Di KTT G20 India, Presiden Jokowi Kampanye Aksi Nyata Lindungi Bumi

Di KTT G20 India, Presiden Jokowi Kampanye Aksi Nyata Lindungi Bumi

Presiden Jokowi menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 India pada Sabtu (9/9/2023) kemarin di Bharat Mandapam, IECC, Pragati Maidan, New Delhi, India. Jokowi disambut oleh Perdana Menteri (PM) Narendra Modi.

Kedua pemimpin negara berfoto bersama sambil berjabat tangan dengan latar belakang roda yang menjadi ikon dari Konark Sun Temple yang merupakan bagian dari situs warisan dunia UNESCO. Setelahnya, Jokowi berjalan menuju Leaders Lounge di mana para pemimpin negara G20 dan ketua organisasi internasional lainnya telah tiba terlebih dahulu di sana.

Jokowi mengajak para pemimpin negara G20 untuk aksi nyata dalam melindungi kelestarian bumi. Ini ia sampaikan dalam pertemuan sesi pertama KTT G20 India dengan tema ‘One Earth’ di Bharat Mandapam, IECC, Pragati Maidan, New Delhi, India, kemarin. “Kita semua harus walk the talk, because we only have one earth,” ajak Presiden Jokowi, dalam keterangan resmi kepada YOKATTA News.

Presiden menyebut bahwa upaya bersama menjaga bumi itu melainkan karena bumi ini adalah milik semua pihak dan generasi masa depan. “One earth, for every body. One earth, for us and for our future generation,” jelasnya. Ia menuturkan bahwa Indonesia telah melakukan sejumlah aksi nyata untuk melindungi bumi melalui upaya menekan deforestasi hingga restorasi mangrove.

“Tahun 2022, Indonesia menurunkan emisi 91,5 juta ton. Laju, deforestasi ditekan hingga 104 ribu hektare. Hutan dan lahan direhabilitasi seluas 77 ribu hektare dan mangrove direstorasi seluas 34 ribu hektare,” paparnya.

Di hadapan para pemimpin negara G20, Presiden mengajak semua pihak bertanggung jawab dan komitmen menjaga kelestarian bumi. “Bumi kita tengah sakit. Pada Juli lalu, suhu dunia capai titik tertinggi. Diprediksi akan terus naik dalam lima tahun ke depan. Ini akan sulit ditahan, kecuali dunia menghadangnya secara masif dan radikal,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa percepatan transisi ekonomi rendah karbon jadi salah satu upaya yang bisa dilakukan. Presiden menilai hingga kini pelaksanaan penurunan emisi masih sangat terbatas. “Komitmen pendanaan negara maju, masih sebatas retorika dan di atas kertas, baik pendanaan climate USD 100 miliar per tahun, atau fasilitas pendanaan loss dan damage,” tukasnya.

Jokowi mengungkapkan, saat ini negara-negara berkembang butuh bantuan bidang teknologi dan investasi hijau untuk mempercepat penurunan emisi di dunia. Ia menuturkan, pendanaan dalam percepatan penurunan emisi dinilai penting. Kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta harus dilanjutkan karena bisa membawa perubahan yang besar untuk menurunkan emisi. “Tahun lalu di Bali, Indonesia telah menginisiasi G20 Bali Global Blended Finance Alliance, skema Just Energy Transition Partnership (JETP) ini harus diperluas dan diperbesar,” ungkap Presiden.

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *