Mr. Clean Di Zaman Orba Itu Telah Pergi

Mar’ie Muhammad lahir di Surabaya 3 April 1939. Dia diberi gelar “Mr. Clean” karena perjuangannya memberantas korupsi di lingkungan menteri keuangan kala itu.

MANTAN Menteri Keuangan era Orde Baru, Mar’ie Muhammad, meninggal dunia pukul 01.37 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (11/12). Jenazah Mar’ie disalatkan di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir 144, Jakarta Selatan.

Banyak kalangan mengenang sosok mantan keuangan yang bersih ini sebagai seorang yang amat sangat sederhana dan penuh integritas hingga akhir hayatnya. “Sampai menjelang ajal pun, Mar’ie berpesan agar dimakamkan dengan cara sesederhana mungkin,” ungkap Sudirman Said Mantan Menteri ESDM menirukan pesan Mar’ie saat ditemui di rumah duka di Jalan Brawijaya III No. 139, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Minggu

Semasa hidupnya, saking lurus dan jujurnya, almarhum Mar’ie Muhammad mendapat julukan “Mr. Clean”. Dari mana asal usul julukan itu?

“Pers saja waktu itu, media kita saat itu menyebut ‘Mr. Clean’ karena waktu menjadi dirjen pajak, dia lurus-lurus saja, jadi kita-kita juga (media dan pers) yang memberikan julukan itu,” tutur jurnalis senior, Atmadji Sumarkidjo saat berbincang dengan detikcom, Minggu

Atmadji adalah jurnalis senior yang menuliskan biografi M. Jusuf, M. Jusuf Panglima dan Prajurit. M. Jusuf adalah mantan Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan di Era Soekarno dan Menteri Pertahanan Keamanan di Era Soeharto. Jusuf mengenal sosok Mar’ie dari kiprahnya di dunia pergerakan. Mar’ie saat itu menjadi salah satu koordinator Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia. “Pak Jusuf tahu sosok Pak Mar’ie yang lurus. Oleh karena itu, langsung ditawari sebagai sespri (sekretaris pribadi). Keduanya cocok karena Pak Jusuf juga orangnya lurus. Makanya nyambung,” ujar Atmadji.

Mar’ie bekerja sebagai sekretaris Jusuf selama dua tahun. Setelah itu dia bergabung dengan Departemen Keuangan dan menapaki karier sebagai birokrat hingga akhirnya menjadi Menkeu pada 1993–1998. Menjadi “Mr. Clean” pada masa Orde Baru, lanjut Atmadji, memang tidak gampang. Sebab, lanjut dia, praktik-praktik tidak lurus saat itu menjadi hal yang lumrah. “Saat itu ‘Mr. Clean’ jadi perhatian ketika beliau menjabat Dirjen Pajak, banyak pihak yang menjauhi beliau, enggak berani atau enggak senang lurus, harus bayar pajak dan enggak bisa disuap. Dia orang berani dan luwes,” kenang Atmadji.

Sementara itu, dari situs Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sendiri, julukan “Mr. Clean” untuk Mar’ie karena perjuangannya memberantas korupsi di lingkungan Kemenkeu. Di samping itu, ia juga berupaya meningkatkan efisiensi dan berusaha membersihkan institusi dari pegawai yang korup.

Kepala Kantor Wilayah Pajak Jakarta Pusat Wahyu Tumakaka membenarkan anggapan itu. Semasa hidupnya, Mar’ie dikenal dengan perjuangannya memberantas korupsi di era-nya sehingga ia mendapat julukan Mr Clean. “Artinya enggak korup, even ketika jadi dirjen di masa Orde Baru,” kata Wahyu Tumakaka, Kepala Kantor Wilayah Pajak Jakarta Pusat.

Tercatat, Marie pernah bekerja di Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara Departemen Keuangan RI pada 1969 hingga 1972. Pada 1972 hingga 1988, dia bekerja di Direktorat Jenderal Pembinaan BUMN Departemen Keuangan RI dengan jabatan terakhir sebagai direktur. Pada 1988–1993 mengabdi di Direktorat Jenderal Pajak, Departemen Keuangan sebagai direktur jenderal (dirjen). Pada tahun 1993–1998 sebagai Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VI. Pada 2001–2004 sebagai Ketua Oversight Committee (OC) BPPN. Pada 1999–2009, dia menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI). Saat ini, dia menjabat Ketua Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI), Ketua Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), dan komisaris utama PT Bank Syariah Mega Indonesia.

Check Also

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih

Menko Polkam Ingatkan Sanksi Hukum Atas Tindakan Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah PutihJakarta – Sebentar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *