Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Banten Brigjen Pol. Boy Rafli Amar :
TUGAS POLRI BAGIAN IBADAH
Kepala Polisi Daerah Banten Brigjen Pol. Boy Rafli Amar sebagai Perwira Polisi Republik Indonesia (Polri) , harus menjaga norma, etika, dan perilaku yang menunjukkan sebagai sosok yang profesional serta menjadi contoh teladan bagi bawahannya.
Kapolda Banten, Boy Rafli Amar mengatakan, terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat Banten. Ia sadar Polri diminta terus menegakkan hukum dan memerangi kejahatan terutama kejahatan jalanan dan kejahatan transnasional seperti penyelundupan narkotika, terorisme, sindikat pencurian aset negara, perdagangan manusia. Illegal fhising. Kemudian Polri harus meningkatkan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Polisi Republik Indonesia, sangatlah penting dengan iman dan ketawaan menjadi landasan bagi setiap insan Polri, dengan menempatkan tugas Polri adalah bagian proses ibadah dalam hidup. Baik pengabdian kita kepada masyarakat maupun Maha Pencipta. Bagi Polri “Tugas Polri adalah bagian proses ibadah dalam hidup,” kata Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigjen Pol. Boy Rafli Amar kepada Majalah Yokatta News belum lama ini.
Polda Banten, Komitmen memberikan pelayanan, mengayomi dan melindungi masyarakat. Dengan mengedepankan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan. Setiap Polisi yang menjalankan tugasnya, merasa yakin, akan memberikan manfaat bagi masyarakat, tentunya bagi dirinya sendiri. Boy Rafli menambahkan, sangat penting bagi tugas kepolisian berorientasi kepada kemanfaatan masyarakat, sebaliknya masyarakat inipun butuh suasana aman damai dan tenteram. Dengan demikian, proses pembangunan nasional dapat dirasakan masyarakat dan pemerintah.
Polisi Mitra Masyarakat
Boy menjelaskan, Polisi sebagai mitra masyarakat. Masyarakat Banten terdapat banyak tokoh ulama, tokoh masyarakat, para jawara, mahasiswa dan berbagai profesi lainnya. Kepolisian selalu menempatkan mereka sebagi mitra kerja. Karena itu, aktivitas mereka yang lakukan akan bersinggungan dengan tujuan atau kepentingan kepolisian yang menginginkan terwujudnya suasana aman dan kondusif. Polri memberi ruang beraktivitas dalam proses menjalankan roda pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur. Polri mengedepankan patnership community injection. “Polri bukan saja menempatkan sebagai objek, tetapi juga subjektif di dalam pelaksanaan pengelolaan keamanan,” ujar Boy Rafli.
Menjadi Kapolda Banten, Boy Rafli telah melakukan berbagai program kegiatan dalam rangka menciptakan stabilitas keamanan dan keteriban masyarakat Banten, Dia membangun kesadaran hukum mencegah masyarakat agar terhindar pelanggaran hukum, beberapa program yang dia lakukan adalah Pertama; , GLADI TAKWA yaitu strategi Gerakan Langsung Aksi Doa, Iman dan Takwa. Kedua, KAMPUNG ATM, yakni strategi Komunikasi Aktif Membangun Peradaban Utama Nilai Gotong Royong, Aman Tentram Masyarakat. Ketiga, GERAKAN ADIK KAKAK, yaitu strategi Gerakan Aman, Damai, Indonesia Kuat, Kerukunan adalah Kebersamaan atas Keberagaman. Keempat ; strategi Polisi Sahabat Sekolah.
Polwan Siap Menjadi Pelopor Revolusi Mental
Ketika disinggung peran Polisi Wanita (Polwan). Boy Rafli menyatakan, Polwan Banten harus dapat mengikuti perkembangan zaman di era globalisasi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Polwan siap sebagai pelopor revolusi mental dalam rangka memantapkan soliditas dan profesionalisme . Polwan juga katanya dituntut proporsional dan bermoral baik ”Polwan diharapkan untuk selalu memotivasi diri, inovatif, kreatif dan mengikuti perkembangan zaman,” ucapnya.
Ia berharap, Polwan ditengah–tengah masyarakat harus dapat dicintai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. “Polwan harus Profesionalisme yang dilandasi integritas moral, karakter, jati diri dan norma agama,” katanya.
Selain itu katanya pererat jaringan dengan instansi di samping, stakeholder dan organisasi lainnya sehingga terwujud sinergitas dan kepercayaan masyarakat. Perubahan mind set dan kultur yang harmonis, simpatik dan konsisten, dan menjaga harkat dan martabat Polwan untuk selalu terhindar dari pelanggaran hukum, maka citra Polri di masyarakat positif, serta bekerja mengabdi dan melayani.
Banten – Lintas Distribusi Perdagangan
Provinsi Banten, letak geografisnya sangat strategis, kerana memiliki, pintu masuk jalur distribusi perdagangan lintas Sumatera ke Jawa.
Boy Rafli menjelaskan, penting kedaulatan maritime, harus dijaga dan itu sudah harga mati, pengamanan laut dari gangguan kejahatan, menjadi keharusan sejarah untuk diawasi. Ia mengungkapkan, Kebanyakan kejahatan illegal fishing atau pencurian sumber daya laut. Lautan yang luas dan panjang di Banten ini, menimbulkan banyak persoalan yang harus ditangani dengan baik, mulai baik kejahatan nasional hingga transnasional. Selain illegal fishing, di daerah Selatan Banten, menjadi tempat transit imigran gelap asal Timur Tengah yang ingin menyeberang ke Australia, juga menjadi tempat penyelundupan barang haram dan narkoba.
Disinggung kendalanya, kata Boy ada pada personil dan infrastruktur pengamanan yang sangat terbatas. Saat ini saja, hanya memiliki 14 unit kapal patrol, dan itu tidak mungkin bisa maksimal menjangkau pengamanan laut Banten yang sangat luas. Kita butuh kapal-kapal besar untuk menjangkaunya. Contohnya di daerah Banten Selatan, sampai kini belum ada pos pengamanan laut di sana.
Meski terbatas Polda Banten selalu menanamkan rasa cinta kebangsaan yang tinggi ke para prajurit kepolisian. Selain itu, Polda Banten sudah meminta ke pemerintah pusat untuk menambah personil dan infrastruktur pengamanan yang memadai.
Polda Banten, selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, Kata Boy Rafli, mengingatkan Pemprov Banten akan membantu dua kapal patroli yang besar. Sedangkan di wilayah perairan Banten Selatan, dalam waktu dekat akan membangun pos di sana. Kemudian, sudah melakukan pendekatan dengan para nelayan di Banten Selatan untuk membantu memberikan informasi dan mengawasi jika ada kapal asing yang melakukan illegal fishing. Jumlah nelayan di laut Banten Selatan setiap hari itu ada 600 sampai 800 kapal.
Lanjut Boy Rafli, walaupun personil kepolisian Sumber Daya Manusia sangat terbatas. Namun sinergitas membangun ketahanan masyarakat di wilayah pesisir tinggi, dan terus melakukan komunikasi dengan masyarakat lainnya seperti masyarakat nelayanan. Begitu juga saling sinergi dengan tetangga wilayah Banten yang ada di Samudra Indonesia. Selain itu sinergi antara instansi terkait, yakni Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, mereka membuka ruang dialog pertukaran informasi, demi menjaga keutuhan wilayah perairan Banten.
Rehabilitasi dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes), dengan harapan setelah tiga bulan akan lepas dari ketergantungannya dengan narkoba. (Samsul – Majalah Yokatta News).
Siap Amankan Pilkada di Banten
Kepolisan Polda Banten dan jajarannya dalam menghadapai pelaksanaan Pilkada serentak. Boy Rafli mengatakan telah siap mengamankan Pilkada Serentak, yang dilaksanakan Pada Bulan Desember 2015 nanti, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon. “Polda Banten telah mempersiapkan diri dua bulan lalu bernama Operasi Mantap Praja, “ujar Boy
Pengamanan akan dilakukan secara maksimal dengan menerjunkan 3500 personil serta menyiapkan personil cadangan yang standby di markas,”tambahnya Boy Rafli.
Dijelaskan Boy, sejumlah personil akan ditempatkan dilokasi lokasi yang dianggap vital seperti lokasi kampanye, pusat keramaian, gedung pemerintahan dan seluruh kantor yang terkait dengan penyelenggaran Pilkada serentak. “Kami akan tetap mewaspadai terhadap segala kemungkinan, yang dapat terjadi, ” ungkapnya.
Untuk itu, hingga saat ini, lanjut Boy pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dengan menggandeng KPU Kab/Kota untuk melakukan penyuluhan kepada seluruh elemen masyarakat serta mengajak para ulama untuk memberikan ceramah agar masyarakat paham dan sadar hukum dalam pesta demokrasi. “Sosialisasi terus, kita ajak masyarakat agar lebih cerdas dalam berdemokrasi dengan menghargai orang lain, lawan dan menerima kekalahan,” ujarnya.Boy Rafli Amar. ( Majalah Yokatta News – Samsul Bakhri)
Judul – 2
Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Banten Brigjen Pol. Boy Rafli Amar :
Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba
Pengguna dan pecandu narkoba, tidak bisa dilihat dari satu sisi tindak pidananya saja melainkan harus dipandang juga dari sisi psikologi bahwa mereka merupakan korban yang patut diselamatkan melalui program rehabilitasi
Polda Banten menyoroti penyalahgunaan pengguna narkoba harus di cegah dan ini bagian tugas polisi sangat penting. Dalam penegakan hukumnya jelas sudah ada Siapa pun, yang tersangkut penyalanggunaan narkoba akan ditindak tegas dan diproses hukum. “Narkoba Harus diberantas,”tegas Boy Rafli.
Boy Rafli, ketika sebagai dosen tamu dan berbagai kegiatan di kampus dan bertemu mahasiswa dan pelajar, termasuk elemen masyarakat lainnya. Ia selalu menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba harus di cegah. Karena merusak masa depannya sendiri dan merusak generasi bangsa.
Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN), berkordinasi dengan semua pihak, guna memberantas Narkoba. Tidak dipungkiri berbagai kasus narkoba masih sering ditemukan di perlintasan lintas Banten- Sumatera, ini semua berkat kerja keras Polda Banten dan jajarannya.
Boy Rafli mengungkapkan, berdasarkan statistik yang ada, pengguna narkoba seIndonesia tercatat sekitar 4,2 juta jiwa. Atas kerjasama antara BNN dengan Polri, dilakukan gerakan rehabilitasi 100.000 pecandu narkoba seIndonesia. “Untuk di Banten, gelombang pertama akan dilakukan rehabilitasi sekitar 100 pecandu narkoba di SPN Mandalawangi ini,” kata Boy Rafli.
Para pengguna dan pecandu narkoba, tidak bisa dilihat dari satu sisi tindak pidananya saja melainkan harus dipandang juga dari sisi psikologi bahwa mereka merupakan korban yang patut diselamatkan melalui program rehabilitasi ini. Ia juga berharap, ada tempat-tempat rehabilitasi pecandu narkoba di masing-masing Kabupaten/kota seBanten. Bagi mereka yang melapor diri untuk direhabilitasi, tentunya akan berbeda dengan mereka yang tertangkap atau terungkap oleh aparat kepolisian. Mereka yang melaporkan diri akan mendapatkan haknya, yaitu hak perawatan tanpa melihat dari persoalan hukum. “Rehabilitasi dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes), dengan harapan setelah tiga bulan akan lepas dari ketergantungannya dengan narkoba,”pungkasnya. (Samsul – Majalah Yokatta News).
———————————————————————————————–
Santun, dan Merakyat
Sosok Boy Rafli Amar, pribadi yang santun, ia memiliki visioner dan pandangan ke depan. Dia sangat dikenal dengan rakyat, dikalangan institusi kepolisian disebut Ikon Humas Polri. Katanya, Iman dan ketawaan menjadi landasan bagi setiap insan Polri, dengan menempatkan tugas Polri adalah bagian proses ibadah dalam hidup. Baik pengabdian kita kepada masyarakat maupun Maha Pencipta.
Menjadi pemimpin, haruslah mengambil keteladan para pendahulu, diantaranya bapak Hoegeng, Jamil Awaloedin. Dan sebagai muslim tentu banyak mengambil safaatnya dari contoh teladan perjalanan hidup Nabi Muhammad SWA.
Boy Rafli Amar gelar Datuak Rangkayo Basa, dipercaya dan mendapat amanah dari Pimpinan Polri menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten. Ia. Sebelumnya ia menjabat sebagai Karopenmas Divhumas Polri (Kepala Biro Penerangan Masyarakat-Divisi Hubungan Masyarakat-Kepolisian Republik Indonesia). Kemudian Dia mendapatkan pangkat bintang satu sewaktu menduduki jabatan Karopenmas Divhumas Polri pada bulan Juni 2012 setelah dipromosi dari jabatan sebelumnya, yaitu Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. Berbagai penghargaan telah diterima, berkat kerja keras dan kecekatan dalam tugas .
Boy Rafli Amar lahir di Jakarta pada 25 Maret 1965 dari pasangan Minangkabau. Ayahnya berasal dari Solok sedangkan ibunya dari Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat. Ia adalah cucu dari sastrawan Indonesia, Aman Datuk Madjoindo. Boy Rafli menikah dengan Irawati dan telah dikaruniai dua orang anak. . Pada tanggal 29 November 2013, dia diangkat sebagai kepala kaum suku Koto, nagari Koto Gadang, Agam, dengan gelar Datuak Rangkayo Basa.
Pendidikan dan karier
Boy Rafli Amar menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 1988 dengan pangkat Inspektur Dua Polisi (Ipda). Pada tahun 1991 pangkatnya naik menjadi Inspektur Satu Polisi (Iptu). Ketika berpangkat Komisaris Polisi pada tahun 1999, dia ditugaskan ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV.
Jenjang karier
- Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV (1999)
- Kapolres Pasuruan Jawa Timur (2006)
- Kanit Negosiasi Subden Penindak Densus 88/Anti Teror Mabes Polri
- Direskrim Polda Maluku Utara (2008)
- Kapoltabes Padang (2008)
- Kabid Humas Polda Metro Jaya (2009)
- Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri (2010)
- Karopenmas Divhumas Polri (2012)
- Kapolda Banten (2014)
Penghargaan
- Penghargaan dari PBB dalam bidang perdamaian
- Satya Lencana Kesetiaan 16 Tahun
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih