Thohir terpilih menjadi Ketua Komite Olimpiade Indonesia

Puncak Karir Sang Internisty

 

Thohir terpilih menjadi Ketua Komite Olimpiade Indonesia. Kiprahnya di dunia olah raga tak perlu diragukan lagi. 

 

Entah apa yang istimewa dari pribadi seorang Erick Thohir. Awalnya, dia hanya mencoba-coba menjadi pengusaha muda Indonesia yang bergerak di bidang media.Saat itu, kiprahnya sebagai pengusahapun belum banyak dikenal publik.  Apa yang terjadi kemudian?Namanya tiba-tiba melejit, ketika publik pesepakbola nasional tersentak mendengar Ketika Thohir membeli 70% saham Inter Milan dan resmi menjadi Presiden Klub Inter Milan.

 

Sebagai presiden klub ternama Italia, Inter Milan diakui Erick Thohir merupakan suatu bisnis high profile. Keberadaannya selalu menjadi sorotan publik Itally,  tak ubahnya seperti selebritis ternama. Namun, kondisi itu tidak mengubah 100 persen karakter dan mentalnya.”Saya tetap makan di pinggir jalan di Jakarta, tapi ada beberapa yang membuat cara pandang saya berubah,” ujarnya.

Keberadaan Thohir sebagai pengusaha muda di ranah sepak bola Italia, jelas memberi dampak positif bagi Indonesia. Dia mengaku, suka tidak suka keberadaannya selalu disorot media Italia. Nama Indonesia yang menempel padanya,  secara tidak langsung mempromosikan negeri ini di tingkat internasional.

 

Menarik sejarah hidup Thohir kebelakang, pria muda dan energik ini dilahirkan di Jakarta pada 30 Mei 1970. Dia adalah anak dari pengusaha Teddy Thohir yang merupakan pemilik Grup Astra Internasional Tbk. Sedari kecil, Erick Thohir bersama saudaranya yang lain yaitu Boy Thohir dan Rika sudah diperkenalkan oleh ayahnya tentang apa itu bisnis. Sehingga pola pikir Erick bersaudara juga tak jauh beda denga sang ayah. Setamat SMA, Erick melanjutkan study nya ke Glendale University untuk meraih sarjana. Setelah itu ia melanjutkan ke Universitas Nasional California guna menyabet gelar masternya.Setamat pendidikannya, Erick pun kembali ke tanah air namun ia tak diperbolehkan ayahnya bergabung dengan perusahaan Astra milik ayahnya sendiri melainkan harus bisa membangun bisnisnya sendiri.

 

Mendirikan Bisnis Media

 

Erick kemudian menggandeng temannya yaitu Muhammad Luthfi, Wisnu Wardhana dan R Harry ulnardy mendirikan sebuah perusahaan yang bernama Mahaka Grup. Erick sangat tertarik dengan bisnis di bidang media. Mahaka Grup kemudian mengakuisisi Harian Republika yang saat itu terbelit masalah dan hampir gulung tikar. Erick pun lalu kursus privat pada Jacob Oetama dari Kompas dan Dahlan Iskan dari Jawa Pos karena Erick belum banyak pengalaman tentang bisnis media.

 

Setelah membeli Harian Republika, Erick melalui Mahaka Group lalu membeli Harian Indonesia yang kemudian dirubah namanya menjadi Sin Chew – Harian Indonesia. Namun pengelolaannya dipasrahkan pada partner Mahaka Media yang ada di Kuala Lumpur, yaitu PT Emas Dua Ribu. Erick juga terjun di industri aplikasi dan menjadi ketua Komite Konten.

 

Sampai dengan tahun 2009, Mahaka Grup telah menggurita dengan banyaknya media cetak dan elektronika yang dibawahinya seperti majalah, Parents Indonesia, dan Golf Digest, Sin Chew Indonesia danRepublika. Dibisnis media eletronik, GrupMahakamemilikiJakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, danFeMale Radio.

 

Erick juga merambah bisnis periklanan, jual beli tiket dan desain web. Erick adalah orang yang telah mendirikan organisasi amal “Darma Bakti Mahaka Foundation” dan juga “Dompet Dhuafa Republika”. Presiden direktur VIVA Grup dan Beyond Media juga disandangnya.

 

Aktif di Organisasi Olahraga

 

Erick Thohir juga sangat mencintai olah raga. Rasa cintanya ini dia tuangkan dengan membuat klub bola basket yaitu MahakaSatriaMuda Jakarta danMahaputri Jakarta.Menurut Erick, bisnis tidak melulu menjual barang dan jasa. Melalui olah raga pun bisa dijadikan lahan bisnis bagi atlet dan pemilik klub nya. Selain memiliki klub bola basket, Erick juga dipercaya sebagai ketua umum PERBASI 2006-2010, Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) untuk periode 2006-2010 dan 2010-2014, Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012.

 

Erick juga memiliki saham mayoritas klub D.C United yaitu sebuah klub sepak bola profesional di Amerika. Biasanya klub ini bertanding di Major League Soccer. Ia juga menjadi pengusaha Asia pertama yang memiliki saham pada Tim Basket NBA dari membeli saham di Philadelphia 76ers.

 

Pada tahun 2013 inilah nama Erick mencuat sebagai orang Asia pertama yang menjdi presiden klub Inter milan yaitu sebuah klub sepak bola yang cukup besar di Italia dan dunia. Erick Thohir didaulat menjadi presiden klub Inter Milan menggantikan Massimo Moratti yang telah menjabat selama 18 tahun karena Erick telah menjadi pemegang saham terbesar di klub tersebut. Erick membeli saham itu seharga 350 juta Euro atau 5,3 triliun rupiah.JP.Hasibuan-YOKATTA News

 

Check Also

Mendagri Minta Daerah Segera Bertindak, Jangan Tunggu Inflasi Makin Dalam

Mendagri Minta Daerah Segera Bertindak, Jangan Tunggu Inflasi Makin Dalam Jakarta – Menteri Dalam Negeri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *