Cara Menteri Teten Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat lewat Koperasi
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menuturkan perlunya revolusi mental guna meningkatkan citra koperasi sehingga semakin dipercaya oleh publik di Indonesia. Ia meyakini, persepsi buruk soal koperasi bisa diubah. Salah satunya lewat program Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan soal revolusi mental. Ini harus diimplementasikan guna membangun koperasi di lingkungan pendidikan.
“Revolusi mental itu harus nyata dampak perubahan. Bisa menghasilkan kesejahteraan membangun perekonomian rakyat. Membangun usaha tak harus modal besar atau konglomerat, tapi bagaimana bisa berkembang dengan modal kecil. Cara berpikir seperti ini harus direvolusi,” kata Teten, Selasa (25/7/2023).
Teten menuturkan, koperasi bukan sekadar entitas bisnis atau usaha bersama. Melainkan lewat koperasi, ide-ide kebersamaan, gotong-royong, kekeluargaan, nilai solidaritas sosial, sampai kerja sama mampu memperkuat ekonomi rakyat. “Koperasi hadir sebagai instrumen melakukan revolusi mental melalui pengajaran atau edukasi bagi masyarakat agar memiliki kepedulian sosial. Mau membangun sistem sosial yang baik dan berkeadilan,” jawabnya.
Menurutnya, saat ini citra koperasi telah menurun di kalangan masyarakat. Koperasi, citranya kalau tidak bergerak di sektor marginal, ada pula ekonomi subsisten hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga. Lalu, koperasi gagal bayar yang pengurus koperasinya merampok uang anggota, sampai rentenir pinjol berkedok koperasi dengan bunga tinggi. Semua ini bisa kita ubah persepsi jadi lebih baik dengan revolusi mental,” jelas Teten.
Selain itu, Teten juga menyoroti Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang menurutnya perlu melakukan perbaikan dalam implementasi. Kehadiran KSP masih sangat dibutuhkan masyarakat unbankable atau peminjam mikro walau bunga tinggi.
YOKATTA NEWS Saatnya ……. Anda Beralih