Ketatnya Persaingan Global, Pembangunan Kemaritiman Harus Jadi Agenda Strategis
Dalam rangkaian memperingati Hari Maritim Nasional ke-60, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Universitas Riau menggelar Kuliah Umum Kebijakan Ekonomi Biru untuk Kesehatan Laut, Keberlanjutan, dan Kesejahteraan Bersama, Selasa (24-9-2024).
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam video sambutannya menegaskan bahwa kekuatan maritim merupakan pilar penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.
“Di tengah semakin ketatnya persaingan global saat ini, pembangunan di bidang kemaritiman harus menjadi agenda strategis untuk memperkuat daya saing dan kedaulatan bangsa saat ini maupun di masa mendatang,” ujar Menko Luhut.
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terus bekerja keras untuk memastikan bahwa program-program pembangunan kemaritiman telah, sedang, dan akan terus diimplementasikan.
“Ada banyak program prioritas yang menjadi fokus kami demi menjawab tantangan dan kebutuhan zaman. Dari pembangunan infrastruktur pelabuhan, meningkatkan konektivitas maritim, hingga peningkatan ekonomi berbasis kelautan, semua diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional sebagai negara maritim yang tangguh,” ungkapnya.
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Hendra Yusran Siry, mengatakan bahwa terdapat triple win dalam kebijakan ekonomi biru, yaitu Ocean Health, Ocean Wealth, dan Ocean Prosperity.
Ocean Health memastikan terjaganya kualitas dan kesehatan lingkungan laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil dari ancaman degradasi dan tekanan sektor ekonomi. Ocean Wealth menjamin ketersediaan produksi pangan tanpa memberi tekanan ekstra bagi ekosistem laut di tengah kebutuhan yang semakin meningkat, melalui penangkapan yang terukur dan peningkatan produktivitas budidaya yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ocean Prosperity menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat kelautan dan perikanan.
“Akademisi memiliki peran dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Melalui pendidikan, perlu ada peningkatan kapasitas dan pembimbingan kepada pemuda serta profesional muda dalam sektor kelautan dan perikanan. Diharapkan generasi muda ini nanti dapat mengembangkan riset dan inovasi penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan,” jelas Hendra.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau, M. Nur Mustafa, menyatakan bahwa kuliah umum ini hendaknya dapat memberikan wawasan baru, khususnya bagi mahasiswa yang sedang aktif dalam perkuliahan.
Hal ini juga sejalan dengan kebijakan Kemendikbudristekdikti terkait program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, yang mendorong kehadiran praktisi untuk mengajar di lingkungan kampus.
“Kami sangat mengapresiasi kuliah umum ini sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman kita tentang pentingnya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Kami berharap melalui kegiatan ini, kita dapat merumuskan strategi-strategi konkret yang dapat diimplementasikan baik di tingkat akademis maupun masyarakat luas,” ujar Mustafa. *
Check Also
Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih
Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih