STRATEGI MEMBELI BANYAK PROPERTI TANPA UTANG

Rata-rata berapa lama orang awam bisa mengaplikasikan ilmu yang Anda ajarkan hingga dia bisa membeli rumah tanpa utang?

Bagi mereka yang serius ingin belajar, setelah saya gembleng, rata-rata setelah enam bulan, mer­eka sudah bisa memiliki peruma­han sendiri. Jadi, bukan memiliki rumah, tapi memiliki perumahan sendiri. Tapi, ada pula yang seka­dar belajar, tidak mengerjakan apa yang saya ajarkan, mungkin karena dia ada kesibukan yang lain, ya bisa lama juga bisa sukses. Karena itu, saya tekankan kepada murid saya, jangan hanya jago menambah jenggot. Artinya, jago menambah umur. Tapi, dia tidak jago memberikan tauladan yang baik untuk anak-anaknya kelak.

Anda sendiri sekarang sudah memiliki berapa properti?

Kalau mengukur guru kan mengukurnya dari murid. Jadi, bagi murid-murid saya yang seri­us ingin belajar dan sudah mem­bangun unit-unit perumahan, dia memberikan porsi saham kepada saya. Karena bagi mereka, toh ini bukan semata uang dari dia. Toh, mereka membangun perumahan itu tanpa utang. Toh, mereka mendapatkan kesuksesan ini hasil belajar dari saya. Di agama apap­un diajarkan bahwa murid harus hormat kepada gurunya. Jadi, ka­lau mau mengukur kekayaan saya ada berapa, diukurnya dari saham saya ada di mana saja, saya pun lupa, tidak menghitungnya.

Imbauan kepada orang-orang yang yang terbiasa membeli rumah dengan cara utang?

Bagi mereka yang ingin me­miliki rumah, perumahan, atau tower, bisa belajar dengan saya. Kita harus berani menggusur anggapan bahwa dalam berbis­nis itu bisa dilakukan dengan utang. Karena, hampir 90 persen pebisnis menjalankan usahanya dengan cara berutang. Jika kita berutang, risikonya pembayaran­nya harus dalam waktu yang sudah ditentukan. Sementara sumber pembayarannya bersifat tidak pasti.

Karena itu, saya ingin mengingatkan tiga falsafah hidup. Pertama, kita lahir bukan untuk utang. Jadi, beli rumah pun tanpa harus utang. Kedua, hidup bukan seperti kata atasan kita, yaitu hidup hanya sebesar gaji. Hidup kita jauh lebih besar dari ukuran dompet kita saat ini. Ketiga, jangan pernah mencela diri send­iri. Karena Yang Mencipta (Tuhan) kita sangat Besar. Jadi, kita harus bisa hidup menjadi orang besar.

Maka, untuk mengeta­hui cara meraih kesuksesan tersebut, Anda harus menga­lahkan racun 30 tahun yang salah tersebut. Caranya, dengan serius belajar untuk mengalahkan racun 30 tahun yang sudah melekat tersebut.

Check Also

Mendagri Minta Daerah Segera Bertindak, Jangan Tunggu Inflasi Makin Dalam

Mendagri Minta Daerah Segera Bertindak, Jangan Tunggu Inflasi Makin Dalam Jakarta – Menteri Dalam Negeri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *