Geliat Pembangunan Di Tanah Sai Bumi Nengah Nyappur
Tiga tahun membangun, semua Kabupaten Tulang Bawang sudah memiliki jalan yang bisa dilewati kendaraan roda empat. Di bidang pendidikan dan kesehatan Tulang Bawang pantas diapresiasi.
Kabupaten Tulang Bawang didirikan pada tanggal 20 Maret 1997. Wilayah Kabupaten Tulang Bawang pada saat itu memiliki wilayah terluas, 22% dari wilayah Provinsi Lampung. Dalam upaya percepatan pembangunan serta memperpendek rentang kendali pelayanan publik di wilayah Sai Bumi Nengah Nyappur ini, di 2008, Kabupaten Tulang Bawang ini dimekarkan menjadi 3 wilayah daerah otonom baru (DOB). Lahirlah Kabupaten Mesuji, dan Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Saat ini, Kabupaten Tulang Bawang memiliki luas wilayah ± 4.361,83 Km2, yang tersebar dalam 15 wilayah Pemerintahan Kecamatan, 4 Kelurahan, dan 148 Kampung. Kabupaten Tulang Bawang memiliki beragam potensi sumber daya alam dan keragaman budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam upaya mencapai kesejahteraan segenap lapisan masyarakat.
Salah satu hakikat otonomi daerah adalah peluang membangun ekonomi negara melalui pemanfaatan potensi lokal. Dalam pelaksanaan otonomi daerahnya, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang melakukan optimalisasi kinerja perekonomian daerah dengan memperkuat daya saing dan infrastruktur wilayah.
“Itulah dasar yang kami tetapkan untuk mencapai visi yang telah ditetapkan menuju Tulang Bawang bermartabat dan sejahtera,” ujar Hanan A. Rozak, Bupati Tulang Bawang, kepada YOKATTA News, di Sekretariat APKASI, Jakarta, awal April.
Hanan A. Rozak sudah tiga tahun memimpin Tulang Bawang. Dalam membangun daerahnya, Hanan berprinsip, tidak bisa pemerintahan dilakukan oleh pemerintah saja. Namun, juga dari partisipasi seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.
Bersama Wakil Bupati, Heri Wardoyo, Hanan membuat program unggulan dan prioritas yang dilaksanakan bersama rakyat. Program yang menjadi fokus adalah pembangunan infrastruktur. Karena itu, lahirlah pembangunan infrastruktur perkampungan melalui program unggulan, yaitu Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK).
Program tersebut sudah berjalan tiga tahun. Hanan pun tak segan-segan mengalokasikan anggaran. Dana yang dialokasikan ke kampung/kelurahan guna mensukseskan program GSMK selama 3 tahun ini mencapai Rp93,6 miliar. Rata-rata setiap kampung/kelurahan diberikan dana stimulan tetap sebesar Rp200 juta per tahun. Mulai 2014 ditambah reward 100 juta yang diberikan bagi tiga kampung berprestasi di setiap Kecamatan dengan total Rp1,5 miliar.
Rakyat dan dunia usaha sangat mendukung program ini. Ini terbukti dana yang terkumpul dari swadaya masyarakat diperkirakan mencapai Rp22,4 miliar. Program ini juga sangat membantu masyarakat karena menyerap tenaga kerja sebanyak 547.187 orang, serta meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar Rp29,71 miliar.
Kini, semua jalan di Tulang Bawang sudah bisa dilewati kendaraan beroda empat. Jalan-jalan di Tulang Bawang sudah diperbaiki. Semua jalan sudah berbentuk. Ada jalan telford, jalan rabat beton, jalan lapen, dan timbunan tanah. Akses jalan pun semakin mudah karena dihubungkan dengan jembatan yang baik. Daya tahan jalan semakin kuat karena drainase dan gorong-gorong pun diperbaiki. .
Selain melalui GSMK, pembangunan infrastruktur juga dilakukan oleh SKPD terkait. Misalnya, revitalisasi kawasan Ibu Kota Menggala. Revitalisasi jalan-jalan ibu kota, tugu, taman RTH, lampu penerangan. SKPD menginisiasi pembangunan dua jalur jalan nasional Lintas Timur Sumatera ruas jalan Astra Ksetra-Cakat sepanjang 28 km. Ada juga pengembangan jalan alternatif (jalan tembus) PKOR-Bawang Latak yang menghubungkan jalan nasional Lintas Timur dan Lintas Pantai Timur Sumatera. Revitalisasi infrastruktur kawasan Kota Terpadu Mandiri di Rawa Pitu dan kawasan strategis lainnya pun dijalankan.
Yang menjadi perhatian utama Hanan adalah menjaga apa yang sudah dibangun. Untuk itu, kepada seluruh jajarannya, Hanan mengajak dalam pembangunan, peningkatan serta pemeliharaan prasarana jalan dan jembatan. Selain itu, pembangunan sarana dan prasarana perumahan dan pemukiman harus diperhatikan. Dalam pembangunan infrastruktur, Kabupaten Tulang Bawang juga membangun drainase air bersih, sanitasi lingkungan, dan revitalisasi PDAM.
Selain membangun infrastruktur, Hanan juga peduli pembangunan pendidikan. Dalam bidang pendidikan ini, upaya yang dilakukan Hanan adalah meningkatkan jumlah dan kualitas infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan. Ada juga pemberian bantuan kepada siswa, yakni perlengkapan sekolah bagi siswa baru. Bagi masyarakat yang kurang mampu diberikan bantuan pendidikan. Yang tak kalah penting, peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga pendidik. Sebagai pemicu diberikan penghargaan pada guru berprestasi.
Dalam bidang pendidikan ini, Hanan juga sangat konsen meningkatkan kualitas proses belajar dan mengajar, pengembangan sekolah-sekolah unggulan, dan pengembangan sekolah kejuruan. Tidak hanya itu, dia juga turut memfasilitasi pendirian pendidikan tinggi, pembinaan pendidikan ekstrakuriler dan kepramukaan, serta memfasilitasi pembangunan sarana olahraga di masing-masing kecamatan dan kampung.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan di antaranya berupa bantuan perlengkapan sekolah siswa SD, SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Tulang Bawang untuk ± 51.765 siswa baru yang kurang mampu. Pemerintah juga sudah memberikan bantuan beasiswa kepada 439 mahasiswa asal Kabupaten Tulang Bawang di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta dengan kriteria: mahasiswa berprestasi akademik, mahasiswa berprestasi non-akademik dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
Di bidang kesehatan, Kabupaten Tulang Bawang saat ini telah memiliki 18 Puskesmas yang terdiri dari 6 unit puskesmas rawat inap dan 13 unit puskesmas non-rawat inap, 45 Puskesmas Pembantu, 17 Puskesmas Keliling, 289 Posyandu, 131 poskesdes, 29 klinik/praktek dokter, 1 RSUD, dan 2 RS Swasta.
Kemajuan di bidang kesehatan dapat dilihat dari beberapa poin, di antaranya angka kematian bayi 4,26 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini menurun dibanding tahun 2013 yang mencapai 8,3 per 1000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu melahirkan 110 per 100.000 kelahiran hidup, angka ini menurun bila dibandingkan tahun 2013, yakni 200 per 100.000 kelahiran hidup.
Kemajuan pada bidang kesehatan ditunjukkan pula oleh capaian cakupan pelayanan kesehatan seperti cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan yang mencapai 99%, cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) yang mencapai 98,67%, cakupan jumlah komplikasi kebidanan yang mendapat penanganan adalah sebesar 100%, cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA mencapai 88%, dan cakupan kunjungan bayi memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar mencapai 90%.
Dalam memimpin Tulang Bawang, Hanan tidak sekadar umbar janji. Banyak capaian yang sudah diraih. Pemerintahan Tulang Bawang dalam bidang penataan dan pengelolaan keuangan daerah terbilang berhasil. APBD Tulang Bawang pada 2013 yang berjumlah Rp728.745.918.530 bertambah menjadi Rp1.066.344.292.499 pada 2015. Berarti, telah terjadi peningkatan sebesar ± 46,33%. Di 2016 ini saja, APBD Tulang Bawang mencapai Rp1,3 triliun lebih.
Selain itu, telah tercipta sistem Pelayanan Penatausahaan Keuangan Terpadu Satu Pintu (one stop service). Pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang dan jasa juga sudah dilakukan melalui E-Procurement. Pendampingan penyusunan laporan keuangan SKPD yang bertujuan untuk menyusun laporan keuangan SKPD yang akuntabel dan tepat waktu sesuai dengan permendagri nomor 13 tahun 2006 juga sudah tercapai.
Raja Pitu Siregar
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih