Ke Negeri Sakura, JK Bertemu Shinzo Abe

JK melakukan lawatan kerja ke Tokyo Jepang. Selain menjadi pembicara, JK secara intens berkomunikasi dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Junaidi P. Hasibuan

AWAL bulan ini, tepatnya Tanggal 5–6 Juni  kemarin, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang. Kehadirannya di Negeri Sakura dalam rangka menghadiri konferensi internasional ke-23 tentang “Masa Depan Asia” (23rd International Conference on “The Future of Asia”).

Dalam lawatannya, Wapres JK mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidatonya di konferensi tahunan yang mengangkat tema “Globalisme di Persimpangan Jalan–Langkah Asia Berikutnya (Globalism at a crossroads-Asia’s next move)”.

Dalam pidatonya, Wapres JK mengatakan kebijakan proteksionisme yang akan diterapkan oleh Amerika Serikat dinilai bisa menjadi bumerang bagi Negeri Paman Sam itu sendiri. Dia menilai, terwujudnya ide proteksionisme akan memperbesar biaya untuk ekonomi di AS. Kebijakan tersebut bisa menekan pendapatan riil warga mereka. “Rencana untuk meningkatkan hambatan perdagangan akan meningkatkan harga barang di AS karena mereka harus beralih dari barang murah yang diimpor dari Asia ke produk domestik yang lebih mahal,” kata JK.

Dia mengakui, kebijakan tersebut mungkin bisa secara cepat menciptakan lapangan kerja, terutama di industri manufaktur dalam negeri. Namun, dalam jangka panjang, penurunan pendapatan riil Amerika akan berdampak pada permintaan barang dan memicu penurunan ekonomi secara spiral.

Kebijakan pemerintahan Donald Trump, lanjutnya, dinilai lebih inward looking dibandingkan dengan presiden sebelumnya. Namun, seiring demokrasi yang matang, AS memiliki mekanisme internal untuk menghindari ayunan kebijakan yang terlalu ekstrem.

Kalla memaparkan mekanisme tersebut berjalan dengan baik dengan ditunjukkan oleh penolakan terhadap janji kampanye Presiden Trump, termasuk membangun tembok melintasi perbatasan AS-Meksiko, mengurangi pajak perusahaan, dan melarang umat Islam memasuki AS. “Berita baiknya, populisme punya batas. Kesadaran masyarakat akan terbentuk dan menjadi lebih realistis,” katanya.

Usai menyampaikan pidato, Wapres JK diagendakan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Kedua belah pihak membahas soal penguatan investasi Jepang ke Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Jepang berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek bersama seusai pertemuan bilateral antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Usah pertemuan dengan Shinzo Abe, Wapres menegaskan Jepang sudah siap untuk memulai proyek pembangunan kereta api Jakarta–Surabaya, Pelabuhan Patimban, hingga kemaritiman dan perikanan. “Kita pastikan dipercepat semuanya. Sekarang masih dalam tahap feasibility study bersama,” kata JK kepada wartawan, Senin

Dia juga membahas soal upaya peningkatan investasi Jepang di Indonesia. Nilai investasi diharapkan terus meningkat dari tahun ke tahun. Kalla juga mengungkapkan, mereka akan secara otomatis meningkatkan investasinya di bidang manufaktur. Tenaga kerja di Jepang yang semakin mahal dan jumlahnya sangat sedikit menjadi alasan.

Jika Jepang berniat untuk bersaing dengan Cina, imbuhnya, negara di kawasan Asia Tenggara akan menjadi tujuan utama. Adapun, negara dengan tenaga kerja dengan spesifikasi terjangkau dan banyak terdapat di Indonesia, Vietnam, dan Thailand.

Dikatakan JK, Pemerintah tentu akan lebih menggenjot perbaikan infrastruktur agar lebih baik dan semakin efisien guna memanjakan investasi Jepang. Jumlah penduduk Indonesia yang lebih besar dibandingkan kedua negara di atas merupakan nilai tambah untuk bersaing.

Pemerintah Jepang, lanjutnya, menyatakan minat untuk menerima pekerja dari Tanah Air. Pekerja yang dibutuhkan Negeri Matahari Terbit tersebut salah satu contohnya adalah perawat. “Kita setuju bersama untuk meningkatkan kapasitasnya sehingga pekerja Indonesia dapat banyak bekerja di sini (Jepang),” ujarnya.

Malam harinya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri resepsi koktail dan makan malam yang diselenggarakan Grup Media Nikkei bersama dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Resepsi dibuka dengan pidato dari Presiden dan CEO Nikkei Naotoshi Okada dan pidato dari PM Abe sebagai tamu kehormatan dalam acara yang diselenggarakan di Hotel Imperial Tokyo, Jepang, Senin malam.

Dalam perbincangan makan malamnya, JK mengharapkan Indonesia dan Jepang dapat bermitra dalam menyelenggarakan Asian Games mengingat Tokyo juga akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2020.

Menurut dia, kemitraan dalam penyelenggaraan ajang olahraga ini juga pernah dilakukan saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games di Jakarta pada 1962. Saat ini, Pemerintah Indonesia dan Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) telah memulai penawaran sponsorship ajang Asian Games di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus–2 September 2018. Pemerintah menargetkan pemasukan Rp1,5 hingga Rp2 triliun dari sponsor Asian Games 2018.

Dalam jamuan makan itu, hadir mendampingi Wapres, yakni Duta Besar RI untuk Jepang Arifin Tasrif, Utusan Khusus Pemerintah Indonesia untuk Jepang di Bidang Investasi Rahmat Gobel, dan mantan Duta Besar RI untuk Jepang dan mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Acara yang berformat santai tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Wapres selama kunjungan di Jepang, 4–6 Juni, sebelum kembali ke Indonesia.

Tujuan Konferensi

Konferensi internasional ini bertujuan untuk mengetahui pandangan pemimpin Asia dalam menghadapi ketidakpastian prospek ekonomi global. Selain itu, juga mencari solusi bagaimana fenomena ini memengaruhi kebijakan suatu negara serta langkah-langkah selanjutnya yang harus dilakukan di kawasan Asia.

Selain Wapres, akan hadir sebagai pembicara adalah Nguyen Xuan Phuc (Perdana Menteri Vietnam), Rodrigo Duterte (Presiden Filipina), Thongloun Sisoulith (Perdana Menteri Laos), Goh Chok Tong (mantan Perdana Menteri Singapura), Mahathir Bin Mohammad (mantan Perdana Menteri Malaysia), dan sederet tokoh lainnya.

Bersama JK, Turut mendampingi Utusan Khusus Presiden untuk Jepang Rahmat Gobel, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi, Kepala Sekretariat Wapres Mohammad Oemar. Dalam sesi pertama, Kalla akan mendengarkan pidato pembukaan dari Menteri Luar Negeri Fumio Kishida dan Perdana Menteri Republik Vietnam Nguyen Xuan Phuc.

Foto :

1.   Pertemuan Shinzo Abe dan JK

2.   JK Berpidato di Podium

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *