Jokowi Menantang Pengusaha Jepang

Ibu Negara Iriana berjabat tangan dengan Permaisuri Michiko Shōda setibanya di Imperial Palace, Tokyo

Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe menegaskan bahwa pemerintahannya sangat mementingkan Indonesia. Sementara Presiden Joko Widodo “menantang” Jepang agar menjadi investor nomor satu di Indonesia.

Pesawat Kepresidenan Boeing Business Jet yang membawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) take off dari landasan pacu Bandara Udara Halim Perdanakusuma pada Minggu, 22 Maret 2015, sekitar pukul 12.30 Wib. Di dalam pesawat itu ikut mendampingi Presiden, Ibu Negara Iriana Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. Sejak hari itu, Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang selama empat hari, kemudian ke China. Ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama Presiden Jokowi yang pertama di dua negara itu. Di Jepang, Presiden diterima oleh Kaisar Jepang Kaisar Akihito (Tenno Heika) dan Permaisuri Michiko Shoda di Kekaisaran Jepang. Selanjutnya, Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Presiden juga bertemu dengan pebisnis-pebisnis di Jepang. Ketika Presiden Jokowi bertemu PM Jepang Shinzo Abe, pada Senin, 23 Maret 2015, menghasilkan dua kesepakatan. Kesepakatan pertama, dimulainya Forum Maritim di tingkat pejabat untuk mewujudkan laut yang terbuka dan stabil. Kesepakatan kedua, terjalin prakarsa atau inisiatif baru berupa promosi untuk mendorong ekspor dan peningkatan investasi di Indonesia.

Presiden Jokowi dan PM Jepang Shinzo Abe juga menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bidang pertahanan, perdagangan, dan promosi dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara di gedung pertemuan kantor PM Jepang. MoU Pertahanan ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Ryarmirzad Ryacudu dan Menteri Pertahanan Jepang Akinori Eto. MoU kerja sama perdagangan ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Rahmat Gobel dan Ketua Japan Export Trade Organization (JETRO) Hiroyuki Ishige. Sementara MoU kerja sama promosi investasi ditandatangani oleh Ketua BKPM Franky Sibarani dan Ketua JETRO, Hiroyuki Ishige. Seusai penandatanganan MoU, dalam pernyataan persnya PM Jepang Shinzo Abe menegaskan, bahwa pemerintahannya sangat mementingkan Indonesia. Karena itu, setelah dirinya dilantik menjadi PM Jepang, ia langsung menjadikan Indonesia sebagai negara yang pertama kali dikunjunginya. “Adalah hal yang sangat menyenangkan bagi saya dapat mendengarkan bahwa Presiden Joko Widodo telah memilih Jepang sebagai lawatan ke luar negeri pertama dalam konteks hubungan bilateral selain negara-negara Asean,” kata Abe seraya menyebutkan, pertemuannya dengan Presiden Jokowi kali ini merupakan yang ke dua setelah pertemuan pertama diadakan di sela konferensi APEC bulan November lalu.

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe

Pertemuan kali ini, lanjut Abe, telah mengkonfirmasikan bahwa sebagai sesama negara demokratis dan maritim di Asia, Indonesia dan Jepang akan lebih meningkatkan hubungan strategis di antara keduanya. “Saya menyampaikan harapan kepada Bapak Presiden agar Indonesia yang semakin berkembang akan memainkan peran yang lebih penting lagi bagi perdamaian dan kemakmuran, baik di kawasan regional maupun dunia,” ujar Abe. Sementara Presiden Jokowi dalam pernyataannya mengatakan, Indonesia adalah negara yang memiliki potensi besar. Presiden Jokowi juga menyampaikan rencana pembangunan lima tahun yang mungkin bisa dikerjasamakan antara Indonesia dan Jepang. “Tadi juga telah kita bicarakan mengenai program promosi, promosi investasi agar semakin banyak investor dari Jepang yang mau investasi di Indonesia. Terutama mengenai bidang-bidang yang mungkin bisa dikerjasamakan, yang bisa dimasuki investasinya dari Jepang, yaitu bidang pembangkit tenaga listrik, pelabuhan kemudian infrastruktur jalan dan jalan tol, juga pembangunan kawasan industri,” terang Jokowi. Adapun kerjasama di bidang maritim, menurut Presiden Jokowi, telah disepakati untuk membentuk Forum Kerja Sama Maritim, khususnya di bidang keamanan maritim, infrastruktur maritim, dan industri maritim.

Sementara di bidang pertanian, disampaikan mengenai program magang petani muda Indonesia untuk bisa mengembangkan pertaniannya, dan bisa belajar dari Jepang mengenai halhal yang berkaitan dengan pertanian. “Terakhir, tadi kami mengundang PM Shinzo Abe untuk hadir menghadiri peringatan 60 tahun peringatan Asia Afrika di Jakarta dan Bandung tanggal 22-24 April yang akan datang,” kata Presiden Jokowi. Peluang Investasi di Indonesia Kepada para pengusaha Jepang, Presiden Jokowi, “menantang” agar pengusaha Jepang menjadi investor nomor satu di Indonesia. Presiden juga sempat memaparkan program pembangunan yang akan dilakukan pemerintahannya dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.

Menurut Presiden Jokowi, pada tahun 2014, Jepang menjadi investor nomor dua di Indonesia. Nah, di tahun 2015, Presiden Jokowi berharap Jepang menjadi investor nomor satu di Tanah Air. “Indonesia sangat menarik untuk investasi, kemudian investasi asing yang ada di Indonesia ini juga terus naik, dan Jepang pada 2014 berada pada posisi nomor dua. Tapi saya yakin pada 2015 Jepang akan berada pada posisi nomor satu,” kata Jokowi. Setelah melakukan pertemuan dengan para pengusaha Jepang yang tergabung dalam Japan External Trade Organization (JETRO), Presiden Jokowi bertemu dengan sekitar 1.200 pengusaha utama Jepang dalam Business Forum, Hotel New Otani, Tokyo, Selasa, 24 Meret 2015. Menurut Presiden, target rencana pertumbuhan ekonomi RI tahun 2015 adalah 5,7 persen, dan akan naik lagi hingga di atas 7 persen. Realisasi investasi dalam rentang waktu tahun 2010 sampai 2014 juga terus mengalami kenaikan. (Rief/Humas Setkab/ Setneg)

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …