Gubernur Mahyeldi Berharap Ada Percepatan Penanganan Tanggap Darurat Banjir Lahar di Sumbar
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi berharap ada percepatan dalam penanganan tanggap darurat terhadap banjir lahar hujan dan tanah longsor yang menerjang enam kabupaten dan kota di Sumatra Barat.
Hal itu mengingat potensi bencana yang sesekali bisa terjadi ke depan yang bisa mengorbankan masyarakat.
“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada DPR RI telah diberikan ruang mempresentasikan beberapa hal berkaitan dengam bencana alam di Sumatera Barat. Kami menyampaikan beberapa kerusakan dan juga meminta dukungan Komisi V DPR dan juga kepada BNPB, dan Kementerian PUPR,” ujar Mahyeldi kepada YOKATTA News, usai diterima Komisi V DPR RI di ruang Sekretariat Komisi V DPR, di Senayan, Jakarta, Kamis (16/5).
Dalam pertemuan itu, Gubernur Sumbar diterima oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari fraksi PPP Muhammad Iqbal dan anggota DPR yang lain.
Mahyeldi mengatakan potensi banjir di Sumbar masih ada ke depan menimbang daerah tersebut masih dilanda hujan ringan hingga berat.
Mahyeldi mengungkapkan pada pertemuan tersebut pihaknya meminta dukungan peralatan untuk menanggulangi darurat bencana banjir dan tanah longsor.
“Karena memang peralatan yang digunakan adalah bisa difungsikan untuk pengerjaaan yang lain, mudah-mudahan ini akan ada dukungan,” ujarnya.
Mahyeldi mengungkapkan satu di antara fokusnya saat ini yaitu terkait putusnya akses jalan di Padang Panjang. Karena itu, Mahyeldi berharap bantuan Komisi V DPR untuk meminta Kementerian PUPR agar segera memperbaiki jalan rusak agar akses transportasi bisa kembali pulih.
“Ini juga harapan kami untuk jadi prioritas, secara bertahap mungkin dalam beberapa hari ini bisa untuk kendaraan roda dua, setelah itu mungkin bisa untuk kendaraan ringan kendaraan pribadi, setelah itu baru nanti jangka panjangnya untuk kendaraan bus dan kemudian kendaraan berat lainnya, karena ini jalur yang vital untuk Sumbar,” bebernya.
Untuk meminimalisasi dampak bencana tersebut, Gubernur Mahyeldi juga meminta dukungan pembangunan cekdam, mengingat ada 15 sungai yang berhulu di Gunung Marapi.
“Berangkat dari pengalaman Jogja, Jogja yang sungainya 10 sabodamnya itu 250 buah, dan kita di Marapi Sumbar sungainya 15 cekdamnya baru 2,” ucapnya.
Dia mengatakan, pihaknya sudah merencanakan pembuatan sobodam beberapa tahun lalu. “Sebenarnya sudah saya rencanakan beberapa tahun yang lalu mudah-mudahan kita harapkan bisa dilaksnaakan sabodam ini, sehingga bisa meminimalsiir korban dan efek dari longsoran banjir apalagi ini lahar dingin yang berpotensi yang akan berakibat kepada masyarakat,” ujarnya. ***
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih