan oleh masyarakat sendiri. “Karenanya, Menpar kami nominasikan dan dianugerahi YOKATTA GOLDEN AWARDS 2017 sebagai Tokoh Pembaruan Promosi Pariwisata,” pungkas Yo.

 

 

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *