Konsep kepemilikan rumah dengan cara berutang ini, dipatahkan oleh Cipto Junaedy. Dia mengaplikasikan strategi membeli banyak properti tanpa utang dan tidak perlu menunggu harga miring. Berikut penjelasan Cipto Junaedy kepada YOKATTA News yang terangkum dalam sebuah sesi wawancara: Kami tergelitik ingin mengetahui terobosan Anda membeli rumah tanpa tanpa utang. Bagaimana caranya?
Saya melihat banyak pemimpin ternyata belum bisa memberikan tauladan. Contoh seorang atasan kepada anak buahnya di kantor mengatakan,” Hidupmu adalah sebesar gajimu saja.” Kenyataannya, Pencipta kita itu Maha Besar, berarti ciptaanNya, kita sebagai manusia, juga besar. Jadi, kita sebagai anak buah, tidak boleh mengambil tauladan yang buruk. Misalnya, pimpinan kita utang, kita sebagai anak buah ikut berutang. Inilah yang menjadi misi untuk menggembleng agar kita hidup di dunia ini menjadi tauladan yang baik kepada orang lain.
Manusia lahir bukan untuk utang. Jadi, beli rumah pun tidak perlu berutang. Maka, kita pun tidak perlu tenggelam dalam hutang. Karena itu, saya memberikan pemahaman sekaligus pembelajaran kepada orang-orang yang berminat untuk belajar, bahwa bisa beli rumah tanpa utang. Bahkan sekarang, banyak anak didik saya sudah berhasil tidak hanya membeli rumah, tetapi punya banyak tower, sepeser pun tidak berutang.
Konsepnya seperti apa? Apalagi sekarang banyak pengembang perumahan menawarkan membeli rumah dengan cara kredit, belum lagi lokasi perumahan tersebut berpengaruh dengan nilai harga rumah tersebut? Saya mengajarkan kepada murid-murid saya untuk membeli rumah jangan dipusingkan dengan lokasi rumah tersebut, apakah letaknya ada di area strategis atau kurang strategis. Karena kita membeli rumah tidak pakai utang, bahkan tidak harus keluar modal.
Strateginya ada 52 cara agar kita bisa membeli rumah tanpa utang. Dan untuk mengetahui 52 strategi tersebut, butuh waktu khusus untuk mempelajarinya. Sementara yang saya ajarkan ke publik sekitar 15 cara. Jika saya persingkat, salah satu caranya seperti ini. Kita memberikan kebaikan kepada perusahaan-perusahaan yang sedang mengencangkan ikat pinggang. Misalnya, perusahaan itu memberlakukan sistem kontrak kerja kepada karyawannya. Kemudian, untukpembiayaan perusahaan dijadikan variable-variabel tertentu. Kadang, jika perusahaan itu ingin beriklan, mereka mencari media periklanan yang memiliki daya pengaruh besar, namun dengan biaya kecil. Jika ingin beriklan di koran atau di televisi, pengaruhnya besar, tapi biayanya mahal. Memang yang dibaca dan ditonton banyak orang, tapi biaya iklannya mahal. Salah satu alternatifnya adalah beriklan di billboard.
Billboard itu di pasang pada titik-titik spot yang ada di pro perti atau di kawasan perumahan. Misalnya, dipasang di pojok atau di persimpangan jalan. Hanya selama ini para pemilik rumah kurang mengerti, sehingga mereka sering “ditekan” oleh para agen-agen billboard dengan harga terlalu murah. Padahal perusahaan billboard bersedia membayar dengan harga lebih baik. Karena, dibanding beriklan di televisi atau di koran, harganya jauh lebih murah jika beriklan di billboard, tentunya dengan daya yang begitu lama, antara satu bulan sampai satu tahun. Bayangkan kalau kita beriklan di billboard yang di pasang di area strategis, setiap hari dilihat oleh orang yang berlalu lalang di jalan itu.
Pernahkah konsep Anda ini dianggap mustahil oleh pihak-pihak lain?Pernah. Mungkin karena mereka belum mengenal saya, maka ketika mendengar kalimat “beli rumah tanpa utang”, bagi dia tidak masuk di akal. Maka saya balik katakan, bukan tidak masuk akal, tapi akalnya yang belum masuk. Saya sampaikan juga ke pihak yang belum paham, karena mereka berkumpul dengan pengutang. Sehingga yang masuk akal bagi mereka adalah ketika ingin memiliki sesuatu, tapi karena tidak ada uang, akhirnya lebih memilih berutang. Tapi, setelah saya ajarkan, ternyata mereka baru sadar, ternyata bisa membeli rumah tanpa utang.
Berdasarkan testitomi beberapa murid Anda mengucapkan terima kasih kepada Anda karena telah memiliki beberapa rumah bahkan tower tanpa utang. Jika mereka begitu sukses, bagaimana dengan Anda?
Prinsip saya begini, saya ingin hidup memiliki banyak tanah, banyak properti, banyak teman, tanpa berutang. Kalau kita kaya sendirian, namun tidak memiliki banyak teman, hidup kita akan sepi. Sebaliknya, kalau kita punya banyak properti dan banyak teman, tapi utang kita banyak, akan pusing juga. Karena Pencipta kita, mempunyai banyak kelebihan. Maka manusia sebagai ciptaanNya, harus pandai menggali kelebihan tersebut. Yang harus disederhanakan adalah sikap kita. Jadi, berkatnya harus lebih, tapi sikapnya harus sederhana. Jangan dibalik, sikapnya berlebihan, berkatnya sederhana. Misalnya, untuk mendapatkan berkat satu saja harus pakai utang. Jangan seperti itu. Karena itu, selama saya hidup, saya mau mengajarkan tauladan yang baik kepada orang lain. Karena saya tidak ingin masuk ke akhirat dengan meninggalkan utang.
Sudah berapa ribu atau bahkan jutaan orang yang belajar strategi memiliki rumah tanpa utang dari Anda?
Sudah banyak sekali. Karena saya sering menyampaikan ilmu tersebut dalam seminar dan forum-forum yang saya selenggarakan untuk publik. Mungkin saya sudah menyampaikan kepada lebih dari satu juta orang. Dari forum-forum itu, kemudian ada yang serius belajar dalam lagi untuk mempelajari pembelian properti tanpa utang. Jumlah murid saya yang serius belajar pun jumlahnya sangat banyak.
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih